Rabu, 03 Mei 2023

epidemi corona 18

terbit  postingan di media sosial yang 
menginformasikan Pasar Tanah Abang 
ditutup sementara untuk mencegah 
penyebaran Virus Corona (Covid-19). Dalam 
pesan yang terbit  menyebutkan, 
penutupan sementara Pasar Tanah Abang 
dilakukan selama 2 minggu, pada tanggal 
14-27 Maret 2020.
Menanggapi hal ini, Manajer Bidang 
Umum dan Humas PD Pasar Jaya, Gatra 
Vaganza menegaskan bahwa informasi yang 
terbit  itu tidak benar atau hoaks. Gatra 
mengatakan sejauh ini pihaknya belum 
menutup pasar manapun, dan rilis yang 
dikeluarkan ini bukan berasal dari PD 
Pasar Jaya.

terbit  tangkapan layar dari sebuah artikel berita media daring yang berjudul
"Hasil Pemeriksaan Presiden Jokowi Positif Virus Corona". Artikel ini dimuat
pada tanggal 15 Maret 2020, Pukul 15:05 WIB.
sesudah ditelusuri, tangkapan layar ini adalah hasil suntingan dari artikel yang
dimuat oleh Detik.com pada tanggal 15 Maret 2020, Pukul 15:05 WIB dengan judul
asli dari artikel ini adalah "Presiden Jokowi Jalani Tes Virus Corona Sore Ini".


terbit  pesan berantai di WhatsApp
yang memuat foto beserta dengan informasi
identitas dari seorang mitra pengemudi Gojek
yang kabur saat menjalani proses observasi atas
dugaan terinfeksi virus Covid-19 dari RSUP
Persahabatan.
yang benar, informasi dalam pesan ini
adalah tidak benar. Hal ini dibantah oleh
pihak Gojek yang bahwa berita ini tidak
benar alias hoaks. Chief Corporate Affairs Gojek,
Nila Marita menegaskan bahwa pihaknya telah
mengambil langkah cepat untuk meluruskan
pemberitaan ini dengan mengecek
keberadaan mitra pengemudi yang
bersangkutan. Hal yang sama juga ditanggapi
oleh Juru Bicara RSUP Persahabatan, Erlina
Burhan sempat mengakui jika ada pasien
suspect Corona yang keluar dari ruang isolasi
Rumah Sakit ini tanpa sepengetahuan
petugas. Namun demikian, perempuan suspect
Corona ini dijelaskan dia berprofesi
sebagai pramusaji bukan pengemudi ojol
sebagaimana berita yang sempat viral ini.

terbit  di media sosial melalui pesan berantai dengan narasi "BREAKING NEWS:
suspect coronavirus diemukan di salah satu terapis Delta Spa. Delta Spa sekarang
dikarantina, pengunjung dan staf yang masih ada di dalam tidak boleh
meninggalkan spa selama 2 minggu ke depan. Yang pernah menugunjungi Delta
Spa dalam 2 minggu terakhir harap melapor ke RS rujukan".
Berdasarkan hasil penelusuran Suara.com, informasi yang menyebutkan bahwa ada
seorang terapis Delta Spa yang menjadi suspect Virus Corona dan panti pijat itu
dikarantina adalah tidak benar. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI
Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia telah memberikan klarifikasi terkait informasi hoaks
ini.

terbit  sebuah pesan di media sosial yang memberikan informasi bahwa satu
warga Klaten terpapar Virus Corona. Pesan ini berisi "Bpk ibu,orang
karangturi,balak cawas,sudah tertular virus corona,dia plng dari jepang,di bw ke rsi
tugu,lalu sekarang di rujuk ke tglyoso,hati2 bpk ibu jaga keluarga kita masing2 biar
du jauhkan dari virus yg berbahaya itu."
yang benar, dilansir dari solo.tribunnews.com, Juru Bicara Satgas Percepatan
Penanganan Covid-19 Klaten, Anggit Budiarto mengatakan bahwa informasi yang
terbit  ini tidak benar atau hoaks. Sampai saat ini belum ada warga Klaten
yang dilaporkan terpapar Virus Corona atau Covid-19. Beliau menghimbau
warga agar jangan mudah percaya dengan pesan yang tidak bisa
dipertanggungjawabkan apalagi melalui aplikasi WhatsApp yang tidak jelas
sumbernya.

terbit  postingan di media sosial yang memuat tangkapan layar dari cuplikan
video kemacetan yang disebut terjadi pada jalur menuju kawasan Puncak, Bogor.
Dinarasikan bahwa warga DKI Jakarta diliburkan sementara untuk menghindari
interaksi sosial agar dapat mengontrol persebaran Virus Corona, namun malah
liburan bersama menuju tempat keramaian.
sesudah ditelusuri, ditemukan fakta bahwa informasi dalam postingan ini
adalah tidak benar. Hal ini dibantah oleh Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Muh
Fadli Amri yang mengatakan bahwa video viral di media sosial itu adalah hoaks.
Beliau juga memastikan tak ada kepadatan arus lalu lintas menuju puncak pada
hari Minggu, 15 Maret 2020.

terbit  sebuah informasi melalui pesan berantai di grup Whatsapp yang 
menyebutkan akan ada penutupan sejumlah lokasi wisata di Yogyakarta, termasuk 
Malioboro pada 16-31 Maret 2020.
yang benar, informasi ini dibantah oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih 
Raharjo. Ia mengatakan bahwa informasi soal penutupan lokasi wisata itu tidak 
benar atau hoaks. Selain itu Singgih menegaskan bahwa saat ini Dinas Pariwisata 
belum mengeluarkan keputusan apa pun untuk penutupan tempat wisata. Singgih 
menambahkan bahwa Malioboro masih bisa dikunjungi, termasuk tempat-tempat 
wisata lainnya.

terbit  kabar bahwa air lemon panas dapat menyembuhkan kanker. Pesan viral yang 
terbit  luas di WhatsApp itu bahkan turut menghubung-hubungkan dengan Virus Corona 
atau Covid-19 seolah-olah penyakit yang disebabkan virus ini dapat disembuhkan 
dengan air lemon panas atau vitamin C.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa lemon panas dapat membunuh sel kanker 
adalah klaim yang tidak didukung oleh bukti medis yang kredibel. Ini adalah isu lama yang 
terbit  kembali dan dikaitkan dengan wabah virus Corona atau Covid-19. WHO 
menyatakan belum ada bukti bahwa obat saat ini dapat menyembuhkan Covid-19. Dikutip 
dari factcheck.afp.com, Henry Chenal, direktur Integrated Bioclinical Research Centre di 
Abidjan, mengatakan bahwa mengkonsumsi vitamin C dalam jumlah tinggi tidak pernah 
terbukti efektif melawan Virus Corona. Klaim bahwa lemon panas dapat membunuh sel 
kanker telah dibantah seperti dalam artikel yang diterbitkan oleh snopes.com pada tahun 
2011.


Telah terbit  sebuah pesan yang mengklaim berasal dari Mantan Menkes Nila 
Moeloek. Dalam pesan ini berisi anjuran kepada kita semua untuk membawa 
kantong plastik bening ukuran 1 kg saat keluar rumah. Jika ada uang kembalian 
jangan dipegang, tetapi langsung dimasukkan ke dalam plastik ini. sesudah 
itu jemur plastik beserta uang ini selama 30 menit. Hal ini berguna 
untuk meminimalisir kemungkinan penularan virus kepada diri kita semua.
sesudah ditelusuri lebih lanjut, yang benar Mantan Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek 
telah mengklarifikasi langsung kepada Humas Kemenkes bahwa pesan yang 
terbit  mengatasnamakan dirinya adalah tidak benar atau hoaks

terbit  sebuah pesan di media sosial yang memberikan informasi bahwa RSUD 
Kraton sudah menerima rujukan pasien Covid-19 dari RS Batang.
yang benar, dilansir dari jateng.tribunnews.com, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah 
(RSUD) Kraton Kabupaten Pekalongan, dr Eko Wigiantoro memastikan bahwa kabar 
RSUD Kraton sudah menerima rujukan pasien terkena Virus Corona atau Covid-19 
adalah tidak benar atau hoaks. Dr Eko menjelaskan bahwa hingga saat ini RSUD 
Kraton belum menerima pasien Covid-19. Beliau meminta warga untuk tenang, 
tidak perlu cemas, dan tidak mudah terhasut dengan informasi yang tidak jelas 
kebenarannya.


Telah terbit  sebuah video di media 
sosial yang mengklaim bahwa video 
ini adalah korban Virus Corona di 
Mall Pantai Indah Kapuk (PIK) 
Cengkareng lantai 3.
sesudah ditelusuri lebih lanjut, yang benar 
dalam video ini lokasinya 
bukanlah di Mall PIK (Pantai Indah 
Kapuk, Jakarta). Video yang terbit  
merupakan seorang wanita yang 
pingsan di Mall Clementi, Singapura 
pada 11 Maret 2020. 


terbit  informasi di media sosial yang 
menyebutkan bahwa pada tanggal 25 Maret 
2020 Bali akan di lockdown. Informasi 
ini juga menyebutkan bahwa 
Pemerintah Provinsi Bali sudah 
memutuskan menutup semua 
penerbangan domestik dan internasional 
dari dan ke Bali terkait Virus Corona 
ini.
yang benar, informasi ini adalah keliru. 
Hal ini dibantah oleh Sekretaris 
Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra yang 
memastikan bahwa informasi ini palsu 
alias hoaks. Beliau mengatakan bahwa 
terkait kegiatan pada tanggal 25 Maret 2020 
memang akan ada penutupan Bandara dan 
semua aktivitas di Bali karena kaitannya 
dengan hari raya Nyepi, dimana sehari 
penuh warga Bali tidak akan 
melaksanakan aktivitas mulai dari 
penerbangan tutup, toko tutup, warga 
pun tidak bepergian dan bekerja. Jadi, 
Provinsi Bali menghentikan semua aktivitas 
diluar rumah pada tanggal 25 Maret 2020 
karena akan merayakan hari raya Nyepi, 
bukan karena rencana lockdown terkait 
Virus Corona


terbit  postingan di media sosial dan 
Broadcast Whatsapp yang menyebutkan 
salah satu terapis tempat Spa 
Goldenhands Kelapa Gading, Jakarta Utara 
terpapar Virus Corona. Informasi itu 
menyebar disertai dengan sebuah foto 
kegiatan penutupan Spa ini oleh 
petugas berbaju oranye.
yang benar, Kasat Reskrim Polres Metro 
Jakarta Utara, Kompol Wirdhanto 
mengkonfirmasi bahwa informasi yang 
terbit  itu tidak benar. Wirdhanto 
menyampaikan, foto yang terbit  itu 
adalah kegiatan Satpol PP menyegel 
bangunan ini karena masalah 
perizinan. Bahkan, lokasi yang 
disampaikan dalam informasi ini 
tidak akurat. Spa Hotel Goldenhands yang 
ada pada gambar ini berada di 
Penjaringan.

terbit  di media sosial Facebook bahwa
satu mahasiswa Universitas Brawijaya Kota
Malang positif Virus Corona (Covid-19).
yang benar, sesudah ditelusuri dari
kompas.com menghubungi Humas UB
Kotok Gurito. klaim bahwa mahasiswa
Universitas Brawijaya (UB) dikabarkan
suspect Virus Corona adalah tidak benar.
"Isu itu tidak benar dan menyebar ke
mana-mana sampai tidak terkendali. Saya
tidak berani menjamin keasliannya. Siapa
yang ngirim saya juga enggak tahu. Saya
khawatir jadi bias atau palsu," ujarnya pada
Kompas.com, Sabtu (14/3/2020).


terbit  pesan Berantai WhatsApp yang
mengatakan bahwa Virus Corona telah
masuk ke Kabupaten Sikka NTT. Dalam
pesan ini juga menjelaskan asal
mula masuknya Virus Corona itu dari
pasangan suami istri yang baru saja tiba
dari Inggris.
yang benar menurut Direktur RSUD
Lewoleba, Bernad Beda mengatakan,
pasutri itu masih berstatus pasien dalam
pengawasan, belum suspect atau terduga
apalagi positif Corona. Menurut dia, pasutri
itu akan dirujuk ke Rumah Sakit TC. Hillers
di Maumere, Kabupaten Sikka dengan
menggunakan kapal Pemda yang sudah
disterilkan. Ia meminta agar warga
Lembata tidak resah, karena keduanya
belum positif terkena Virus Corona.


terbit  sebuah unggahan di sosial media dengan narasi "CORONA AKAN DHALIM
KPD ORANG ORANG DHALIM.." Unggahan ini disertai artikel dengan judul
"Mobil Dinas Mendagri Tito Masuk ke RSUP Persahabatan, Salah Satu RS Rujukan
Corona."
Mengenai kabar yang terbit , Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri,
Bahtiar menepis kabar ini, ia mengatakan bahwa Mendagri dan istri dalam
keadaan sehat. Dikutip dari republika.co.id, Staf Khusus Menteri Dalam Negeri,
Kastorius Sinaga mengatakan, Mendagri Tito Karnavian dan istrinya tidak dirawat di
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan. Ia membenarkan kunjungannya ke
RS Persahabatan dengan mobil dinas Land Cruiser Nomor Polisi B 21. Namun
keberadaan Tito di rumah sakit itu untuk bertakziah ke almarhum Kepala Pusat
Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin.


terbit  kabar bahwa aktor Hollywood, Tom Hanks, meninggal dunia pada usia 63 
tahun. Sebuah artikel yang diunggah oleh the-daily-star.com pada tanggal 13 Maret 
2020 menyebutkan bahwa meninggalnya Tom Hanks terkait Virus Corona (Covid-19).
yang benar, dikutip dari medcom.id, klaim bahwa aktor Hollywood, Tom Hanks 
meninggal dunia, tidak berdasar. Tom Hanks dan istri, Rita Wilson, memang 
diketahui positif mengidap Covid-19 dan kini sedang dirawat. Hal ini diketahui 
dari unggahan dalam akun Instagramnya pada Jumat 13 Maret 2020. Terkait 
meninggalnya Tom Hanks, pihak Tom langsung memberitahu bahwa ia menjadi 
korban hoaks. Situs the-daily-star.com diketahui merupakan situs yang berisi konten 
satire. 


terbit  informasi di media sosial WhatsApp bahwa seorang mahasiswa S3 Universitas 
17 Agustus (Untag) sudah terinfeksi Virus Corona. Dijelaskan pula bahwa mahasiswa 
ini lolos pemeriksaan di Bandara Juanda dan sempat berada di kampus.
yang benar, informasi ini dibantah oleh Humas Untag Surabaya, Karolin Rista. Ia 
mengatakan bahwa kabar tentang mahasiswa Untag positif Corona itu hoaks. Belum 
ada pernyataan sama sekali bahwa mahasiswa ini positif Corona. Saat ini pihak 
Untag berinisiatif mengambil langkah memeriksakannya agar segera diketahui 
apakah gejala itu dipicu Virus Corona atau bukan. Karolin juga memaparkan 
mahasiswa ini memang kurang sehat dan suhunya panas. Hal itu membuat 
mahasiswa lain khawatir dan tak melanjutkan kuliah

terbit  di media sosial Facebook 
sebuah unggahan yang 
menginformasikan bahwa asap rokok 
mampu membunuh Virus Corona 
karena komposisi rokok terdiri dari 
tembakau dan cengkeh.
yang benar, dilansir dari Liputan6.com
bahwa informasi ini dibantah 
oleh Dokter Spesialis Paru Feni 
Fitriani, Ketua Pokja Masalah Rokok 
Perhimpunan Dokter Paru negarakita 
yang mengatakan bahwa hal 
ini tidak benar. Bahkan, 
seorang perokok lebih mudah 
menjadi sakit bukan hanya Virus 
Corona namun juga penyakit lainnya 
seperti kanker paru.


terbit  kabar melalui broadcast WhatsApp yang menyebutkan salah seorang 
mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) positif terjangkit Virus Corona 
(COVID-19). 
Terkait informasi ini, Rektor UNY, Sutrisna Wibawa langsung 
mengklarifikasi melalui akun Instagram miliknya. Sutrisna menuliskan, kabar 
yang menyebutkan adanya 1 orang mahasiswa UNY positif Corona adalah tidak 
benar. Sutrisna mengatakan berita dari Dinas kesehatan DIY, 1 orang warga DIY 
dalam pengawasan, namun bukan mahasiswa dari UNY


Telah terbit  sebuah video di media sosial yang mengklaim bahwa dalam 
video ini menunjukkan sebuah hotel runtuh di kota Quanzhou, Cina 
sesudah digunakan sebagai fasilitas karantina Virus Corona.
sesudah ditelusuri lebih lanjut, yang benar klaim ini salah. Video itu telah 
terbit  di media sosial setidaknya sejak April 2017 tentang pembongkaran 
hotel di provinsi Jiangsu, China.

terbit  dua pesan berantai di media sosial WhatsApp berisi adanya warga 
Tangerang Selatan suspect virus Corona. Dalam pesan ini menyebutkan 
mendapatkan informasi dari Pengurus RW Foresta dan Eka Hospital.
yang benar, kedua informasi ini dibantah langsung oleh pihak RW di Foresta 
dan juga pihak Eka Hospital yang menyatakan bahwa informasi ini tidak 
benar alias hoaks.


terbit  video di media sosial Facebook tentang perlakuan sadis aparat di China 
untuk antisipasi penyebaran Virus Corona.
yang benar, sesudah ditelusuri klaim video perlakuan sadis aparat di China untuk 
antisipasi Virus Corona ternyata tidak benar. Video ini merupakan aksi 
penangkapan demonstran di Stasiun MTR Prince Edward, Hongkong. Peristiwa 
ini terjadi pada 31 Agustus 2019, sebelum Virus Corona baru mewabah


terbit  postingan di media sosial dan broadcast Whatsapp yang menyebutkan bahwa 
ada satu keluarga terjangkit Virus Corona di Kelurahan Sekip, Medan. Dalam pesan 
berantai itu disebutkan bahwa keluarga ini baru pulang dari Tiongkok dan terjangkit 
Virus Corona. Warga dihimbau agar tidak pergi keluar rumah terutama mall.
Terkait hal itu, Polsek Medan Baru menyatakan bahwa isu ini tidak benar atau hoaks. 
Hal ini berdasarkan penjelasan Lurah Sekip yang menyatakan bahwa tidak ada warganya 
yang positif terjangkit Virus Corona. Dikutip dari laman Instagram Polsek Medan Baru 
@polsekmedan.baru, dijelaskan bahwa tim dari Puskesmas Bestari sudah datang ke 
rumah yang bersangkutan dan semua anggota keluarganya dalam keadaan sehat

terbit  pesan berantai yang berisi bahwa Mall Kota Kasablanka (Kokas) 
di-lockdown terkait Virus Corona karena ditemukan salah satu staff terkena suspect 
Covid-19.
yang benar, melalui akun Instagram resmi Kota Kasablanka, manajemen 
menegaskan kabar itu hoaks. Mall Kota Kasablanka tidak di-lockdown dan masih 
beroperasi seperti biasa.

terbit  pesan berantai yang berisi informasi terdapat satu pasien Virus Corona dari 
Badau yang dirawat di RS Ade M Joen Sintang.
yang benar, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr Harisinto Lynoh 
menegaskan apa yang disebarkan di media sosial merupakan hoaks. Sinto 
menyatakan saat ini ruang isolasi di Rumah Sakit Ade M Joen Sintang masih 
kosong dan tidak ada pasien kasus Corona yang dirawat di Rumah Sakit Sintang.


Pada tanggal 10 Maret 2020 situs online Now8News diketahui menerbitkan sebuah 
artikel yang menyatakan bahwa Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh Virus 
Corona, telah ditemukan dalam kertas (tisu) toilet. Now8News juga menyebutkan 
bahwa kabar ini diumumkan oleh the Centers for Disease Control and 
Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.
yang benar, dikutip dari snopes.com, kabar tentang adanya Covid-19 pada kertas toilet 
tidak benar. The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sama sekali tidak 
membuat pernyataan bahwa telah ditemukan Virus Corona dalam kertas (tisu) toilet. 
Artikel ini bukan artikel asli CDC dan Now8News diketahui kerap memuat 
informasi yang salah.


terbit  sebuah postingan di media sosial 
yang memberikan informasi bahwa minum 
alkohol bisa kurangi risiko terinfeksi virus 
corona Covid-19. Postingan ini disertai 
foto yang menunjukkan surat edaran atas 
nama Saint Luke's Hospital Kansas City, salah 
satu rumah sakit di Amerika Serikat (AS).
yang benar, dilansir dari health.detik.com pihak 
Saint Luke's Hospital menegaskan bahwa 
minum alkohol dapat menurunkan risiko 
terinfeksi virus Corona adalah tidak benar. 
Saint Luke's Hospital juga membantah surat 
edaran ini. Saint Luke's Hospital 
menyebut apa yang seharusnya dilakukan 
orang-orang adalah menerapkan kebiasaan 
menjaga kebersihan yang baik. Cara yang 
dianjurkan, seperti rutin cuci tangan pakai 
sabun, hindari orang sakit, jangan sentuh area 
wajah, dan tutup mulut saat batuk atau bersin. 


terbit  dalam beberapa hari terakhir klaim yang menyebutkan bahwa urin 
dan kotoran sapi bisa obati penyakit virus corona 2019.
Menurut Health Analytic Asia, platform kolaborasi berita kesehatan yang 
dibuat oleh para jurnalis dan dokter di India, klaim ini tidak memiliki 
dasar ilmiah. Para dokter telah mengkonfirmasi bahwa kotoran serta urin sapi 
tidak mengandung obat dan belum pernah diresepkan sebagai obat. Kotoran 
dan urin sapi pun tidak dapat menyembuhkan Covid-19 karena belum ada 
satupun ilmuwan yang membuat pernyataan semacam itu. Dikutip dari 
cekfakta.tempo.co Menteri Kesehatan India, Harsh Vardhan, juga mengatakan 
bahwa klaim semacam itu dari seseorang yang tidak memiliki pengetahuan 
yang memadai tidak perlu didukung.


terbit  sebuah postingan di media sosial Facebook, dalam narasinya 
menyatakan "Kemarin sok2an bebas coronyaa Giliran IMF Cairkan Duit 
Utk Negara Yg Kena Virus Coro.. Die Maju Ngantri Paling Depan".
yang benar, Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman menyatakan bahwa 
klaim diumumkannya pasien positif Virus Corona untuk mengincar dana 
pinjaman dari IMF tidak benar. Menurut Fadjroel, sudah menjadi 
kewajiban pemerintah untuk melindungi setiap warga negaranya sesuai 
konstitusi dan UUD 1945 dari segala macam bencana, termasuk wabah 
penyakit.

terbit  sebuah pesan berantai di 
media sosial WhatsApp tentang 
arahan Gubernur DKI Jakarta, Anies 
Baswedan tentang 5 wilayah di DKI 
Jakarta berpotensi rawan virus 
corona.
Dilansir dari liputan6.com, kabar 
tentang 5 wilayah di Jakarta rawan 
penyebaran Covid-19 ternyata tidak 
benar. Pemerintah Provinsi DKI 
Jakarta Catur Laswanto memastikan 
pesan ini hoaks, alias bohong. 
Kabar ini diduga berasal dari 
sumber yang tidak terverifikasi. 
Narasi yang disampaikan dalam 
pesan berantai ini tidak sesuai 
dengan fakta sebenarnya.


terbit  postingan yang berisi keterangan bahwa 25 pasien virus 
corona di Bali meninggal.
yang benar, kabar 25 pasien Corona di Bali meninggal adalah salah 
karena terjadi kesalahan pemahaman dari sumber berita yang 
dicantumkan. Maksud dari artikel berita adalah pasien yang 
meninggal adalah berjumlah satu orang dan dia adalah pasien 
kasus 25, bukan 25 pasien meninggal di Bali karena corona.


terbit  sebuah tangkapan layar di 
media sosial, sebuah foto yang 
diklaim sebagai wujud 
penampakan dari Virus Corona 
sesudah diperbesar 2600 kali.
Dilansir dari medcom.id, foto yang 
mengklaim bahwa wujud Virus 
Corona sesudah diperbesar 2600 
kali adalah tidak benar. Foto 
ini adalah seekor kumbang 
moncong yang bernama latin 
Elaeidobius kamerunicusdari 
famili Curculionoidea. Foto 
ini juga pernah diunggah di 
akun Twitter @helios_en pada, 
Rabu 26 Februari 2020. Pemilik 
akun ini mengunggah foto 
seekor serangga yang mirip 
dengan gambar yang diklaim 
sebagai Virus Corona sesudah 
diperbesar 2600 kali.

terbit  sebuah gagasan bahwa koloid perak 
(Colloidal Silver) dapat menjadi obat virus 
Corona. Perak koloid adalah partikel kecil dari 
logam yang tersuspensi dalam cairan. 
Minuman ini diklaim mampu mengobati 
semua jenis penyakit, mampu berperan 
sebagai antiseptik, dan membantu sistem 
kekebalan tubuh termasuk membunuh virus 
Corona.
yang benar, gagasan ini telah dibantah 
oleh Otoritas Kesehatan Amerika Serikat 
bahwa tidak ada bukti jenis perak ini efektif 
untuk kondisi kesehatan apapun. CNN 
Internasional melalui akun Twitternya juga 
menginformasikan bahwa tidak ada bukti 
bahwa Colloidal Silver atau koloid perak dapat 
melindungi kita dari virus Corona. 

terbit  postingan yang berisi 
klaim tentang jutaan masker 
bekas asal China mengandung 
Virus Corona baru (Covid-19) 
dikemas ulang di gudang Sidoarjo 
lalu dijual kembali. Postingan 
ini dikaitkan dengan artikel 
berjudul "Jutaan Masker Impor 
dari China di Gudang Sidoarjo 
Di-repacking Lalu Dijual".
yang benar, sesudah ditelusuri lebih 
lanjut artikel terkait tidak ada 
menyebutkan keterangan yang 
menyatakan masker ini 
bekas dan mengandung Virus 
Corona.


terbit  informasi di media sosial yang mengatakan bahwa pemerintah Singapura 
memberlakukan tes air liur khusus kepada setiap penumpang dari negarakita yang 
mendarat di Bandara Changi, Singapura.
sesudah ditelusuri lebih lanjut, Pensosbud KBRI Singapura, Ratna Lestari KF memastikan 
pesan ini adalah hoaks. Pihaknya sudah melakukan pengecekan ke Airlines dan 
tidak ada pemeriksaan air liur kepada seluruh penumpang pesawat.


terbit  di media sosial caption netizen terkait pernyataan Wapres KH.Ma'ruf Amin yang 
mengatakan bahwa susu kuda liar bisa menangkal Virus Corona. Dalam caption netizen 
ini menuliskan "Barusan bilang negarakita bebas Corona karena doa qunut para kyai. 
Ternyata doanya ga sukses sekarang berganti mengimani susu kuda liar sbg penangkal 
coronavirus".
yang benar, bahwa netizen ini tidak membaca tulisan berita yang di share media 
secara utuh dan membuat kesimpulan bahwa pernyataan Wapres ini adalah 
pernyataan resmi. pernyataan Wapres KH. Ma'ruf Amin ini hanyalah sebuah 
candaan disela-sela pemberian sambutan di acara Musyawarah Nasional V Asosiasi DPRD 
Kota Seluruh negarakita (Adeksi) di Hotel Lombok Raya, Mataram, Nusa Tenggara Barat. 
Pernyataan ini bukanlah pernyataan resmi beliau disela sela acara ini.


terbit  sebuah pesan berantai di media sosial WhatsApp berisi adanya rencana tindakan 
disinfeksi di Kantor Nokia, Gedung Mulia Jakarta Selatan. Dalam pesan ini disinfeksi 
dilakukan sesudah seorang karyawan Nokia meninggal karena Virus Corona, yang 
dimaksudkan dalam pesan ini meninggal dengan kondisi demam dan muntah.
Dilansir dari kumparan.com, pihak Nokia pun memberikan klarifikasi dengan membantah 
bahwa salah satu karyawan yang meninggal pada 10 Maret lalu disebabkan oleh Virus 
Corona. Nokia mengaku telah melakukan pemeriksaan yang ketat bersama otoritas 
kesehatan dan hasilnya tidak berhubungan dengan virus corona

Diunggah pada platform sebuah video yang 
memperlihatkan beberapa kerumunan 
orang yang sedang berebut sebuah buku, 
dan pada narasinya disebutkan bahwa video 
ini adalah warga Tiongkok yang 
berebut Al Quran dan ingin mempelajari 
karena takut akan Virus Corona.
yang benar menurut penelusuran yang 
dilakukan Cek Fakta medcom.id, diketahui 
bahwa video ini tidak berkaitan 
dengan peristiwa Virus Corona saat ini, 
bahkan video ini merupakan video 
tahun 2013 yang diunggah kembali. Menurut 
artikel yang ditulis Jarbas Aragon pada situs 
gospelprime.com, peristiwa pada video 
ini adalah warga Tiongkok yang baru 
mendapatkan Al Kitab.


terbit  sebuah pesan berantai di 
media sosial WhatsApp berisi adanya 
Pasien RSUD Sukadana suspect 
Corona. Dalam pesan ini 
dijelaskan seorang mahasiswa asal 
Lampung Timur yang baru pulang dari 
China mempunyai gejala penyakit 
mirip seperti Virus Corona.
yang benar, Kepala Dinas Kesehatan 
Lampung Timur dr.Nanang Salman 
Saleh menyatakan bahwa informasi 
tentang adanya warga Lampung Timur 
terserang Virus Corona tidak benar. 
Adapun dari hasil pemeriksaan 
rontgen dan laboratorium, dr.Wayan 
Widyana selaku Direktur RSUD 
Sukadana menjelaskan bahwa 
mahasiswa ini didiagnosa 
menderita TBC dan demam berdarah 
dengue (DBD). 


terbit  postingan Tweet di media sosial 
Twitter dari akun salah satu media 
Internasional yang menyebutkan bahwa aktor 
film Harry Potter, Daniel Radcliffe positif 
terjangkit Virus Corona. 
yang benar, informasi ini adalah tidak 
benar. Dilansir dari indozone.id, ternyata isi 
dalam cuitan itu tidak benar sama sekali alias 
hoaks. Akun yang mengunggah berita 
ini bukanlah akun resmi dari media 
Internasional ini, melainkan akun palsu. 
Akun ini memakai logo media terkait 
dan menautkan link yang saat diklik akan 
menuju sebuah situs yang sudah tidak aktif 
sejak tahun 2017. Rumor Daniel yang 
terinfeksi Virus Corona ini juga dibantah oleh 
perwakilan Daniel. Media-media yang sempat 
meretweet cuitan ini pun ikut meminta 
maaf karena dengan mudahnya menyiarkan 
kabar yang belum tentu kebenarannya.


terbit  sebuah pesan berantai WhatsApp yang berisi imbauan agar waspada 
terhadap perampokan bermodus petugas kebersihan yang mendatangi rumah warga 
dengan alasan program pemerintah untuk semprot kuman agar steril.
yang benar menurut Cek fakta Liputan6.com, pesan berantai berisi imbauan aksi 
perampokan di tengah mewabahnya virus corona diduga berasal dari sumber yang 
tidak terverifikasi.


terbit  postingan di media sosial Facebook yang diunggah pada tahun 2016 
berisi ramalan bahwa awal tahun 2020 akan ada Virus dari China dan 
menyerang hampir sepertiga manusia di bumi.
yang benar, postingan ini hanyalah editan belaka dengan mengubah 
tanggal posting beserta isinya yang seolah-olah postingan ini sudah lama 
dibuat sebelum terjadinya wabah Virus Corona. Hasil penelusuran dari 
detik.com, menurut pemosting bahwa hal ini dibuat agar terlihat keren.


terbit  di media sosial tangkapan layar dari tayangan berita yang menyiarkan bahwa Mentari 
International School (MIS) meliburkan para Siswa dan Guru karena diduga ada yang terjangkit Virus 
Corona.
sesudah ditelusuri, ditemukan fakta bahwa informasi ini adalah tidak benar. Kepala Sekolah 
Mentari International School, A. Songky Widya Ananta memberikan klarifikasi yang menyebutkan 
bahwa benar jika sekolah tempat ia bekerja diliburkan selama empat hari berturut-turut. Namun, hal 
itu dilakukan bukan karena terdapat wabah COVID-19, melainkan karena akan dilakukan 
pembersihan dan disinfeksi secara menyeluruh. Terdapat 5 point yang ditegaskan oleh pihak MIS, 
salah satunya adalah " TIDAK ADA murid ataupun guru/staf sekolah Mentari yang menjadi suspek 
ataupun terindikasi terjangkit virus corona". Berdasarkan klarifikasi ini dapat dipastikan bahwa 
tuduhan yang menyebut terdapat Siswa atau Guru di MIS yang terjangkit Virus Corona telah 
terbantahkan.

terbit  pesan berantai mengatasnamakan 
UNICEF (United Nations International Children 
Education Fund) yang kemudian disebarkan di 
media sosial terkait tips pencegahan Virus 
Corona. 
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh 
Cek Fakta Liputan6.com ditemukan adanya 
artikel yang membantah kebenaran pesan 
berantai ini, salah satunya adalah 
thequint.com dengan judul artikel "Message on 
Coronavirus (COVID-19) Neither From UNICEF 
Nor Accurate". Dalam artikel itu dijelaskan 
bahwa pesan berantai yang tersebar bukan 
berasal dari UNICEF, melainkan diduga berasal 
dari sumber yang tidak terverifikasi. Adapun 
pedoman pencegahan Covid-19 yang 
dikeluarkan UNICEF diunggah pada situs resmi 
UNICEF, unicef.org dengan judul "Coronavirus 
disease (COVID-19): What parents should know".


terbit  informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa ada seorang 
pasien yang disebut terinfeksi Virus Corona di RSUD Cibabat, Cimahi.
yang benar, informasi ini adalah keliru. Menurut penjelasan dari Plt Direktur 
Utama RSUD Cibabat, dr. Reri Marliah, bahwa betul ada yang ditangani, tapi bukan 
suspect Corona Virus. Pasien diterima pertama kali di IGD RSUD Cibabat pada 
Jumat, 6 Maret 2020 dengan gejala yang dialami batuk dan pilek seperti Infeksi 
Saluran Pernafasan Akut (ISPA). sesudah dilakukan screening, dari 5 indikator gejala 
Corona Virus, tidak sampai 5 gejala yang terisi. Jadi, bukan suspect Corona dan 
tidak dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) juga.


terbit  di media sosial Facebook dengan 
narasi "ALHAMDULILLAH..!KITA TINGGAL 
DI negarakita!DI PIMPIN PAK JOKOWI 
MENGHADAPI CORONA SERASA HANYA 
MENGHADAPI DEMAM SEHABIS MAIN 
HUJAN2AN".
yang benar, sesudah ditelusuri klaim Jokowi 
menghadapi Virus Corona seperti 
menghadapi demam tidak terbukti. 
Pemerintah telah melakukan berbagai 
usaha untuk menghadapi Virus Corona. 
Mulai dari menghentikan penerbangan 
dari dan ke Tiongkok, pelarangan 
sementara impor dari Tiongkok, dan 
mengatur ulang pemberian visa hingga 
menyiapkan rumah sakit untuk 
menangani pasien terkonfirmasi positif 
Virus Corona.

terbit  sebuah pemberitaan pada media sosial yang menyebutkan adanya pasien Covid-19 
atau Virus Corona yang sedang dalam perawatan di RSUD Setjonegoro Wonosobo, 
pemberitaan ini disertai foto yang menampilkan dua orang petugas rumah sakit 
dengan memakai pelindung diri sedang mengeluarkan pasien di dalam ambulans.
yang benar Direktur Utama RSUD Setjonegoro Wonosobo, Danang Sananto membantah 
kabar ini. Danang menjelaskan kepada awak media bahwa, kabar di media sosial 
tentang adanya pasien Virus Corona yang dirawat di RSUD Setjonegoro adalah tidak benar. 
Mengenai adanya pasien yang mengalami gejala-gejala mirip Covid-19 telah diperiksa oleh 
dokter spesialis paru dan hasilnya ditemukan tanda-tanda terpapar Virus Corona.

terbit  sebuah tangkapan layar dari 
sebuah artikel yang memberi kabar 
bahwa Pangeran Uni Emirat Arab (UEA), 
Mohamed bin Zayed, positif terinfeksi 
Virus Corona sejak Rabu, 4 Maret 2020. 
yang benar kabar ini tidak benar. 
Dikutip dari cekfakta.tempo.co, tidak 
ditemukan informasi bahwa Pangeran 
Mohamed bin Zayed positif terinfeksi 
Virus Corona atau Covid-19 sejak 4 Maret 
2020. Sebaliknya, sejak Februari hingga 8 
Maret 2020, dalam pemberitaan maupun 
tweet yang diunggahnya, Pangeran 
Mohamed bin Zayed masih aktif 
beraktivitas, terutama dalam mengatasi 
penularan Virus Covid-19


Warga Kota Lubuklinggau dihebohkan terbit nya pesan berantai berisi informasi 
adanya pasien positif Corona. Dalam pesan itu disebutkan bahwa pasien berobat ke RS 
Siloam dan dipindahkan ke AR Bunda dan kemudian dipindahkan ke RS Siti Aisyah.
yang benar, informasi dalam pesan ini langsung dibantah oleh Kepala Dinas 
Kesehatan (Kadinkes) Kota Lubuklinggau, Cikwi Faris. Cikwi Faris menyampaikan sudah 
menghubungi Direktur Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau untuk memastikan 
informasi ini dan ternyata informasi adanya pasien Corona ini tidak benar 
alias hoaks. Ia pun mengimbau kepada warga untuk tidak menyebarkan 
berita-berita bohong.


Belum lama terbit  isu bahwa aktor legendaris Jackie Chan dikabarkan terjangkit Virus 
Corona. Ia bahkan disebut-sebut sedang menjalani karantina untuk menyembuhkan 
Virus Corona. 
yang benar, Jackie Chan melalui akun Instagram miliknya membantah bahwa dirinya 
dikarantina. Ia memastikan saat ini kondisinya dalam keadaan sehat. "Terima kasih atas 
perhatian semua orang! Saya aman dan kuat, dan sangat sehat. Tolong jangan 
khawatir, saya tidak dalam karantina. Saya harap semua orang juga selalu aman dan 
sehat" tulis Jackie diakhir keterangan unggahannya. Postingan ini sekaligus 
membantah rumor yang terbit  bahwa dirinya dikarantina karena terinfeksi Corona.


terbit  informasi di media sosial yang menyebutkan adanya seorang pasien yang 
meninggal dunia karena Virus Corona di Kota Sukabumi. Klaim ini mengacu 
kepada seorang pasien yang sakit sepulang dari Umroh di Mekkah.
yang benar, informasi ini adalah keliru. Dilansir dari Kompas.com, hal ini 
dibantah langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Beliau mengatakan bahwa 
"(Pasien Cianjur) Saya sampaikan, hasilnya negatif alhamdulillah. Untuk Sukabumi saya 
sudah cek lewat Walikota Sukabumi yang secara teknis ada di lapangan hasilnya negatif, 
bukan virus corona, tapi meninggalnya betul".


terbit  foto disertai keterangan terkait adanya pasien Virus Corona di Rumah Sakit 
Wahidin Sudirohusodo yang diklaim datang dengan didampingi oleh Gubernur Sulawesi 
Selatan, Nurdin Abdullah.
yang benar, Kadis Kesehatan Provinsi Sulsel Muhammad Ichsan Mustari memastikan 
bahwa adanya pasien Virus Corona yang dirawat di Gedung Infeksi Center RSUP Wahidin 
Sudirohusodo, Makassar adalah hoaks. Ia juga menjelaskan jika keterangan dari foto 
yang terbit  itu tidak benar. Foto ini merupakan momen ketika Gubernur Sulsel, 
Wali Kota Makassar dan Kadis Kesehatan Sulsel berkunjung ke Gedung Infeksi Centre 
RSUP Wahidin Sudirohusodo dalam rangka melihat kesiapan RS termasuk meninjau 
beberapa fasilitas yang ada. 


terbit  informasi di sebuah artikel dari salah satu 
situs daring dengan judul "WHO : Merokok, Salah satu 
solusi pencegahan Covid-19". Dalam artikel ini, 
tertulis bahwa "Di negarakita, selain 60% dari rokok yang 
kita hisap adalah pajak untuk negara, ternyata perokok 
tidak disukai COVID-19." dan terdapat juga informasi 
yang seolah menyatakan, merokok adalah salah satu 
solusi dari World Health Organization (WHO) atau Badan 
Kesehatan Dunia untuk mengantisipasi COVID-19.
yang benar, dilansir dari Turnbackhoax.id, informasi 
ini dinyatakan tidak benar. Dikarenakan WHO tak 
pernah menyebut bahwa aktivitas merokok dapat 
menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh infeksi 
SARS-CoV-2 atau Virus Corona baru. yang benar, memang 
benar bahwa artikel ini mengutip informasi yang 
dikeluarkan oleh WHO pada bagian Q&A. Namun, 
ternyata informasi ini telah dihapus dan diganti 
oleh WHO dengan informasi yang lebih valid. Dengan 
demikian, pernyataan ini telah mematahkan 
anggapan bahwa merokok dapat mencegah atau 
mengobati COVID-19, yang justru merokok bisa 
berbahaya bagi tubuh.


terbit  di media sosial sebuah foto dengan 
narasi "Suspect Corona sudah di RS SALEH 
Probolinggo, Semoga kita diberi 
perlindungan”. 
yang benar sesudah ditelusuri, Polres 
Probolinggo Kota melalui akun media 
sosialnya menjelaskan bahwa terkait suspect 
Corona di RSUD Dr. Moch Saleh Kota 
Probolinggo adalah tidak benar atau hoaks. 
Foto ini merupakan simulasi 
penanganan dan kesiapsiagaan Kota 
Probolinggo bilamana ada suspect Corona 
agar dapat tertangani dengan baik.

informasi di media sosial Twitter yang mengklaim bahwa minuman alkohol dengan 
merk Tito’s Vodka dapat dijadikan sebagai pembersih tangan dan mencegah penyebaran Virus 
Corona. 
yang benar, dikutip dari snopes.com klaim ini tidak benar. The Centers for Disease Control 
and Prevention (CDC) menulis bahwa orang dapat menggunakan pembersih tangan berbasis 
alkohol dengan setidaknya mengandung 60% alkohol jika tidak tersedia sabun dan air. Namun 
kebanyakan vodka (termasuk Tito's Vodka) hanya mengandung 40%. Pihak Tito's Vodka melalui 
akun Twitter resminya pun menjelaskan bahwa produknya bukan pembersih tangan yang 
cocok.

terbit  di media sosial sebuah surat nota 
dinas penanganan pasien suspect virus Corona 
di RSUD Bengkalis. Surat nota dinas ini 
tertanggal 7 Maret 2020 dengan nomor surat 
/RSUD-WDP/II/2020.
yang benar sesudah ditelusuri, dilansir dari 
riauterkini.com Pelaksana Tugas (Plt) Direktur 
RSUD Bengkalis dr. Ersan Saputra TH 
mengatakan bahwa surat ini tidak benar 
atau hoaks. Sebab sejauh ini Ersan tidak 
pernah memerintahkan bawahannya untuk 
membuat surat ini. Diakui Ersan, saat ini 
pihaknya sedang melakukan proses 
pengobatan terhadap pasien laki-laki berumur 
sekitar 50 tahun asal Kecamatan Bantan, 
sempat bekerja di Malaysia mengalami infeksi 
paru-paru dan demam, akan tetapi bukan 
sehubungan dengan virus Corona.


Beberapa situs online diketahui mempublikasikan sebuah artikel dengan narasi bahwa 
konsumsi babi merupakan salah satu penyebab masuknya penyakit virus Corona 2019 
(coronavirus disease 2019 atau Covid-19) ke Jakarta. 
yang benar, dikutip dari cekfakta.tempo.co, klaim ini keliru dan tidak berdasarkan 
penelitian dari para ahli terkait penularan Covid-19 yang pertama kali dilaporkan di Wuhan, 
China, pada akhir Desember 2019 lalu. Covid-19 menyebar di negarakita karena ada WNI yang 
melakukan kontak dengan warga negara asing yang sebelumnya telah terpapar Virus Corona 
2019. Dilansir dari Harvard Health Publishing, Virus Corona 2019 tidak menular lewat konsumsi 
daging babi.


terbit  postingan di media sosial Facebook yang berisi informasi bahwa virus Corona 
telah sampai di daerah Leuwiliang dan pasiennya sedang dirawat di RSUD Leuwiliang.
yang benar, Kapolsek Leuwiliang, AKP Ismet Inono mengatakan informasi yang terbit  
ini tidak benar alias hoaks. Berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan 
personil Polsek Leuwiliang, pasien adalah seorang pelajar dari salah satu Boarding 
School yang mengalami sakit demam, batuk dan pilek bukan diakibatkan virus corona 
Covid-19 . Pasien ini ditangani petugas medis RSUD Leuwiliang.


Beberapa akun media sosial Twitter dan 
Facebook diketahui telah mengunggah sebuah 
tautan artikel berita terkait kebijakan 
Pemerintah negarakita yang melarang turis dan 
pendatang masuk serta transit dari wilayah 
sumber penyebaran virus corona (Covid-19). 
Akun-akun ini kemudian mempersoalkan 
kenapa turis China tidak masuk dalam larangan 
ini, sebab China dinilai merupakan sumber 
utama Virus Corona.
yang benar pemerintah negarakita telah melarang 
penerbangan dari China dan menangguhkan 
visa kedatangan warga negara China karena 
mewabahnya Virus Corona. Hal ini 
disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno 
Marsudi. Larangan juga berlaku untuk warga 
negara asing yang melakukan perjalanan ke 
Negeri Tirai Bambu


terbit  informasi adanya sejumlah hewan
yang ditemukan mati mendadak di Cibarusah,
Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu.
Sebuah akun diketahui membagikan informasi
ini dan mengaitkanya dengan Corona.
yang benar, Dinas terkait telah datang ke lokasi
untuk melakukan pengecekan dan uji cepat
(rapid test) terhadap bangkai hewan ini.
Kepala Seksi Pengamatan dan Pemberantasan
Penyakit Hewan (P3H) Dinas Pertanian
Kabupaten Bekasi Dwiyan Wahyudiharto
mengatakan, hasil yang didapat dari
pemeriksaan uji cepat (rapid test) menunjukan
seluruh hewan diduga mati akibat keracunan
karena tidak ditemukan tanda-tanda penyakit
menular. Hal ini sekaligus menjawab dugaan
atau isu yang menyebutkan bahwa
hewan-hewan ini mati akibat Corona
atau flu burung sebagaimana yang sempat
terbit


 terbit  pesan berantai WhatsApp
yang mengatakan adanya nahkoda kapal
CMA CGM Virginia di Pelabuhan Tanjung
Priok, terindikasi virus Corona. Dalam
pesan ini juga mengatakan adanya
nahkoda asal Ukraina yang terinfeksi virus
Corona.
yang benar Direktur Kesatuan Penjagaan
Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen
Perhubungan Laut Kemenhub, Ahmad
menegaskan bahwa informasi adanya
nakhoda kapal CMA CGM Virginia di
Pelabuhan Tanjung Priok terindikasi virus
Corona adalah tidak benar. Hasil
pemeriksaan dikatakan bahwa Nakhoda
kapal berkewargaan Ukraina ini
tidak terindikasi virus Corona melainkan
sakit flu biasa

terbit  sebuah pesan di media sosial yang 
memberikan informasi bahwa ada dua warga 
di Kecamatan Karangnongko dan Delanggu 
Klaten suspek virus Corona. Dalam pesan 
disebutkan bahwa informasi ini dari 
Dinas Kesehatan Klaten.
yang benar sesudah ditelusuri dari 
health.detik.com Kepala Dinas Kesehatan 
Pemkab Klaten, dr Cahyono Widodo 
mengatakan bahwa informasi ini tidak 
benar atau hoaks. Dinas Kesehatan tidak 
pernah menyatakan ada suspek virus Corona. 
Cahyono menghimbau kepada warga 
agar tidak perlu panik soal virus Corona. 
Menurut Cahyono, untuk mengantisipasi 
Corona atau virus apapun warga harus 
melakukan pola hidup bersih dan sehat 
(PHBS). Termasuk cuci tangan pakai sabun


terbit  informasi di media sosial Twitter, yang menyebutkan bahwa di RSHS Bandung 

sudah ada seorang yang fiks kena virus Corona.

yang benar, menurut Staf Khusus Presiden bidang Sosial Angkie Yudistia ia mengatakan 

bahwa dua pasien yang diduga terpapar virus corona di Rumah Sakit Hasan Sadikin 

(RSHS) Bandung itu hoaks. Selain itu juga dibantah oleh Direktur Utama RSHS Jawa Barat, 

Nina Susana Dewi, yang mengatakan agar warga tidak resah dan gelisah terhadap 

dugaan dua pasien yang terpapar virus Corona. Ia pun menegaskan jika informasi di luar 

yang menyebutkan adanya pasien positif terkena virus Corona itu hoaks.

terbit  sebuah pesan berantai di media 

sosial WhatsApp, yang berisikan sebuah 

foto seorang penumpang meninggal 

karena virus corona di terminal 3 Bandara 

Soekarno Hatta.

yang benar, dilansir dari cekfakta.tempo.co,

Senior Manager of Branch Communication 

& Legal Bandara Soekarno-Hatta PT 

Angkasa Pura II, Febri Toga Simatupang, 

membantah kalau foto yang terbit  

ini meninggal karena virus corona, 

Menurut Febri, penumpang yang 

meninggal ini karena gagal jantung, 

bukan karena virus corona ataupun 

penyakit menular.


terbit  sebuah narasi bahwa virus Korona 

sengaja disebarkan rezim di Wuhan, Hubei, 

Tiongkok dimaksudkan untuk membasmi 

umat Islam yang persebarannya sangat 

banyak dan berkembang di wilayah 

ini.

yang benar, dilansir dari data Wikipedia, 

persebaran umat Islam di Wuhan tidak 

terlalu signifikan, mayoritas penduduk 

Wuhan ialah beragama Animisme. Muslim 

di Wuhan hanya 1,6% dari 11 juta penduduk 

wuhan. Agama Islam-pun masih kalah 

jumlah dengan Kristen yang hampir 3%. 

Maka tuduhan bahwa virus korona sengaja 

disebarkan terkait bahwa Wuhan Menjadi 

salah satu kota dengan persebaran Muslim 

paling besar adalah tidak mendasar.


terbit  pesan di HardwareZone yang berisi kabar bahwa terdapat korban 

meninggal 1 orang akibat virus korona di Singapura.

yang benar kabar ini telah diklarifikasi oleh otoritas atau Pemerintah Singapura 

menyebut, informasi di forum HardwareZone bahwa ada seorang warga yang 

meninggal di rumah sakit akibat virus korona merupakan berita hoaks.


Diunggah di media sosial sebuah himbauan yang memberitakan bahwa virus corona dapat 

ditularkan melalui server pada Handphone Xiaomi buatan China. Unggahan ini 

mendapatkan banyak tanggapan dari para Netizen di media sosial.

yang benar menurut Sekretaris Ditjen P2P Kemenkes RI Achmad Yurianto menjelaskan virus 

corona tidak bisa hidup jika menempel di benda mati. Ketua Umum Ikatan Dokter negarakita 

(IDI), dr. Daeng Mohammad Faqih juga menjelaskan bahwa virus corona 2019 Novel 

Coronavirus atau 2019-nCoV bisa menular antar manusia lewat batuk dan bersin hingga lewat 

makanan tercemar air liur orang yang terinfeksi virus ini dan penularan virus corona 

juga dapat berasal dari hewan ke manusia.


terbit  sebuah informasi di media sosial 

berupa tata cara pengolahan bawang putih 

yang diklaim dapat menyembuhkan korban 

yang terinfeksi virus corona.

yang benar menurut Ahli vaksin dari OMNI 

Hospitals Pulomas, dr Dirga Sakti Rambe, 

SpPD mengatakan klaim bawang putih dapat 

menyembuhkan virus corona bisa dipastikan 

tidak benar alias hoaks. Menurutnya hingga 

saat ini belum ada obat atau vaksin yang 

teruji bisa menghalau virus. Ditegaskan juga 

oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian 

Penyakit Menular Langsung Kementerian 

Kesehatan dr. Wiendra Waworuntu bahwa 

belum ada vaksin maupun obat untuk virus 

corona strain baru ini.


vaksin di Facebook, di mana beberapa pengguna mengatakan penyakit ini bisa menjadi

rencana pemerintah untuk memvaksinasi lebih banyak orang. Postingan itu disertai tautan

link patents.justia.com yang sudah ada sejak 2015.

Dilansir dari situs politifact.com, tautan link yang tercantum ini adalah terkait dengan

coronavirus yang memicu SARS, yang berbeda dari jenis penyakit yang terjadi di Wuhan.

SARS-CoV sendiri merupakan beta coronavirus yang memicu sindrom pernapasan akut

parah. Mesh Adalja, sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Universitas John Hopkins

mengatakan saat ini 

Beberapa postingan di media sosial yang mengklaim bahwa sebuah virus corona telah ada

dan dikembangkan sebelumnya. Klaim itu secara luas dibagikan dalam sebuah grup

anti-vaksin di Facebook, di mana beberapa pengguna mengatakan penyakit ini bisa menjadi

rencana pemerintah untuk memvaksinasi lebih banyak orang. Postingan itu disertai tautan

link patents.justia.com yang sudah ada sejak 2015.

Dilansir dari situs politifact.com, tautan link yang tercantum ini adalah terkait dengan

coronavirus yang memicu SARS, yang berbeda dari jenis penyakit yang terjadi di Wuhan.

SARS-CoV sendiri merupakan beta coronavirus yang memicu sindrom pernapasan akut

parah. Mesh Adalja, sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Universitas John Hopkins

mengatakan saat ini tidak ada vaksin yang tersedia untuk virus corona yang berasal dari

Wuhan.

terbit  informasi di media sosial

Facebook yang menyebutkan bahwa

penyebab penyakit yang mematikan yaitu

Virus Corona disebabkan oleh hidangan

sup kelelawar, yang dijual di Restoran di

kota Wuhan China.

yang benar, Menteri Kesehatan (Menkes)

Terawan Agus Putranto membantah soal

Kelelawar ada hubungannya dengan

Virus Corona. Beliau mengatakan bahwa

itu adalah hoaks, Kelelawar dan

semacamnya tidak ada hubungan

dengan virus Corona. Selain itu, Erni

Juwita Nelwan Perwakilan Ikatan Dokter

negarakita (IDI) juga mengatakan bahwa

Virus Corona awalnya menyerang hewan,

seperti kelelawar. Namun, jika sudah

dijadikan sup, seharusnya virus sudah

mati.

terbit  sebuah pesan berantai di sosial

media Whatsapp yang menyebutkan bahwa

virus corona dapat dicegah dengan cara rutin

minum air putih dan menjaga kelembapan

tenggorokan. Pada narasi pesan berantai

disebutkan bahwa informasi itu berasal dari

Kementerian Kesehatan.

Dilansir dari suara.com yang langsung

mengkonfirmasi kebenaran pesan berantai

ini, Direktur Jenderal Pencegahan dan

Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr

Anung Sugihantono, MKes, mengatakan

pesan ini bukan dikeluarkan oleh

Kemenkes. "Tidak ada release dari Kemkes

dengan narasi seperti itu," tegas Anung saat

dihubungi suara.com. sesudah ditelusuri,

pesan berantai serupa ditemukan dalam versi

Bahasa Inggris, dan sudah dinyatakan hoaks

oleh Kementerian Kesehatan Singapura


terbit  informasi di media sosial yang

menyebutkan adanya pasien berumur 7

bulan meninggal karena terserang Virus

corona di RSUD DR. Soetomo Surabaya.

yang benar, informasi ini dibantah

oleh RSUD Dr. Soetomo melalui akun

Twitternya @rsudrsoetomo yang

menegaskan sampai saat ini di RSUD Dr.

Soetomo belum ada pasien yang

menunjukkan diagnosa sebagai infeksi

dari Virus Corona. Pihaknya juga

menghimbau kepada warga untuk

selalu meningkatkan kewaspadaan dan

menerapkan perilaku hidup bersih dan

sehat.

terbit  melalui media sosial Facebook 

tentang Warga Negara Asing (WNA) asal 

China terserang Virus Corona di RSU Dr 

Soetomo Surabaya.

yang benar, sesudah ditelusuri berita 

ini tidak benar. Humas RSUD Dr 

Soetomo Pesta Parulian mengatakan, 

pasien asal China itu disebut tidak 

terjangkit Virus Corona.


terbit  potongan video di media 

sosial yang bernarasikan “Kepanikan 

luar biasa orang2 china akibat 

#VirusCorona, lalu bagaimana 

kepanikan orang2 #Uyghur saat 

kalian teror dengan teror diluar batas 

prikemanusiaan??

Ini hanya sedikit balasan dari Allah 

didunia ini akibat China memusuhi 

islam..”.

yang benar video yang terbit  

bukanlah video kepanikan warga 

China yang diakibatkan virus corona. 

Melainkan, potongan video pekerja 

Guangdong yang kembali ke Yulin 

untuk merayakan Festival Musim 

Semi. Fakta lainnya narasi yang 

terbit  salah sehingga 

menimbulkan premis yang tidak 

sesuai dengan konteks 

sesungguhnya dari video ini




mengandung virus corona yang 

berasal dari kelelawar.

yang benar menurut pakar kesehatan, 

dr. Eko Budidharmaja kabar ini 

tidak benar, sebab mencuci kurma 

sebelum dikonsumsi tidak akan 

mampu mensterilkan virus. selain itu 

dr. Eko menyebut coronavirus 

cenderung ditularkan melalui udara, 

khususnya dari orang-orang yang 

sudah terinfeksi virus ini melalui 

bersin dan batuk. Sehingga tidak 

benar bila disebarkan oleh kelelawar.

Hoaks

Link Counter :

https://doktersehat.com/kurma-mengandung-virus-corona/?

https://stophoax.id/blog/post/salah-cuci-bersih-kurma-karena-mengandung-virus-corona-yang-ber

asal-dari-kelelawar-9744

8. Kurma Harus Dicuci Bersih Karena Mengandung Virus 

Corona yang Berasal dari Kelelawar

Minggu, 26 Januari 2019

Penjelasan :

terbit  postingan di media sosial 

Facebook, dengan narasi yang 

menyebut ada satu orang yang 

dicurigai terinfeksi virus corona di 

rumah sakit Wahidin Makassar dan 

tengah diisolasi.

yang benar, Direktur Utama RSUP Dr 

Wahidin Sudirohusodo Khalid Saleh 

mengatakan bahwa kabar adanya 

pasien dengan diagnosa mengidap 

virus corona yang dirawat di RSUP Dr 

Wahidin adalah tidak benar. Melainkan, 

pasien ini hanya mengidap sakit 

Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau 

biasa disebut dengan ISPA.

terbit  sebuah informasi di media 

online yang menyebutkan bahwa 

virus Corona sudah masuk di Jakarta, 

1 Pasien di RSPI Sulianti Saroso 

Jakarta sedang diisolasi.

yang benar, pasien yang diduga 

terjangkit virus corona ini telah 

dinyatakan negatif. Direktur Medik 

dan Keperawatan RSPI Sulianti 

Saroso dr Diany Kusmowardhani 

mengatakan bahwa hasil 

pemeriksaan menunjukkan negatif 

virus Corona. Sebelumnya, pasien 

sempat di suspect karena memiliki 

riwayat perjalanan dari China dan 

mengalami demam hingga sesak 

napas

terbit  informasi yang menyatakan virus 

corona sudah menyebar dan masuk ke 

negarakita. Kasus pertama terjangkitnya 

nCov atau virus corona di negarakita berasal 

dari pekerja Huawei warga negara asal China 

yang bekerja di Gedung BRI 2, Benhil, 

Jakarta Pusat. 

yang benar Menteri Kesehatan Terawan Agus 

Putranto, yang menyempatkan berkunjung 

ke Wisma BRI 2 menyatakan karyawan 

Huawei ini hanya radang tenggorokan. 

Ia menjamin, virus corona belum terdeteksi 

masuk ke negarakita. Menkes Terawan 

menegaskan untuk tidak berasumsi terkait 

penyebaran virus corona, tanpa adanya 

diagnosis yang pasti dari dokter, rumah 

sakit, atau Kementerian Kesehatan. Direktur 

Utama PT Bank Rakyat negarakita (Persero) 

Tbk (BRI) Sunarso juga membantah tegas 

adanya virus di lingkungan BRI. Ia 

menyatakan tidak ada pegawai yang 

terbukti mengidap virus ini


beberapa postingan di media sosial yang mengklaim bahwa sebuah virus corona telah ada

dan dikembangkan sebelumnya. Klaim itu secara luas dibagikan dalam sebuah grup

anti-vaksin di Facebook, di mana beberapa pengguna mengatakan penyakit ini bisa menjadi

rencana pemerintah untuk memvaksinasi lebih banyak orang. Postingan itu disertai tautan

link patents.justia.com yang sudah ada sejak 2015.

Dilansir dari situs politifact.com, tautan link yang tercantum ini adalah terkait dengan

coronavirus yang memicu SARS, yang berbeda dari jenis penyakit yang terjadi di Wuhan.

SARS-CoV sendiri merupakan beta coronavirus yang memicu sindrom pernapasan akut

parah. Mesh Adalja, sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Universitas John Hopkins

mengatakan saat ini tidak ada vaksin yang tersedia untuk



terbit  di media sosial Facebook 

informasi mengenai anjuran dari 

dokter dan menteri kesehatan di 

Timur Tengah untuk mencuci bersih 

kurma sebelum dikonsumsi karena 

mengandung virus corona yang 

berasal dari kelelawar.

yang benar menurut pakar kesehatan, 

dr. Eko Budidharmaja kabar ini 

tidak benar, sebab mencuci kurma 

sebelum dikonsumsi tidak akan 

mampu mensterilkan virus. selain itu 

dr. Eko menyebut coronavirus 

cenderung ditularkan melalui udara, 

khususnya dari orang-orang yang 

sudah terinfeksi virus ini melalui 

bersin dan batuk. Sehingga tidak 

benar bila disebarkan oleh kelelawar.




Related Posts:

  • epidemi corona 18 terbit  postingan di media sosial yang menginformasikan Pasar Tanah Abang ditutup sementara untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19). Dalam pesan yang terb… Read More