Sabtu, 14 Januari 2023
tanaman di pot
By informasi at Januari 14, 2023
tanaman di pot
MENANAM TANAMAN DALAM POT
ALPUKAT
alpukat berasal dari amerika tengah dan meksiko,
Alpukat berasal dari famili Lauraceae dan genus Persea nama latin Persea americana,
tinggi pohon Alpukat mencapai 20 meter,
daun alpukat memiliki panjang sekitar 12 cm-25 cm.
buah alpukat bertipe buni dengan biji berukuran 5 cm- 6,4 cm didalamnya,
kulit buahnya berwarna hijau tua sampai ungu kecokelatan tergantung varietasnya serta permukaannya tidak rata. Daging buahnya bertekstur lembut dengan warna kuning muda pada bagian dekat biji dan berwarna hijau muda dibagian dekat kulit buah.
Alpukat memiliki banyak manfaat, manfaat apokat diantaranya seperti dapat mencegah risiko terkena penyakit stroke, dapat menjaga kesehatan mata, dapat membantu mengobati sakit Maag, dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan masih banyak lagi yang lainnya. Karena banyak orang yang gemar mengkonsumsi alpukat ini serta banyaknya manfaat dari alpukat, kini banyak orang yang membudidayakan alpukat ini. Namun bagi anda yang
tidak memiliki lahan luas untuk menanam apokat ini, anda dapat menanam alpukat dalam pot atau tabulampot alpukat, berikut cara selengkapnya:
Cara Menanam Alpukat Dalam Pot (Tabulampot Alpukat)
Persiapan Bibit Alpukat
Bibit pohon alpukat dapat diperoleh dengan 3 cara yaitu dengan cara cangkok atau setek batang, melalui biji, dan juga okulasi atau sambung pucuk.
Melalui Cangkok
Pilihlah cabang yang subur , tidak memiliki banyak cabang baru, tidak terlalu tua ataupun muda, cabang tersebut merupakan cabang pohon indukan yang memiliki riwayat buah yang baik mulai dari rasanya, ketahanananya terhadap serangan hama dan penyakit dan lain sebagainya.
Setelah cabang cangkok memiliki akar, maka potonglah bagian pangkal cabang sekitar 3 cm dari cangkokan. Jika sudah, selanjutya tanam cabang cangkok tersebut dalam polybag semai dengan terlebih dahulu penutup cangkokan dibuka. Letakkan bibit alpukat pada tempat yang teduh, lakukan penyiraman secara rutin, serta lakukan perawatan lainnya hingga bibit cangkok memiliki banyak akar dan dapat dipindahtanamkan pada lahan tanam.
Melalui Biji
Apabila anda akan menanam alpukat dari biji, maka anda perlu penyemaian biji terlebih dahulu. Buah alpukat yang sudah tua di belah kemudian bijinya diambil, selanjutnya biji dijemur selama sekitar 3 jam setelah itu letakkan pada tempat yang teduh. Semailah biji benih pada polybag semai, lakukan perawatan pada biji benih hingga tumbuh menjadi bibit dengan ketinggian sekitar 1 meter atau siap di pindah tanamkan pada lahan tanam.
Melalui Sambung Pucuk atau Okulasi
Apabila anda ingin pohon alpukat yang anda semai dari biji dapat cepat berbuah, anda dapat memilih cara sambung pucuk ini. Caranya ambillah tunas pohon alpukat yang telah berbuah sebagai batang atas dan pohon alpukat hasil semai biji menjadi batang bawah.
Namun jika anda tidak mau repot, anda dapat membeli bibit alpukat tersebut di toko tanaman.
Cara Menanam Alpukat Dalam Pot
Pot yang digunakan untuk menanam alpukat ini perlu berukuran besar karena tanaman alpukat akan tumbuh membesar, pot yang digunakan kira-kira berdiameter sekitar 40 cm dengan tinggi sekitar 45 cm.
Selanjutnya, isi pot dengan media tanam berupa cempuran tanah bakar dengan pasir dan pupuk kandang, serta pupuk jenis kimia lainnya. Perbandingan yang di anjurkan yaitu berbanding sama dengan tanahnya.
Biasanya, penanaman dilakukan pada malam hari, karena pada malam hari suhu udara dingin sehingga tanaman dapat tumbuh dengan subur. Karena tanaman alpukat tersebut memang menyukai udara yang dingin dan lembab.
Cara Merawat Tabulampot Alpukat
Setelah penanaman dilakukan, lakukan perawatan secara rutin. Lakukan penyiraman dan pemupukan secara teratur setiap harinya, penyiraman dan pemupukan dilakukan harus sesuai dosis yang di anjurkan.
Selain itu, lakukan pula pemangkasan setiap 3 bulan sekali agar tanaman tidak mudah terserang hama dan penyakit, dan jangan lupa semprotkan cairan pestisida secara teratur.
Lakukan pula pergantian pot harus dilakukan setiap 2 tahun sekali, karena tanaman alpukat ini cepat tumbuh membesar sehingga membutuhkan pot yang lebih besar dari sebelumnya. Selain pot, lakukan pula pergantian media tanam yang dapat dilakukan setiap 4-6 tahun sekali.
Demikian artikel pembahasan tentang Cara Mudah Menanam Alpukat Dalam Pot (Tabulampot Alpukat) Agar Cepat Berbuah Di Rumah“, semoga bermanfaat.
ANGGUR
Menanam Anggur dalam Pot atau Tabulampot Anggur. Siapa bilang tanaman anggur tidak bisa berbuah jika ditanam dalam pot. Asalkan kebutuhan nutrisinya terpenuhi, anggur juga mampu berbuah secara maksimal. Anggur atau grape merupakan jenis buah yang berasal dari Timur Tengah, tepatnya Mesopotamia—kini bernama Irak. Tanaman anggur sudah dibudidayakan sejak 4.000 SM. Anggur masuk ke Indonesia sekitar tahun 1.800-an, dibawa langsung oleh orang Eropa. Umumnya, anggur banyak dimanfaatkan untuk minuman penghangat tubuh (wine), diolah menjadi kismis (anggur kering), atau dikonsumsi langsung sebagai buah segar.
A. Sipat-sipat Tanaman Anggur
Tanaman anggur tumbuh merambat. Kemampuan tumbuhnya bisa mencapai 15 meter. Tipe rasa buah anggur adalah manis dan masam. Bentuk buah anggur umumnya bulat dan lonjong dengan kulit halus berwarna merah atau merah tua, biru kehitaman, putih kekuningan, dan hijau keputihan. Umumnya, varietas anggur yang banyak dibudidayakan adalah Vitis vinevera dan Vitis labrusca.
B. Syarat Tumbuh Tanaman Anggur
Anggur sangat cocok dibudidayakan di daerah beriklim kering dengan suhu 25—31° C, kelembapan 40—60%, dan intensitas matahari penuh sepanjang hari.
Anggur dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian 1—800 m dpl. Perbedaan ketinggian otomatis akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.
Umumnya, buah anggur bisa dipanen setelah berumur 90—110 sejak berbunga. Tanda-tanda anggur yang sudah bisa dipanen adalah warnanya sudah merata dan butirannya mudah lepas.
C. Tipe Anggur
Pada dasarnya, pertumbuhan anggur dibagi menjadi tiga tipe, yakni anggur dataran rendah dan anggur dataran sedang. Perbedaannya dapat dilihat pada tabel berikut.
Tipe Pertumbuhan
Ketinggian Tempat
Varietas
Karakteristik Buah
Anggur Dataran Rendah
1—300 m dpl dengan kondisi tanah yang porous. Iklim yang dikehendaki adalah iklim kering dengan jumlah bulan kering lebih dari 3,5 bulan
Golden champion, sultana, probolinggo biru, probolinggo putih, situbondo kuning, gros colman alphonso lavalle, delaware, black corinth, thompson, dan muscat d’alexandria. Semuanya termasuk jenis Vitis vinifera
Rasa buah manis, sehingga sering dijadikan buah konsumsi segar. Namun, beberapa jenisnya, seperti thompson, black corinth, dan muscat d’alexandria lebih sering dibuat kismis. Kulit anggur dataran rendah cenderung tebal dengan daging buah terasa kenyal dan ukuran buah relatif kecil atau sedang.
Anggur Dataran Sedang
Lebih dari 300 m dpl. Iklim yang dikehendaki agak basah dengan jumlah bulan kering kurang dari tiga bulan per tahun
Curmen, beacon, white malaga, isabella, dan briliant. Semuanya termasuk varietas Vitis labrusca
Rasanya masam, sehingga sering dijadikan wine. Kulitnya tipis, tetapi ukuran buahnya relatif besar.
D. Varietas Anggur yang Bisa Ditanam dalam Pot
Tidak semua jenis anggur yang ada bisa tumbuh optimal di Indonesia. Hanya beberapa varietas yang bisa dibudidayakan dan benihnya banyak diperdagangkan. Di antaranya, anggur probolinggo biru, probolinggo putih, situbondo kuning, isabella, belgi, australia, alphonso lavalle, dan delaware.
E. Cara Menyemai Bibit Anggur
Semai biji yang dimaksud di sini adalah menghasilkan bibit anggur sendiri. Caranya, bisa diterapkan dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut.
Kumpulkan biji dari buah anggur yang sudah tua, lalu simpan selama seminggu di tempat sejuk dan tidak terkena cahaya matahari langsung.
Rendam biji dalam air hangat yang telah diberi zat pengatur tumbuh selama semalam. Biji yang mengapung bisa dipastikan bahwa biji tersebut telah rusak dan tidak bisa disemai.
Tanam biji tersebut di wadah semai, dengan komposisi media berupa pasir halus dan pupuk kandang. Ada baiknya, media semai ini dicampur juga dengan insektisida dan nematisida untuk mencegah serangan penyakit. Letakkan media semaian ini di tempat teduh atau tidak terkena cahaya matahari langsung.
Lakukan penyiraman air secara rutin minimal sehari sekali. Umumnya, benih akan mengeluarkan kecambah setelah satu minggu dipelihara.
Pindahkan bibit anggur yang telah mengeluarkan setidaknya lima helai daun ke dalam polibag atau pot, dengan komposisi media yang sama dengan media semai. Usahakan, pemindahan bibit tidak sampai ada akar yang terputus.
Selain menyemai sendiri, bibit anggur juga bisa diperoleh dengan cara membeli langsung di penjual bibit tanaman buah. Bibit anggur yang dibeli setidaknya sudah berumur 6 bulan, tumbuh sehat dan normal, dan telah memiliki dua helai daun dewasa. Jangan segan-segan untuk menanyakan kepada pedagang tentang keunggulan dan kelemahan bibit tersebut, masa berbunga, masa berbuah, dan perlakuan yang harus dilakukan untuk memudahkan pemeliharaan selanjutnya.
F. Memindahkan Bibit dari Polibag ke Pot
Sering orang menganggap mudah hal ini. Padahal, kesalahan sedikit saja bisa menyebabkan tanaman mati. Berikut cara pemindahan bibit anggur.
Sediakan pot untuk wadah hidup tabulampot. Pot yang digunakan bisa berupa pot plastik, ember, atau drum yang dipotong bagian tengahnya. Selanjutnya, masukkan pecahan genting untuk mengisi bagian dasar pot.
Masukkan campuran media ke dalam pot yang telah disediakan. Komposisi media tanam untuk anggur idealnya berupa tanah, pasir, dan pupuk kandang (1 : 1 : 2) atau tanah, pupuk kandang, dan sekam mentah (1 : 2 : 1). Tanah yang dipilih sebaiknya tanah kebun yang banyak humusnya.
Lepaskan bibit dari polibag dengan mengikutsertakan medianya. Pemindahan dilakukan dengan menyobek polibag, lalu meletakkan bibit di dalam pot.
Tambahkan sedikit media untuk menutupi media yang sudah ada hingga ketinggian 2 cm di bawah bibir pot. Selanjutnya, siram media dengan air dan letakkan tanaman di tempat yang teduh.
Pemasangan Ajir dan Para-para
Karena tumbuh merambat, otomatis tanaman anggur membutuhkan sarana untuk tempat tumbuhnya. Alat rambat yang digunakan disebut ajir atau para-para. Media rambat ini bisa terbuat dari kayu, bambu, atau besi dengan model yang bervariasi.
G. Perawatan Harian Tabulampot Anggur
a. Penyiraman
Penyiraman rutin dilakukan dua hari sekali, tergantung pada kondisi cuaca.
Ketika hendak melakukan pemangkasan, terapkan stres air, yakni tanaman tidak disiram selama satu minggu hingga media benar-benar kering, tetapi tanaman tidak mati. Ketika bunga muncul, penyiraman dilakukan normal kembali.
b. Pemupukan
Umur 10 hari setelah bibit ditanam, berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 15 gram. Pemupukan diulang setiap 10 hari hingga tanaman berumur enam bulan.
Umur enam bulan, berikan pupuk ZA sebanyak 50 gram, SP-36 sebanyak 25 gram, dan KCl sebanyak 25 gram. Bisa juga NPK 15-15-15 sebanyak 100 gram. Pemupukan diulang satu bulan sekali.
Umur satu tahun (panen pertama), berikan pupuk kandang sebanyak 5 liter dan NPK 15-15-15 sebanyak 300 gram.
Umur dua tahun, berikan pupuk kandang sebanyak 10 liter dan NPK 15-15-15 sebanyak 500 gram.
Pemupukan bisa juga ditambahkan dengan zat pengatur tumbuh dan vitamin tanaman yang tersedia di pasaran dengan berbagai merek dagang. Berikan sesuai dosis yang tertera pada label kemasan. Tujuannya untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman dan mempercepat pembuahan.
c. Pemangkasan
Tabulampot anggur bisa dipangkas sejak berumur 2—3 bulan setelah tanam. Pemangkasan dilakukan setinggi 20—30 cm dari media tanam. Dari pemangkasan ini akan dihasilkan cabang sekunder. Sama seperti cabang primer, cabang sekunder yang panjangnya sudah 1 meter harus dipangkas. Dengan harapan, akan tumbuh cabang tersier. Dari percabangan tersier nantinya buah akan bermunculan.
Selain pemangkasan cabang, lakukan juga pemangkasan berat. Pemangkasan berat dilakukan dengan menghabiskan seluruh daun tanaman. Penerapannya dilakukan ketika tanaman berumur satu tahun.
d. Penjarangan dan Pembungkusan Buah
Penjarangan buah bertujuan untuk menghasilkan buah yang ukurannya seragam. Caranya, gunting bagian buah yang tidak berkembang sempurna. Perlakuan ini dilakukan ketika tanaman berumur 50—60 hari setelah pemangkasan dilakukan.
Selain penjarangan buah, lakukan juga pembungkusan buah. Alat yang digunakan berupa plastik atau koran yang beberapa sisinya dilubangi. Selain untuk mencegah serangan hama dan penyakit, pembungkusan juga dipercaya dapat menghasilkan buah anggur yang manis.
e. Penggantian Media
Penggantian media tanam dilakukan untuk mencegah tanaman kekurangan nutrisi. Setidaknya, perlakuan ini dilakukan 1—2 tahun sekali. Cara yang dilakukan adalah mengganti sebagian besar media dengan media tanam baru. Komposisi media tanam yang digunakan sama dengan media sebelumnya.
f. Pemanenan
Umumnya, anggur sudah bisa dipanen ketika berumur empat bulan setelah pindah tanam. Pemanenan dilakukan dengan cara memegang buah dan menggunting bagian tajuk paling atas dari buah, bukan memetiknya. Waktu panen sebaiknya diatur agar jatuh pada musim kemarau.
Sebab, pada musim penghujan, kualitas buah yang dihasilkan kurang bagus, yakni kulit buah retak, mudah pecah, buah mudah busuk, dan pertumbuhan buah tidak merata. Dua minggu setelah panen, lakukan pemangkasan berat untuk mempercepat pembuahan kembali.
APEL
Apel atau Malus domestica adalah salah satu jenis buah yang berasal dari genus Malus dan masuk dalam famili Rosaceae. Buah apel memiliki buah dengan kulit berwarna merah, hijau atau kuning dan daging buahnya berwarna putih agak keras kadang juga ada yang masir. Apel pertama kali ditanam oleh orang Asia Tengah.
Apel biasanya dimakan mentah-mentah tanpa diolah, kadang juga apel diolah menjadi minuman sari apel, saus apel, cuka apel,keripik apel dan masih banyak lagi lainnya.
Apel banyak digemari oleh banyak orang, jika kalian ingin menanam buah tersebut sendiri dirumah tidak ada salahnya. Biasanya melakukan penanaman apel menggunakan stek batang, bibit okulasi atau juga cangkok. Karena sulitnya mencari bibit apel, anda bisa melakukan penanaman menggunakan biji. Jika kalian ingin menanam buah apel namun tidak memiliki lahan yang luas, anda dapat menanam apel dalam pot atau tabulampot apel, berikut cara selengkapnya:
Cara Menanam Apel Dari Biji Dalam Pot atau Tabulampot Apel
Simulasi Musim Dingin Untuk Membuat Biji Berkecambah
Untuk menanam menanam apel dari biji adalah dengan melakukan penyemaian hingga biji bertunas. Untuk hal itu memang sangatlah membutuhkan perhatian penuh yaitu salah satunya memanipulasi suhu ruangan media tanam kartena pohon apel akan tumbuh dengan baik pada lingkungan yang memiliki suhu dingin.
Kumpulkan 2 jenis biji apel, hal ini dimaksudkan karena pohon apel tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri ketika susah memasuki masa berbuah jika anda menanam 1 jenis apel saja.
Pisahkan dahulu biji apel dari daging buah kemudian jemur agar kulit luar biji tidak lembab. Proses selanjutnya yaitu dengan memasukkan biji apel yang sudah kering kedalam tissue atau kain. Tissue atau kain itu digunakan sebagai media semai yang kemudian diletakkan dalam wadah dan ditutup rapat. Selain tissue anda juga dapat menggunakan tanah gambut untuk media semainya. Setelah ditutup rapat masukan wadah semai tersebut ke dalam lemari es, tahap ini disebut juga dengan tahap after ripening yaitu mengkondisikan biji apel seolah dalam musim dingin. Atur suhu tetap sekitar 40-42 derajat farenheit atau 4,4-10 derajat celcius. Setelah sekitar 8 minggu maka biji apel mulai tumbuh tunas dan akar.
Manipulasi Suhu
Apel cocok tumbuh di suhu yang dingin. Misalnya di tempat Malang. Untuk menumbuhkan kecambahnya dari biji, dibutuhkan suhu yang dingin. Anda dapat memanipulasi suhu dengan cara memasukannya ke dalam kulkas. Pertama, yang perlu dilakukan yaitu menaruh biji yang sudah kering pada kain, kemudian bungkus biji menggunakan tisu berair dan masukkan ke dalam wadah yang tertutup rapat.
Wadah dapat berupa kantong plastik atau toples. Letakkan benih dalam lemari es bersuhu 4,4 hingga 10 derajat celcius selama 8 minggu. Biji akan mengeluarkan tunasnya dan berkecambah pada masa tersebut. Setelah 8 minggu, biji siap dipindahkan pada media tanah.
Tanah pH netral dan Posisi Pot
Untuk menanam biji apel di pot tanah yang terbaik yaitu tanah dengan pH netral. Buat cekungan dalam tanah di pot selebar dua atau tiga kali luas biji yang sudah berkecambah. Tidak disarankan menambahkan pupuk pada tanah. Pindahkan bibit secara hati-hati sebab akar kecambahnya masih sangat lembut. Masukan benih ke dalam lubang kemudian tutup benih dengan tanah secara lembut, pastikan menepuk tanah dengan lembut. Siram benih biar tanah tetap lembab, namun jangan berlebihan dalam menyiramnya. Letakan pot pada suhu kamar namun usahakan mendapat cahaya matahari yang cukup. Anda dapat meletakkan pot di samping jendela untuk asupan cahaya matahari yang cukup.
Memindahkan Tunas Apel Ke Pot atau Polybag Pembibitan
Biji yang telah bertunas dan berakar selanjutnya di pindah ke pot atau polybag. namun sebelumnya isi pot atau polybag tersebut diisi dengan media tanam berupa tanah gambut yang dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Setelah dilakukan penanaman letakkan pot atau polybag tersebut pada tempat bersuhu kamar namun usahakan tetap mendapatkan sinar matahari. Lakukan penyiraman secara rutin hingga tunas memiliki daun. Proses tersebut akan membutuhkan waktu sekitar 3-4 minggu. Setelah tanaman apel memiliki 5-7 helai daun, bibit tanaman apel dapat dipindahkan ke pot yang lebih besar.
Cara Menanam Bibit Apel Dalam Pot
Siapkan pot berukuran besar atau disesuaikan dengan ukuran bibit apel yang akan ditanam, namun diusahakan berukuran besar karena nantinya pohon apel akan membesar. Setelah itu isi pot dengan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Setelah itu, segera lakukan penanaman. Setelah selesai menanam, lakukan penyiraman untuk menjaga kelembaban media tanam apel.
Cara Merawat Pohon Apel
Lakukan penyiraman secara rutin terutama pada musim kemarau atau kering. Agar nutrisi yang dibutuhkan tanamana apel terpenuhi, maka lakukan pemupukan setiap 4 bulan sekali8 dengan menggunakan pupuk NPK. Biasanya setelah berumur 6-8 tahun setelah tanam, pohon apel akan mulai berbuah.
Demikian artikel pembahasan tentang Cara Menanam Apel Dari Biji Dalam Pot (Tabulampot Apel) Agar Cepat Berbuah Bagi Pemula“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya. Sampai jumpa
BELIMBING
Berbicara mengenai tanaman buah belimbing, siapa yang tidak mengenal tanaman berbuah yang satu ini? Buah-buahan yang telah terkenal sejak dahulu ini sudah banyak yang membudidayakannya. Membudidayakan tanaman berbuah belimbing bisa dikatakan tidak terlalu sulit jika kita mengetahui tahap-tahapnya.
Membudidayakan belimbing dapat dilakukan dimana saja. Baik itu di lapangan terbuka maupun di dalam pot. Pada kesempatan kali ini, kita hanya akan membahas cara menanam belimbing di dalam pot.
Menanam buah di dalam pot atau yang biasa disebut dengan tabulampot sudah banyak dilakukan masyarakat Indonesia. Sudah banyak jenis tanaman berbuah yang sudah dijadikan tabulampot dan salah satunya adalah belimbing.
Tanaman belimbing yang akan kita bahas adalah tanaman belimbing manis. Menanam tabulampot belimbing manis tidaklah sulit. Cukup mengetahui bagaimana cara menanam tabulampot belimbing manis maka tidak akan ada kesulitan yang akan kita temui.
Tabulampot Belimbing: Agar Pohon Belimbing Berbuah Lebat
Sebelum memulai menanam tabulampot, terlebih dahulu kita perlu mempersiapkan beberapa hal. Hal-hala yang perlu dipersiapkan sebelum menanam tabulampot adalah sebagai berikut.
Media tanam Tabulampot Belimbing
Media tanam yang digunakan tidak boleh media tanam yang sembarangan. Media tanam yang dipakai dapat berupa campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.
Media tanam yang dipakai harus sesuai dengan persyaratan. Syarat untuk media tanam yang dipakai untuk menanam tabulampot belimbing adalah dapat menyimpan air dengan baik, ringan, gembung, bebas dari serangan hama maupun penyakit, serta porous.
Pot
Karena belimbing manis ini termasuk buah yang dapat terus tumbuh membesar, maka gunakanlah pot yang terbuat dari drum bekas.
Diameter yang dipakai disesuaikan dengan kebutuhan. Bagian bawah pot dapat dilubangi dan tambahkan penyangga pada bagian bawah pot agar air yang telah disiram pada tanaman dapat mengalir lancar.
Penanaman Belimbing Pot
Setelah selesai mempersiapkan beberapa hal, selanjutnya penanaman dapat langsung dilakukan. Cara melakukan penanaman tanaman belimbing manis dengan sistem tabulampot adalah sebagai berikut.
Pecahan genting dimasukkan ke dalam pot yang terbuat dari drum bekas pada bagian dasar pot.
Setelah itu, campuran media tanam dapat dimasukkan ke dalam pot hingga setengah dari bagian pot.
Bibit kemudian dilepaskan dari polybag secara hati-hati agar perakaran tidak putus.
Masukkan bibit belimbing ke dalam pot.
Untuk mengisi kekosongan di dalam pot, kita dapat memasukkan sisa campuran media tanam hingga penuh atau 5 cm dari permukaan bibir pot.
Letakkan tanaman di tempat yang teduh.
Biarkan hingga satu bulan.
Setelah menghasilkan beberapa tunas, letakkan tabulampot di tempat yang lebih terbuka seperti tempat yang mendapatkan sinar matahari.
Setelah selesai melakukan penanaman jangan lupa tanaman belimbing manis dirawat secara rutin agar cepat menghasilkan buah. Perawatan yang dilakukan dapat berupa penyiraman, pemangkasan, pemupukan, serta repotting.
Perawatan Harian Tabulampot Belimbing Manis
Tanaman belimbing manis termasuk salah satu jenis tanaman berbuah yang dapat dibudidayakan dengan sistem tabulampot.
Kunci keberhasilan dari penanaman tabulampot ada dua, yaitu bibit yang dipilih adalah bibit yang berkualitas serta perawatan yang dilakukan terhadap tabulampot dapat berjalan dengan baik. Dengan begitu, penanaman yang kita tanam selama ini tidak sia-sia karena tabulampot telah menghasilkan buah sesuai dengan keinginan kita.
Salah satu kunci keberhasilan dari penanaman tabulampot adalah bagaimana cara perawatannya. Dan kali ini kita akan membahas cara perawatan tanaman tabulampot belimbing manis dengan baik. Lantas, bagaimanakah caranya? Dan cara-caranya adalah sebagai berikut.
Pemangkasan
Agar tajuk tanaman dapat terbentuk, pemangkasan ini perlu diilakukan. Selain itu, tujuan lain dari pemangkasan adalah untuk mengurangi jumlah batang yang tidak berguna agar nutrisi yang diberikan tidak terbagi pada batang yang tidak berguna.
Penyiraman
Penyiraman termasuk salah satu hal yang harus dilakukan pada tanaman agar tanaman dapat mendapatkan asupan air yang cukup. Jika asupan air tabulampot tidak cukup, tanaman tabulampot belimbing manis akan tumbuh kerdil serta lama kelamaan akan mati.
Dalam satu hari, tabulampot belimbing manis dapat disiram sebanyak dua kali yaitu pada pagi dan sore hari. Namun jika cuaca pada saat sedang musim hujan, maka penyiraman dapat dilakukan cukup satu kali dalam sehari saja.
Tujuannya agar tanaman tidak tergenang dengan air karena kelebihan asupan air. Selain itu, penyiraman tidak boleh terlalu banyak namun tidak boleh pula terlalu sedikit. Jika terlalu banyak akan menyebabkan genangan air dipermukaan tanaman. Sedangkan jika kekurangan air akan menyebabkan tanaman tidak akan tumbuh keatas.
Jadi, gunakanlah air secukupnya agar kebutuhan asupan tanaman belimbing manis akan air dapat tercukupi. Selain itu, ingatlah selalu gunakan air bersih agar tanaman tidak tumbuh kerdil.
Repotting
Tujuan dari repotting ini sendiri adalah untuk memindahkan tanaman dari tempat yang satu ke tempat lainnya karena beberapa faktor. Dan faktor yang paling umum adalah karena pot atau wadah yang digunakan sudah tidak muat lagi.
Setiap tanaman harus direpotting. Ciri-ciri tanaman yang siap untuk direpotting adalah tanaman tidak mau lagi berbunga maupun berbuah dengan lebat lagi, akar-akar tanaman keluar dari permukaan meia tanam atau bahkan pot, dan yang terakhir pertumbuhan tanaman tersebut kerdil karena disebabkan penyakit.
Tahap repotting pada tabulampot belimbing manis sama seperti repotting pada tanaman pada umumnya. Sisa hasil pemotongan tabulampot belimbing manis kadangkala para petani memanfaatkannya kembali untuk ditanam kembali.
Pupuk
Tanaman tabulampot termasuk jenis tanaman yang tumbuh kembangnya bagus. Apalagi diberikan pupuk. Pupuk yang dapat diberikan pada tabulampot belimbing manis adalah campuran KCL,campuran urea serta pupuk TSP. Perbandingannya adalah 1:1:1.
Ingatlah, setiap fase pertumbuhan belimbing manis pupuk yang diberikan berbeda-beda. Contohnya seperti pada saat tanaman sedang masa berbunga maka berikanlah tanaman berupa pupuk agar tanaman dapat berbunga lebih lebat lagi.
Penjarangan dan Pembungkusan buah
Lakukan penjarangan jika buah sudah muncul agar buahnya tidak terlalu lebat. Lakukan penjarangan saat buah sudah berumur satu bulan setelah muncul bunga. Buah dapat dipertahankan hanya 1-2 buah pada ranting yang berukuran 6-8 mm, sedangkan ranting yang berukuran 10 mm bisa menahan 2-3 buah. Setelah penjarangan, segera lakukan pembungkusan pada buah menggunakan kertas, plastik, atau pelepah pisang yang sudah kering untuk agar buah terhindar dari serangan hama dan penyakit.
Buah lebih manis
Sebaiknya lakukan pemupukan secara teratur saat buah belimbing mulai muncul. Pemupukan berupa pemberian TSP dan KCI agar dapat meningkatkan rasa manis pada buah yang dihasilkan. Tambahkan juga pupuk organik seperti kompos dan pupuk kandang. Jika buah yang dihasilkan tidak juga manis itu dikarenakan faktor genetik tanaman. Cara lainnya adalah dengan membeli bibit yang berasal dari penyambungan yang menggunakan batang atas dari varietas yang menghasilkan buah dengan rasa manis.
Mungkin ini saja ulasan seputar Tabulampot Belimbing: Agar Pohon Belimbing Berbuah Lebat mudah-mudahan membantu,berguna dan bisa di jadikan bahan rujukan anda di rumah..
DELIMA
Punica granatum, atau tanaman buah delima bisa menjadi pilihan tepat bagi Anda yang ingin memulai menanam buah dalam pot (tabulampot). Tanaman yang berasal dari Iran ini adalah salah satu tanaman buah yang paling mudah ditumbuhkan dalam pot karena memiliki sistem perakaran yang pendek jika dibandingkan dengan pohon buah lainnya.
Tergolong perdu kecil yang bersifat semak (bisa tumbuh hingga 6 meter namun bisa dikondisikan menjadi 2 meter) menjadikannya salah satu tanaman buah terbaik yang bisa ditanam dalam pot.
Delima terkenal karena buahnya yang berwarna merah merekah dengan limpahan biji di dalamnya.
Rasa buahnya sangat khas dan unik. Hebatnya lagi, delima dikenal sebagai buah dengan kandungan antioksidan tinggi yang sangat baik bagi kesehatan tubuh. Delima tidak hanya ditanam untuk dinikmati buahnya saja, bunganya yang cantik berwarna kemerahan sebelum berbuah banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias.
Cara Mudah Menanam Buah Delima dalam Pot Agar Cepat Berbuah
Tanpa berlama-lama lagi, yuk simak cara mudah menanam delima dalam pot agar cepat berbuah berikut ini:
1. Persiapan bibit
Ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk menanam delima, bisa melalui biji, stek batang, tunas, dan juga cangkok. Tapi jika Anda ingin memanen buah lebih cepat, maka disarankan menggunakan teknik cangkok batang.
Salah satu cara menanam delima dalam pot yang banyak digunakan adalah menggunakan teknik cangkok.
Meski demikian, kami juga memberikan langkah-langkah menyemai biji delima dengan mudah berikut ini:
Biji delima bisa diperoleh dari buah delima yang sudah tua. Pilihlah buah delima yang sehat agar benih yang dihasilkan pun juga berkualitas. Jika tidak ingin repot, Anda bisa memperoleh benihnya di toko penjualan benih tanaman.
Belah buahnya dan bersihkan biji dari sisa-sisa daging buah yang menempel. Keringkan biji tersebut di bawah sinar matahari selama satu hari. Jika telah kering, diamkan biji pada tempat yang teduh.
Sebelum menuju tahap penyemaian, sebaiknya biji direndam terlebih dahulu selama 4 jam lalu tiriskan.
Siapkan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kompos dengan perbandingan 2:1
Semai biji pada media tanam yang sudah disiapkan sebelumnya.
Jika telah muncul beberapa daun, maka bibit sudah siap dipindahkan pada polybag yang lebih besar.
Tahap pertama dalam menanam buah delima dalam pot adalah persiapan bibit delima.
Selain menyemai dari biji, bibit buah delima juga bisa diperoleh di toko penjualan bibit tanaman di Kota Anda, atau toko bibit online yang kini banyak dijual dengan harga terjangkau.
2. Persiapan media tanam dan pot
Ada beberapa pilihan media tanam yang bisa Anda gunakan seperti campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 2:1, campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir dengan perbandingan (2:2:1), atau bisa juga menggunakan campuran tanah, serbuk gergaji, sekam bakar dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1.
Kesuburan media tanam adalah salah satu faktor penentu cepat tidaknya tanaman buah delima Anda berbuah.
Pilihlah pot yang berukuran cukup besar dengan dasar pot yang berlubang atau bisa juga menggunakan planter bag yang kini populer digunakan sebagai pengganti pot untuk tanaman buah.
3. Penanaman bibit delima
Menanam bibit delima pada lubang tanam (tengah-tengah pot) kemudian timbun dengan tanam sambil ditekan atau dipadatkan.
Jika bibit Anda sudah mencapai tinggi 20 cm, maka bibit sudah bisa dipindahkan pada pot yang telah disiapkan sebelumnya. Keluarkan bibit bersama dengan tanahnya agar akar tanaman tetap utuh.
Letakkan pada tempat yang terkena sinar matahari terutama sinar matahari pagi dan siram tiap pagi dan sore hari.
4. Perawatan tanaman delima
Rajinlah melakukan pemangkasan pada cabang-cabang tanaman sehingga nutrisi bisa terserap dengan sempurna. Lakukan pemupukan dengan rutin, bisa diberikan pupuk NPK tablet khusus buah (optional, bisa menggunakan pupuk buah jenis lain) tiap 6 bulan sekali. Atau bisa juga memberikan pupuk daun tiap 10-15 hari sekali.
Lakukan penyiraman secara rutin tiap pagi dan sore hari karena pada dasarnya tanaman buah delima menyukai paparan sinar matahari dengan tingkat kelembaban tinggi.
5. Panen buah delima
Inilah tahap yang paling ditunggu-tunggu, ketika Anda telah menanam dan merawatnya dengan baik maka memetik buahnya adalah kegiatan paling menyenangkan di antara semua prosesnya. Menikmati buah delima di teras rumah bersama keluarga adalah penghargaan atas kesungguhan Anda merawatnya selama ini.
Buah delima yang telah matang ditandai dengan keretakan kulit buahnya atau telah berwarna kuning pada pangkalnya. Sebaiknya menggunakan gunting untuk memetik buahnya.
Ilustrasi tanaman buah delima dalam pot.
Jika Anda melakukan perawatan yang baik pada tanaman buah delima Anda, maka pada umur 2-3 tahun buah delima yang Anda tanam dalam pot sudah bisa dipanen buahnya.
Demikian cara mudah menanam buah delima dalam pot agar cepat berbuah. Semoga informasi ini bermanfaat and happy gardening
DURIAN
Cara dan Teknik Menanam Durian di Pot agar Cepat Berbuah
Saat ini semakin berkurangnya lahan dan semakin sempitnya perkotaan membuat banyak orang yang terhalang untuk menanam tanaman di pekarangan rumah karena tak ada laginya lahan yang memungkinkan apa lagi untuk menanam pohon. Hal tersebut bahkan nyaris mustahil untuk menanam pohon di pekarangan pada rumah yang berada di perkotaan. Namun ternyata hal-hal tersebut saat ini sudah bisa diatasi dengan menggunakan media pot.
Tabulampot atau tanaman buah dalam pot yang sudah pernah kita bahas sebelumnya juga merupakan cara tepat untuk mensiasati dalam menanam tanaman buah yang pada umumnya berbentuk pohon dan akan sangat memakan tempat apabila di tanam di lahan terbuka. Pada dasarnya menanam buah dalam pot sama saja dengan menanam tanaman buah di lahan terbuka, bahkan lebih mudah menggunakan tabulampot dari segi perawatan tanamannya.
Menanam durian agar cepat berbuah memang sangat sulit apalagi jika anda tak mengerti caranya. Namun pada pertemuan kali ini admin akan memberikan informasi penting tentang cara menanam durian di dalam pot agar cepat berbuah. Simak penjelasannya di bawah ini.
Cara dan Teknik Menanam Durian di Pot
Agar buah durian yang di tanam di dalam pot maka berbagai hal harus dipersiapkan dengan baik dari persiapan media tanam, pemilihan pot, pemilihan bibit dan varietas, cara penanaman, perawatan, pemupukan dan pengendalian dari hama dan penyakit. Semua hal tersebut harus berkesinambungan agar nantinya durian yang anda tanam agar berbuah dengan baik.
Persiapan Media Tanam
Media tanam pertama yang digunakan adalah pupuk kandang dan tanah liat dengan perbandingan 1:1 dan dimasukan kedalam karung. Lalu buat lubang pada lahan seukuran karung, selanjutnya masukan pupuk TSP kedalam lubang tersebut sebanyak 2 sendok makan. Penggunaan TSP bertujuan untuk Mengoptimalkan pertumbuhan akar karena kandungan fosfor di dalam pupuk TSP. Selanjutnya masukan karung kedalam lubang yang telah disiapkan dan pendam kembali dengan tanah. Setelah itu taburkan furadan agar patogen tak muncul demi menjaga metabolisme tanaman.
Durian pertama memang ditanam di lahan untuk mengoptimalkan pertumbuhan vegetatifnya dan setelah 12 bulan dirawat di lahan dan telah dipupuk sebanyak 2 sampai 3 kali, barulah durian bisa dipindahkan kedalam pot.
Persiapan media tanam kedua, yaitu setelah durian ditanam selama 12 bulan di lahan maka siap dipindahkan ke pot drum. Penggunaan pot drum bertujuan agar akar tanaman lebih leluasa untuk bergerak karena diameter pot yang cukup lebar. Media tanam drum diisi dengan pupuk kandang, tanah liat dan jerami dengan perbandingan 1:1:1.
Penanaman
Penanaman durian di dalam pot harus dilakukan dengan cermat agar tanaman dapat tumbuh dengan baik nantinya. Setelah media pot disiapkam maka buatlah lubang seukuran karung tanaman. Selanjutnya masukan tanaman dan tutup kembali dengan tanah. Setelah itu siramlah larutan perangsang pertumbuhan akar setiap hari selama satu minggu pertama penanaman pot. Gunakan larutan perangsang akar tanaman dengan dosis 25ml per 10 liter air.
Pemupukan
Pemupukan tanaman dilakukan beberapa tahap dalam jangka waktu yang ditentukan. Pemupukan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 3 bulan di dalam pot dengan cara mengaplikasikan pupuk NPK. Cara mengaplikasikan pupuk dilakukan dengan cara membuat lubang keliling pada area sekitar tanaman lalu taburkan sebanyak 100 gram NPK.
Pemupukan kedua dilakukan ketika tanaman telah berumur 6 bulan setelah di tanam di pot. Cara pemupukan pun sama dengan membuat lubang keliling pada area sekitar tanaman lalu taburkan 200 gram NPK. Pemupukan ketiga dilakukan ketika tanaman berumur 1 tahun dengan cara yang sama menggunakan pupuk NPK sebanyak 150 gram. Pemupukan selanjutnya dilakukan setiap 6 bulan sekali dengan dosis pupuk 100 gram.
Perawatan
Perawatan tanaman meliputi penyiraman tanaman serta pengendalian hama dan penyakit. Siramlah tanaman pada pagi hari saja dan apabila terjadi hujan tanaman tak perlu disiram. Sedangkan untuk pengendalian hama dan penyakit maka hal yang harus dilakukan adalah mencegah pertumbuhan gulma pada daerah sekitar tanaman dan membersihkan lingkungan dari sampah dan kotoran yang berpotensi menimbulkan hama dan penyakit. Apabila terlihat tanda-tanda terserang hama atau penyakit maka segera aplikasikan pestisida pada dosis yang ditentukan.
Itulah tadi cara dan teknik menanam durian di pot agar cepat berbuah. Apabila langkah-langkah tersebut anda lakukan dengan baik dan sistematis insyaallah tanaman durian anda akan berbuah pada tahun kedua sampai ketiga. Semoga artikel ini bermanfaat dan semoga sukses berbudidaya!!!
JAMBU AIR
Buah jambu air, sudah sangat populer dengan rasanya yang manis dan kandungan air yang tinggi. Buah jambu air biasanya berwarna merah, merah hati, putih atau hijau dan berwarna putih pada bagian dalam, mengandung banyak air, serta rasanya ada yang manis, masam dan ada yang sedikit sepat. Selain itu, tanaman buah Jambu air terkenal akan daya adaptasi sangat tinggi. Oleh karena itu, tanaman ini dapat ditanam mulai dataran rendah hingga dataran tinggi. Tanaman ini bersifat genjah sehingga sangat mudah berbuah baik dibudidayakan dilahan maupun di dalam pot. Penampilannya dengan buah yang tumbuh lebat serta berwarna mulai hijau, merah muda hingga merah, hijau tua, putih bersih menarik decak kagum penggermarnya.
Tanaman pemilik nama latin sysygium samarangense L. ini dapat tumbuh optimal pada dataran rendah hingga ketinggian 1.000 m diatas permukaan air laut. Pohon jambu air dapat tumbuh tinggi hingga mencapai 3 -10 meter. Jika di budidayakan di lahan, tanaman buah Jambu air dapat mulai berbuah pada umur 2–3 tahun. sedangkan jika dibudidayakan di dalam pot dalam berbuah pada umur 1 tahun.
Bagi anda yang tidak memiliki lahan yang luas untuk menanam jambu air, jambu air tabulampot bisa menjadi solusi tepat bagi anda. Selain sifatnya yang akan cepat berbuah, tanaman jambu air ini juga dapat menjadi tanaman hias yang mampu mempercantik halaman rumah anda. Tabulampot jambu air juga tidak memerlukan perawatan yang ribet, cukup lakukan penyiraman, pemupukan dan mencegah hama penyakit datang menyerang tanaman tersebut. Yups, sebelum memulai bertanam jambu air tabulampot, ada baiknya kita membahas cara untuk menanam jambu air didalam pot.
Berikut ini Tips Sukses Budidaya Tanaman Buah Jambu Air Tabulampot Agar Cepat Berbuah :
Pemilihan Bibit
Dalam menanam budidaya jambu air didalam pot, sebaiknya memilih Bibit jambu air yang berasal dari hasil cangkok atau okulasi bukan dari biji. Pastikan bibit buah jambu air hasil cangkok atau okulasi tersebut berasal dari tanaman induk yang sudah berbuah. Selain iti, Bibit buah jambi air yang hendak ditanam sudah berumur setidaknya 2–3 bulan.
Pemilihan Media tanam
Media tanaman untuk tanaman buah jambu air tabulampot sebaiknya bersifat ringan, dapat menyimpan air, Porous, gembur, dan bebas dari bibit hama penyakit. Berikut ini komposisi media tanam yang dapat digunakan untuk tanaman buah belimbing antara lain : Tanah : Pupuk Kandang : sekam = 2 :1:1.
Tahap Penanaman Bibit
Siapkan bibit yang dipilih dari hasil Okulasi. Umur bibit minimal enam bulan atau lebih dengan tinggi minimal 50 cm dan memiliki dua pasang helai daun.
Siapkan pot dengan diameter 60 cm dengan ketinggian 40 cm yang telah dibeli ganjalan kira 10 cm dari tanah.
Masukkan pecahan genteng ke dalam pot agar kelebihan air siraman mudah menetes atau keluar dari dasar pot. Masukkan media tanamn ke dalam pot hingga batas 5 cm dari bibir pot. Padatkan dengan cara mengoyang-goyangkan dinding pot, lalu siram hingga cukup basah. Biarkan 2–3 hari agar media tanam dapat mengendap dan stabil. lalu buat lubang tanam tepat di tengah pot.
Lepaskan bibit tanaman buah jambu air dengan cara menggunting atau menyobek polibag dengan gunting atau pisau.
Masukkan bibit secara perlahan ke dalam lubang tanam.
Tutup bibit tanaman buah jambu biji dengan media tanam hingga batas pangkal batang.
Siram tanaman dengan air secukupnya hingga media tanam basah.
Jika perlu pasang ajir agar tanaman tidak mudah goyah jika tertiup angin
Tempatkan tabulampot pada tempat yang teduh hingga muncul tunas-tunas baru.
Tahap Perawatan
Tanaman buah jambu air akan tumbuh dengan baik dan mampu menghasilkan buah yang lebat jika dipelihara dengan baik. Oleh karena itu tanaman buah jambu air perlu diberi perlakuan Penyiangan, Penyiaman, Pemupukan, dan pemangkasan.
Penyiangan
Penyiangan dilakukan sebelum pemupukan agar proses pemupukan dapat berjalan dengan lancar karena tanah menjadi gembur dan gulam sudah tidak ada. Penyiangan dilakukan dengan cara membuang gulma menggunakan cangkul.
Penyiraman
Dua minggu Pertama setelah penanaman, tanaman jambu air muda di siram satu kali dalam sehari pada sore hari. Jika sudah cukup besar dan perakarannya dalam, tanaman cukup disiram selang sehari atau dua hari sekali. Penyiranam dilakukan dengan cara menyiramkan air pada seluruh bagian tanaman dan media tanam.
Pemupukan
Pemupukan Jambu air tabulampot dilakukan sebelum dan sesudah berbuah dengan uraian sebagai berikut :
Pada Umur Satu bulan setelah tanam : Berikan pupuk NPK mutiara dengan komposisi 25:7:7 dengan konsentrasi 10g/liter air. Pemberian pupuk dengan frekuensi 3 bulan sekali. Adapun cara penggunaannya dengan meyiramkan pupuk yang sudah tercampur ke perakaran tanaman buah, volume pemupukan 1–3 liter atau disesuaikan dengan ukuran tanaman.
Pada Umur 3 Bulan : Berikan pupuk mutiara dengan komposisi 16:16:16 dengan konsentrasi 10g/liter air. Pemberian pupuk dengan frekuensi 3 bulan sekali. Adapun cara penggunaannya dengan meyiramkan pupuk yang sudah tercampur ke perakaran tanaman buah, volume pemupukan 1–3 liter atau disesuaikan dengan ukuran tanaman.
Adapun pemberian pupuk kandang dapat dilakukan setiap enam bulan sekali. Penggunaannya untuk penanaman di pot sebanyak lima kilogram per pot, sedangkan penanaman di lahan sebanyak 15 kg per pohon.
Pemangkasan
Pemangkasan jambu air dibedakan menjadi tiga macam :
Pemangkasan untuk pembentukan pohon dilakukan setelah mencapai ketinggian 1.5–2 meter dengan memilih tiga atau empat batang utama agar tajuk tanaman rimbun. Pemangkasan cabang lain dilakukan 1 -2 cm dari batang utama sehingga luka bekas pangkasan tidak melukai batang utama.
bPemangakasan untuk pemeliharaan, bagian yang dipangkas adalah dahan tua, kering, luka serta tidak sempurna.
Pemangakasan Untuk peremajaan dilakukan pada seluruh bagian tanaman yang sudah terlalu tua, tidak berproduksi atau diserang hama dan penyakit.
Tips Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama Ulat
Penyebab : Ulat ( Dasycha inclusa dan Parasa Lepida). Gejala serangan : daun yang dimakan menjadi bolong-bolong dan Ujung tunas dan ujung bunga yang dimakan menjadi buntung.
Cara Pengendalian : Semprot ulat dengan Bayrucil 250 EC dan Basudin 60 EC dengan konsentrasi 2cc/liter air
Lalat buah pada jambu air
Penyebab : Larva lalat buah ( Dacus Dorsalis). Gejala Serangan : Buah yang hampir matang manjadi rontok dan busuk, Jika buah dibelah terdapat ulat atau belatung.
Cara Pengendalian : Bungkus buah dengan kantong plastik yang bagian bawahnya diberi lubang agar air tidak menggenang dikantong atau kertas bekas kantong semen saat berukuran sebesar telur puyuh. Semprot tanaman dengan isektisida Thiodan 35 EC atau Supracid 40 EC dengan konsentrasi 2 cc / liter air setiap dua minggu sekali saat uah berukuran sebesar telur puyuh dan di hentikan sekitar satu bulan sebelum dipetik dan yang terakhir kumpulkan dan bakar buah yang jatuh agar larva mati.
Serangan Penyakit Busuk ( Kanker batang )
Penyebab : Cendawan Phythothora. Gejala Serangan : Daun Menguning dan mengering. Pangkal Batang berwarna kecokelatan atau hitam
Cara Pengendalian : Gunakan Fungisida bersifat sistemik Seperti Benlate atau anvil yang ditambahkan sedikit air, kemudian poleskan ke pangkal batang dengan menggunakan kuas.
Tahap Panen
Bibit Tanaman buah Jambu air tabulampot akan mulai berbuah pada umur 1 tahun. Bunganya berbentuk malai. Buah jambu air berbentuk seperti bohlam lampu dengan daging buah lunak serta mengandung banyak air. Rasanya bervariasi mulai manis, masam, sepet dan campuran. Untuk mencegah buah jambu air dari serangan penyakit dan hama sebaiknya lakukan pembungkusan buah, pembungkusan dapat dilkukan dengan menggunakan plastik putih atau plastik khusus pembungkus buah.
Tips Membuat Tanaman Buah Jambu Air Tabulampot Agar Cepat Berbuah :
Perontokan daun setelah tanaman berumur 9 -10 bulan dengan cara buang daun pada tiap ranting pohon.
Daun yang di sisakan hanya empat lembar saja yang berada di pucuk pucuknya. Lakukan perontoka saat tanaman buah hambu air sehat dan subur serta kondisi cuaca yan biak.
Penyemprotan ZPT setelah pemupukan pertama. Hal tersebut dilakukan dua minggu sekali dengan takaran 2 cc atonik perliter air. Selain disemprotkan ZPT, disemprotkan pembasmi serangga dengan takaran 2 cc per liter air.
Demikianlah informasi tentang 6 Panduan Tepat Budidaya Tanaman Buah Jambu Air di dalam Tabulampot Agar Cepat Berbuah Sepanjang Tahun. Panduan budidaya ini dapat anda terapkan pada varietas jambu air unggulan seperti : Jambu madu deli hijau, jambu citra, jambu delima, jambu kesuma merah, jambu king rose dan masih banyak lagi lainnya. Semoga informasi tersebut mampu menjadi landasan anda yang hendak budidaya tanaman jambu air tabulampot.
JAMBU BIJI
Menanam Jambu Biji dalam Pot atau Tabulampot Jambu. Satu lagi jenis tanaman buah yang mudah perawatannya adalah jambu biji. Selain tidak memerlukan perlakuan khusus dalam pertumbuhannya, jambu biji juga termasuk tanaman yang tahan banting terhadap serangan penyakit.
A. Sipat-sipat Jambu Biji
Jambu batu (Psidium guava) atau yang biasa disebut jambu biji, jambu siki, atau jambu klutuk sebenarnya berasal dari Brazil. Disebarkan ke Indonesia melalui Thailand. Buahnya berbentuk bulat, berwarna hijau, berbiji banyak, dan daging buahnya berwarna putih atau merah jambu. Daunnya berbentuk bulat oval dan serat daun saling bertemu. Sementara itu, perakarannya serabut.
B. Syarat Tumbuh Jambu Biji
1. Tanaman tumbuh dengan baik di ketinggian tempat 5—1.200 m dpl.
2. Suhu yang dibutuhkan 23—30° C.
3. Curah hujan 1.000—2.000 mm per tahun dan kelembapan rendah.
4. Intensitas matahari cukup
C. Jenis-jenis Jambu Biji
Sebagian kultivar jambu biji di Indonesia merupakan introduksi dari negara lain. Berikut beberapa jenis yang sudah dikenal di pasaran.
Jambu getas merah. Warna daging buah hijau sampai kekuningan. Bentuk buah agak lonjong dan rasanya kurang manis. Keistimewaan jenis jambu biji ini adalah selalu berbuah setiap saat dan tidak mengenal musim.
Jambu australia. Daunnya berwarna merah keunguan. Kebanyakan hobiis menanam jenis jambu biji ini sebagai tanaman hias. Meskipun, buahnya bisa dimakan dan berasa manis ketika matang.
Jambu kristal taiwan. Merupakan mutasi dari residu Muangthai Pak. Masuk ke Indonesia sejak tahun 1991. Jenis ini merupakan jenis jambu biji yang hampir tidak berbiji.
Jambu pasar minggu. Jenis ini memiliki dua varian, yakni daging buah putih dan merah. Jambu yang berdaging buah putih lebih dikenal dengan nama jambu susu putih. Rasanya manis, tekstur buah lembut, dan daging buah agak tebal. Sementara itu, jambu yang memiliki daging buah merah memiliki rasa yang kurang manis dan cepat membusuk, sehingga kurang disukai.
Jambu bangkok. Bentuknya bulat sempurna, berukuran cukup besar. Uniknya, jenis jambu biji ini lebih besar ketika matang.
Jambu sukun. Jenis jambu ini tidak berbiji dan merupakan varietas unggul. Tekstur buah agak keras, tetapi renyah ketika dikunyah. Daging buah berwarna putih kekuningan. Aromanya wangi, rasanya manis agak asam.
Selain jenis jambu biji yang telah disebutkan di atas, masih ada lagi jenis jambu biji yang lain, yakni jambu sari, jambu apel, jambu palembang, dan jambu mutiara.
D. Menanam Tabulampot Jambu Biji
Sediakan pot plastik berdiameter 40 cm atau drum bekas yang telah dibagi dua dan bagian bawahnya diberi lubang-lubang kecil. Letakkan pecahan genting atau batu bata merah di dasar pot hingga ketinggian sekitar 5 cm.
Masukkan media tanam berupa campuran tanah merah dan pupuk kandang (1 : 1) atau campuran tanah merah, pupuk kandang, dan sekam (1 : 2 : 1) hingga ketinggian setengah pot.
Buka plastik polibag pada bibit tanaman, lalu masukkan bibit ke dalam pot tepat di tengah-tengah media.
Tambahkan kembali media tanam di sekitar bibit, lalu siram tanaman hingga air mulai merembes dari dasar pot.
Tempatkan tanaman di tempat teduh selama dua minggu. Setelah itu, tanaman bisa dipindahkan ke tempat yang mendapat cahaya matahari langsung.
E. Perawatan Harian Jambu Biji
a. Penyiraman
Penyiraman dapat dilakukan satu atau dua hari sekali. Usahakan, penyiraman dilakukan secara konsisten. Artinya, jika penyiraman dilakukan pada pagi hari, maka selanjutnya hanya setiap pagi hari. Namun, jika terbiasa melakukan pada sore hari, untuk selanjutnya penyiraman juga dilakukan pada sore hari.
b. Pemupukan
Umur Tanaman
Jenis Pupuk
NPK 15-15-15
Vitamin Tanaman
Pupuk Kandang
0—1 tahun
50—60 gram, diberikan setiap enam bulan sekali
2 cc per liter air, diberikan empat bulan sekali
10 kg, diberikan satu tahun sekali.
1—2 tahun
100—110 gram, diberikan setiap empat bulan sekali
2 cc per liter air, diberikan 1 bulan sekali
20 kg, diberikan satu tahun sekali
2—5 tahun
150—160 gram, diberikan setiap enam bulan sekali
2 cc per liter air, diberikan 1 bulan sekali
30 kg, diberikan satu tahun sekali
Lebih dari 5 tahun
200—210 gram, diberikan setiap enam bulan sekali
2 cc per liter air, diberikan 1 bulan sekali
40 kg, diberikan satu tahun sekali
c. Pemangkasan
Sama halnya dengan tanaman buah lain, teknik pemangkasan pada jambu biji juga menggunakan pola 1-3-9. Artinya, dari 1 batang utama yang dipangkas akan menghasilkan 3 cabang primer. Begitu juga dari 3 cabang primer yang dipangkas hanya dipilih 9 cabang sekunder.
Selanjutnya, dari 9 cabang sekunder yang dipangkas dipilih 27 cabang tersier. Dari cabang tersier inilah bunga bakal buah bermunculan. Selain cabang, pangkas pucuk juga perlu dilakukan untuk mempercepat munculnya bunga.
d. Pembungkusan Buah
Sebaiknya, buah yang telah berumur 30—40 hari dibungkus dengan kertas atau plastik. Namun, semprotkan pestisida di sekitar buah sebelum pembungkusan dilakukan. Perlakuan ini bertujuan untuk mencegah serangan hama yang dapat merusak kualitas buah yang dihasilkan
JERUK MANIS
Kenapa harus membeli buah jeruk di pasar jika Anda bisa memetiknya di rumah sendiri. Coba saja beli bibit tanaman jeruk, tanam, dan rawat secara benar. Anda akan merasakan kepuasan tersendiri ketika memetik dan menikmati buahnya.
A. Sipat-sipat Jeruk Manis
Digolongkan jeruk manis karena jenis ini memiliki rasa yang manis. Jeruk manis umumnya hanya berbuah satu kali selama setahun. Buahnya berbentuk bulat atau mendekati bulat, berukuran agak besar, bertangkai kuat, kulit buah mengilap, dan berwarna hijau sampai kekuningan. Bunganya berwarna putih ketika masih kuncup dan berubah menjadi putih kekuningan ketika mekar.
B. Syarat Tumbuh Jeruk Manis
Tanaman jeruk tumbuh optimal pada ketinggian tempat 1-1.200 m dpl.
Menyukai pencahayaan penuh dengan temperatur optimal 25-30 derajat celcius dan kelembapan 70-80%.
Membutuhkan curah hujan 1.000-2.000 mm per tahun dengan 6-9 bulan basah.
Tanaman jeruk manis membutuhkan pencahayaan matahari minimum 5 jam per hari.
C. Jenis-jenis Jeruk Manis
Beberapa jenis jeruk lokal yang dibudidayakan di Indonesia adalah jeruk keprok (Citrus reticulata atau Citrus nobilis L.); jeruk siem (Citrus microcarpa L. dan Citrus sinensis L.) yang terdiri atas siem pontianak, siem garut, siem lumajang; jeruk manis (Citrus. auranticum L. dan Citrus sinensis L.); jeruk sitrun atau lemon (Citrus medica); dan jeruk besar (Citrus maxima Herr.) yang terdiri atas jeruk Nambangan-Madium dan Bali.
D. Memindahkan Bibit dari Polibag ke Pot
1. Siapkan pot untuk wadah tanaman dan bibit tanaman jeruk. Pot yang digunakan bisa berupa pot tanah, pot porselen, pot plastik, pot semen, atau pot kayu. Hal yang terpenting adalah ukuran pot disesuaikan dengan ukuran bibit tanaman.
2. Letakkan pecahan genting atau batu ke dasar pot, kemudian lapisi kerikil dan pasir di bagian atasnya untuk mencegah keluarnya media melalui lubang dasar pot.
3. Masukkan media tanam berupa campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1 hingga ketinggian setengah dari tinggi pot.
4. Keluarkan bibit dari polibag, lalu letakkan bibit di tengah-tengah pot.
5. Isi kembali pot dengan media tanam hingga menyentuh bibir pot, padatkan.
6. Siram agar tanah dalam pot memadat, lalu letakkan di tempat teduh selama 1 minggu. Selanjutnya, secara bertahap tanaman diletakkan di tempat terbuka dengan pencahayaan penuh.
E. Perawatan Harian Jambu Biji
a. Penyiraman
Tanaman jeruk tidak menyukai air yang berlebih. Penyiraman dilakukan satu kali seminggu pada musim kemarau. Usahakan batang akar jangan sampai tergenang air. Pasalnya, air yang menggenangi perakaran justru dapat menyebabkan tanaman mudah membusuk.
b. Pemupukan
Aplikasi pupuk sesuai kebutuhan tanaman berdasarkan usia tumbuh.
1. Umur 4 bulan, berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 25 gram per tanaman.
2. Umur 8 bulan, berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 50 gram per tanaman.
3. Umur 12 bulan, berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 100 gram per tanaman.
4. Umur 16 bulan, berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 200 gram per tanaman.
5. Umur 20 bulan, berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 300 gram per tanaman.
Selain pupuk NPK, tanaman juga bisa diberi pupuk kandang sebanyak 20 kg per tanaman pada tahun pertama, 25 kg pada tahun kedua, dan 30 kg pada tahun ketiga. Dengan demikian, kebutuhan nutrisi tanaman dapat terjaga dengan baik.
c. Penjarangan Buah
Penjarangan buah dilakukan untuk mendukung pertumbuh-an buah. Kriteria buah yang dipotong adalah buah yang sakit, buah yang tidak mendapatkan cahaya matahari, dan buah yang tumbuh berlebih dalam satu tangkai. Idealnya, satu tangkai utama hanya menyisakan 2—3 buah jeruk.
d. Pemangkasan
Seperti halnya tanaman buah lain, pemangkasan pada tanaman jeruk manis dilakukan menggunakan sistem 1-3-9 ditambah 3 cabang tersier dari cabang sekunder. Untuk cabang primer diatur jaraknya masing-masing sekitar 10 cm. Sementara itu, cabang primer, sekunder, dan tersier dipangkas hingga 30—50 cm dari pangkal cabang. Selain percabangan, tunas liar juga perlu dipangkas untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman.
e. Penggantian Media
Penggantian media pada tabulampot dilakukan 3—4 tahun sekali. Komposisi media tanam yang diberikan sama seperti campuran sebelumnya. Dalam melakukan penggantian media, pemangkasan cabang tanaman juga perlu dilakukan sebanyak sepertiganya. Buang juga bagian perakaran yang dianggap tidak perlu.
KELENGKENG
Tidak sedikit orang yang gemar menanam kelengkeng di pot, yang kemudian dijadikan tanaman hias di sekitar rumah meraka. Dengan menanam kelengkeng di pot, orang akan mendapatkan dua manfaat sekaligus dari satu usaha yang dilakukan. Selain memiliki tanaman hias di sekitar rumah, pemilik tanaman kelengkeng/lengkeng di dalam pot sekaligus dapat menikmati buah kelengkeng/lengkeng ketika berbuah nantinya. Namun, terkadang masih detemui orang-orang yang bertanya, “bagaimana kalau pot yang dipakai tidak kuat menahan beban tanaman lengkeng yang dapat tumbuh tinggi sampai 10 meter?”, “bagaimana cara yang tepat untuk dapat menanam kelengkeng di pot?”. Oleh karena itu, kali ini Urbanina akan membahasa secara ringkas tentang cara menanam kelengkeng di pot agar dapat tumbuh dan berbuah dengan baik.
Kelengkeng/lengkeng yang ditanam didalam pot dapat dikendalikan pertumbuhan tingginya, sehingga ketingginan tanaman dapat ditentukan sendiri agar tidak menjulang tinggi sampai 10 meter. Sehingga, penanam bisa yakin bahwa pot yang telah disiapkan akan mampu menampung berat tanaman kelengkeng/lengkeng yang tumbuh. Sehingga, tanaman kelengkeng/lengkeng ini dapat dikategorikan sebagai Tabulampot (Tanaman Buah Didalam Pot). Tanpa panjang lebar, berikut ini adalah cara menanam kelengkeng/lengkeng di dalam pot.
Persiapan pot yang layak
Langkah pertama untuk menanam kelengkeng/lengkeng didalam pot adalah dengan mempersiapkan pot yang layak. Pot yang layak ini adalah pot yang memiliki diameter minimal 50 cm, memiliki daya tahan yang bagus, serta terdapat lubang didasar pot. Sebagai gambaran, pot dapat menggunakan drum bekas yang dibawahnya dibuat 6 lubang kecil-kecil. Adanya lubang dibawah pot dimaksudkan agar tanaman nantinya terhindar dari genangan air yang terlalu banyak.
Persiapan media tanam yang sesuai
Media tanam yang sesuai untuk tanaman kelengkeng/lengkeng didalam pot adalah media yang dapat memberi nutrisi yang dibutuhkan tanaman kelengkeng/lengkeng. Misalnya campuran dari tanah, pupuk kandang, dan pasir, yang semua dicampur dengan perbandingan 1:1:1.
Langkah penanaman
Langkah penanaman dapat dilakukan dengan sederhana saja. Asalkan penanam telah mempunyai bibit kelengkeng/lengkeng yang bagus atau dengan kata lain bibit kelengkeng/lengkeng unggul, bibit tersebut dapat langsung diletakkan di tengah-tengah pot, kemudian media tanam dimasukkan juga kedalam pot sehingga akar bibit kelengkeng/lengkeng tidak kelihatan lagi.
Langkah perawatan
Perawatan tanaman kelengkeng/lengkeng yang ditanam didalam pot adalah salah satu langkah yang dilakukan secara terus-menerus selama tanaman kelengkeng/lengkeng tumbuh dan tidak boleh dilewatkan oleh penanam. Sehingga, langkah ini beragam dan memerlukan kecermatan ng tinggi. Langkah perawatan ini terdiri dari … hal yang dijelaskan satu persatu sebagai berikut.
Pertama, proses penyiraman. Tanaman kelengkeng/lengkeng yang berada tidak dapat mencari air sendiri karena akarnya tidak dapat menjalar keluar dari pot. Maka dari itu, penyiraman dibutuhkan supaya kebutuhan air terpenuhi dan kelembaban tanaman terjaga.
Kedua, proses penyediaan sinar matahari. Selain membutuhkan air, tanaman kelengkeng/lengkeng yang berada di dalam pot juga membutuhkan sinar matahari yang cukup. Karena, sinar matahari sangat berperan bagi tanaman untuk melangsungkan proses fotosintesis dengan optimal. Penanam disarankan untuk merawat tanaman kelengkeng/lengkeng di pot dengan memberikan ruang yang cukup agar tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup minimal selama 5 jam per hari.
Ketiga, proses pemangkasan. Tanaman kelengkeng/lengkeng dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 10 meter. Namun, untuk menghindari hal itu, penanam kelengkeng/lengkeng didalam pot dapat melakukan pemangkasan terhadap ranting pohon yang menjulang tinggi sehingga tajuk tanaman kelengkeng/lengkeng dapat tumbuh dengan rapi dan rindang serta terhindar dari pertumbuhan tanaman kelengkeng/lengkeng yang terlalu tinggi.
Itulah cara menanam kelengkeng/lengkeng didalam pot yang dapat kami tulis. Tanaman kelengkeng/lengkeng yang tumbuh didalam pot ini dapat dibuahkan dengan cara yang sama dengan tanaman kelengkeng/lengkeng yang tumbuh di kebun, yaitu dengan diberikan obat perangsang pembuahan terlebih dahulu.
BUAH KIWI
Kiwi (Actinidia deliciosa) adalah buah dari tanaman merambat berkayu yang berasal dari genus Actinidia. Buah Kiwi memiliki bentuk normal yaitu oval, kulitnya berwarna hijau-kecoklatan berbulu halus dengan daging buah hijau terang atau keemasan yang didalamnya terdapat biji-biji kecil berwarna hitam yang dapat dimakan. Buah kiwi memiliki rasa yang unik dan tekstur yang lembut. Pada awal mula kiwi bernama gosberi cina kemudian melonette.
Buah kiwi kaya akan serat, selain itu kiwi memiliki kandungan anti oksidan yang tinggi pada kulit buahnya, kadar antioksidan pada kulit kiwi tersebut lebih tinggi tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan daging buahnya. Antioksidan pada kulit tersebut memiliki manfaat, antara lain: anti kanker, anti peradangan, anti alergen, dan dapat melawan bakteri Staphylococcus dan E-coli yang dapat membuat manusia keracunan makanan. Selain itu, buah kiwi dapat menurunkan tekanan darah tinggi(hipertensi) karena adanya ion potasium pada buah kiwi.
Cara Menanam Kiwi Dalam Pot atau Tabulampot Kiwi
Pembibitan Buah Kiwi
Cara mendapatkan bibit buah kiwi dapat dilakukan dengan cara menyemaikan biji buah kiwi yang sudah dikeringkan sebelumnya.
Rendam biji kiwi selama sekitar 4-6 jam lalu keringkan dengan menggunakan lap. Setelah itu, simpan biji kiwi dan bungkus dengan tisu atau kapas selama semalaman. Kemudian keluarkan biji kiwi lalu sebarkan secara merata diatas media tanah humus selama sekitar 10 hari hingga daun kecambah mulai tumbuh.
Hindarkan penyemaian dari sinar matahari secara langsung, jadi sebaiknya penyemaian diletakkan dalam ruangan tanpa cahaya matahari agar proses pertumbuhan kecambah lebih cepat. Setelah bibit berdaun, bibit dapat dipindah tanamkan ke pot/polibag tanam.
Cara Menanam Kiwi Dalam Pot
Setelah bibit berdaun, segera lakukan penanaman. Siapkan polybag atau Pot yang berukuran sesuai dengan bibit yang akan ditanam. Lalu masukkan campuran tanah humus dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1 dan sedikit air. Setelah itu, masukkan media tanam ke dalam pot/polybag tanam tersebut hingga setengah tinggi polybag/pot. Kemudian, masukkan bibit kiwi dan tambahkan media tanam lagi hingga penuh. Letakkan tabulampot kiwi tersebut di tempat yang sejuk.
Cara Merawat Kiwi Dalam Pot
Lakukan pemupukan pada tanaman/pohon kiwi dengan menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos secara rutin yaitu sebanyak 3-4 kali hingga pohon kiwi mencapai ketinggian sekitar 1 meter, jika sudah lebih pemupukan dapat dikurangi menjadi 2 kali seminggu.
Penyiraman juga perlu dilakukan secara rutin, akan leih baik jika penyiraman dilakukan dengan air yang dicampurkan dengan air cucian beras dengan perbandingan 4:1. Penyiraman tersebut dapat dilakukan 2 kali sehari.
Jika tanaman/pohon kiwi sudah semakin besar dan dirasa pot sudah tidak cukup untuk pertumbuhannya, lakukan pergantian pot dengan ukuran yang lebih besar. Apabila tanaman sudah mulai merambat, buat ajir untuk merambat sulur tanaman kiwi.
Masa Panen Kiwi
Buah kiwi dapat dipanen 3-4 bulan setelah penanaman tergantung kondisi cuaca dan perkembangan tanaman. Proses panen buah kiwi dapat dilakukan dengan memotong tangkai buah menggunakan gunting agar tidak merusak tanaman buah.
Demikian artikel pembahasan tentang Cara Menanam Kiwi Dalam Pot atau Tabulampot Kiwi Agar Cepat Berbuah Bagi Pemula . Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya. Sampai jumpa
MANGGA
Cara Budidaya Tanaman Buah Mangga Tabulampot Agar Mampu Berbuah Lebat
Budidaya tanaman buah mangga dalam pot atau yang biasa disebut tabulampot semakin banyak digemari karena cara ini dianggap sangat efektif bagi para pecinta tanaman buah yang ingin menanam buah mangga dengan memanfaatkn lahan yang sempit. Tabulampot buah mangga mampu menghasilkan buah yang lezat juga sebagai penghias rumah. yang paling indah jika melihat tanaman buah yang kita taman, melihat buahnya yang bergelantungan membuat kita menjadi ngiler ingin memetik dan memakannya.
Ada beberapa jenis tanaman mangga yang bisa dijadikan tabulampot, seperti varieatas chokanan, namdokmai, modenko, mangga apel, irwin, manalagi, pawpaw, khioe, dan arummanis.
Ada beberapa tahapan yang perlu kita perhatikan jika kita ingin budidaya tanaman buah mangga Tabulampot :
1. Pemilihan Bibit
Apabiila kita memilih bibit, Pilihlah bibit berdasarkan varietasnya. Pilihlah varietas mangga yang mudah berbuah, mudah dirawat, bertajuk kompak dan produktif seperti mangga manalagi, arumanis. mangga apel, mangga nangklangwan, mangga okyong dan mangga namdokmai. Pilihlah bibit yang berasal dari hasil okulasi atau cangkokan. Hasil bibit ini lebih cepat berbuah dibanding yang berasal dari biji.
2. Media Tanam
Tanaman buah Mangga sangat cocok dengan media yang memiliki struktur remah, berbutir-butir, gembur dan kaya unsur hara. Media juga harus porous, cukup ringan agar mudah dipindahkan serta bebas dari hama dan penyakit. Komposisi bahan yang digunakan adalah merupakan campuran dari tanah, pupuk kandang/kompos dan arang sekam dengan perbandingan 2 : 1 : 1.
3. Persiapan Pot
Dalam pemilihan ukuran pot sebaiknya disesuaikan dengan tinggi tanaman. sebagai contoh buah mangga memiliki tingginya 1,5 meter, pot yang digunakan sebaiknya drum berdiameter 60 cm yang dipotong setengah bagian. Dasar pot harus dibuat lubang untuk membuang kelebihan air.
4. Penanaman Bibit
Pada tahapan penanaman bibit sebaiknya dasar pot di beri genteng dan ijuk untuk menjamin kelancaran drainase dan aliran udara. Setelah itu masukan campuran media kedalam pot secara merata, hingga mencapai separuh pot. Masukan tanaman setelah polibagnya dibuka, dengan posisi tanaman tepat di bagian tengah. Ruang-ruang kosong di sekeliling bola akar diisi lagi dengan media campuran sampai mendekati permukaan atas pot, usahakan bidang bekas okulasi atau sambungan masih menonjol 10-15 cm di atas permukaan media, selanjutnya siram media tanaman dengan air.
5. Pemeliharaan Tanaman
Tahapan ini bisa dikatan sebagai penentu untuk menjamin pertumbuhan dan pembuahan mangga antara lain : penyiraman, pemangkasan, pemupukan, perangsangan pembuahan dan pengendalian hama/penyakit.
a. Penyiraman
Pada awal penanaman harus disiram secara teratur setiap hari, pagi dan sore. Jika media dalam pot cepat kering, terutama saat musim kemarau, penyiraman boleh dilakukan 2 kali sehari. Volume penyiraman jangan berlebihan sebab membuat media tanam keluar dari pot.
b. Pemupukan
Tanaman sangat membutuhkan unsur hara untuk hidupnya. Itulah sebabnya perlu dipupuk. Lakukan aplikasi pemupukan untuk merangsang pembungaan, yaitu dengan memberikan pupuk NPK 15:15:15 sebanyak 30 gram tiap pot. Aplikasikan pemupukan secara interval satu kali sebulan hingga bunga buah mangga muncul. Tambahkan pupuk kandang sebanyak dua kaleng susu kecil agar unsur hara pada media tanam tetap seimbang.
Saat bunga mulai berkembang, lakukan kembali pemupukan dengan menggunakan pupuk NPK. Sebelum memberikan pemupukan, larutkan pupuk terlebih dahulu ke dalam air dengan perbandingan satu sendok makan pupuk dalam 5 liter air. Jika pupuk sudah diaduk dengan rata, siramkan pada media tanam sebanyak setengah hingga satu liter untuk masing-masing pot. Pemupukan NPK juga bisa digantikan dengan pupuk cair seperti Intanik. Dengan melarutkan 10 ml pupuk Intanik ke dalam 10 liter air. Jika sudah dilarutkan ke dalam air, semprotkan larutan pupuk tersebut pada permukaan bawah daun tanaman secara merata. Aplikasi pemupukan dilakukan pada pagi hari agar tidak layu oleh terik matahari.
c. Pemangkasan
Untuk mencapai hasil maksimal sebaiknya pemangkasan rutin dilakukan sejak tanaman berumur satu bulan. Pemangkasan pertama dilakukan pada bagian batang pokok hingga mencapai tinggi 70-100 cm. Dari pemangkasan tersebut akan muncul cabang primer. Pilih batang primer dan pelihara tiga batang primer hingga panjangnya 50-75 cm, jika jumlah dan panjangnya lebih sebaiknya dipangkas. Dari ketiga cabang primer tersebut akan tumbuh pula cabang sekunder. Pilih dan pelihara tiga cabang sekunder dengan panjang 30-50 cm. Dan dari cabang sekunder ini akan tumbuh pula cabang tersier. Pelihara cabang sekunder sepanjang 20 cm agar dapat menopang buah dengan kuat/tidak mudah patah jika terdapat buah. Pangkas juga daun-daun yang lebat dan cabang-cabang yang negatif, seperti sakit, patah, terbakar, dan sebagainya.
e. Penyungkupan bunga
Pada Tahapan ini Lakukan penyungkupan pada seluruh tanaman atau cabang yang berbunga dengan ditutupkan plastik agar bunga tidak rontok jika terkena air hujan. Karena bunga pada tanaman mangga sangat peka terhadapa hujan.
f. Penanggulangan Hama
Tanaman mangga sering terserang ham, seperti kutu, lalat, bisul, ulat, dan binatang penggerek. Bila serangan hama itu muncul, segera semprot dengan insetisida. Penyemprotan dengan insektisida baru dilakukan bila memang diperlukan. Penyemprotan setiap minggu tidak dianjutkan karena akan mengganggu populasi serangga penyerbuk bunga.
6. Tahapan Panen
Tanaman Buah Mangga hasil okulasi akan berbuah kira-kira pada umur 3-4 tahun. Banyaknya buah panen pertama hanya 10-15 bua. dan akan bertambah pada panen berikutnya. Tanda tanaman buah sudah dapat dipanen adalah adanya buah yang jatuh karena matang sedikitnya 1 buah/pohon.
Demikian informasi tentang budidaya tabulampot mangga. Terimakasih atas kunjungannya, jika ingin mengetahui informasi harga bibit tanaman buah mangga silahkan hubungi kami terimakasih
MANGGIS
Cara Menanam Manggis dalam Pot atau Tabulampot Manggis. Butuh waktu bertahun-tahun untuk membuahkan manggis di kebun. Hal itu terjadi jika bibit yang ditanam berasal dari biji. Namun, kini di pasaran telah beredar bibit manggis hasil perbanyakan vegetatif. Keistimewaannya adalah dapat berbuah lebih cepat. Manggis merupakan tanaman buah tropika yang pertumbuhannya tergolong lambat, tetapi masa hidupnya lama. Tanaman yang berasal dari biji umumnya membutuhkan waktu 5—10 tahun untuk mulai berbuah. Hingga kini masih jarang penjualan bibit manggis.
A. Sipat-sipat Pohon Manggis
Buah manggis dihasilkan tanpa penyerbukan. Buah manggis berbentuk bulat atau agak pipih, relatif kecil, diameternya hanya 3,5—8 cm. Berat buah bervariasi, yakni 75—150 gram per buah, tergantung pada umur pohon dan letak geografisnya. Kulit buah berwarna keunguan. Buah manggis mengandung 2—3 biji yang berkembang sempurna.
B. Syarat Tumbuh Pohon Manggis
Temperatur udara yang ideal untuk manggis adalah 22—32° C.
Curah hujan tahunan yang dibutuhkan sekitar 1.500—2.500 mm per tahun dan merata sepanjang tahun.
Idealnya, tanaman manggis tumbuh optimal di ketinggian tempat 500—600 m dpl. Namun, manggis masih dapat beradaptasi pada lingkungan di ketinggian kurang dari 1.000 m dpl.
C. Memindahkan Bibit Manggis dari Polibag ke Pot
Siapkan pot plastik berdiameter 40—45 cm. Masukkan 1. pecahan genting atau batu bata di bagian dasar pot hingga ketinggian 5 cm.
Masukkan juga media tanam ke dalam pot berupa campuran pupuk kandang, tanah, dan sekam mentah dengan perbandingan 2 : 1 : 1 hingga ketinggian setengah pot.
Siram bibit di dalam polibag dengan air agar bibit mudah dilepaskan. Buang sebagian akar yang terlalu panjang dengan pisau atau gunting tajam, lalu masukkan bibit tepat di tengah-tengah lubang tanam.
Timbun kembali dengan media tanam hingga ketinggian 2 cm lebih rendah dari bibir pot. Tekan perlahan agar media memadat.
Siram media tanam dengan air, lalu letakkan di tempat ternaungi selama seminggu. Selanjutnya, bibit bisa dipindahkan ke tempat terbuka secara bertahap.
D. Perawatan Harian Tabulampot Manggis
a. Penyiraman
Pada awal pertumbuhan, pengairan dilakukan satu kali sehari, terutama pada musim kemarau agar tanah selalu terjaga kelembapannya. Namun, setelah tanaman berumur di atas dua tahun, interval pengairan dapat dikurangi secara bertahap. Penyiraman dilakukan menggunakan slang air atau gembor.
b. Pemupukan
Pemupukan dilakukan dengan memberikan pupuk NPK 15-15-15 dengan dosis 25 gram diberikan 4 bulan sekali dan pupuk kandang dengan dosis 5—10 kg diberikan enam bulan sekali. Pupuk diberikan dalam piringan melingkar sedalam 5—10 cm dengan cara dibenamkan atau bisa juga dengan cara dilarutkan dengan air.
c. Pemangkasan
Setelah tanaman mencapai tinggi 1 meter, sebaiknya batang utama dipangkas dengan menyisakan tanaman setinggi 80 cm dari permukaan tanah. Selanjutnya, tunas yang muncul dipelihara 3—4 buah yang baik untuk menghasilkan cabang primer.
Pemangkasan kedua dilakukan 3—6 bulan setelah pemangkasan pertama, yakni ketika tinggi tunas mencapai 1 meter. Perlakuannya sama seperti pemangkasan sebelumnya. Nantinya, cabang yang dihasilkan adalah cabang sekunder. Begitu selanjutnya hingga pemangkasan ketiga untuk menghasilkan cabang tersier sehingga diperoleh pola percabangan 1-3-9-27.
Produksi buah manggis dimulai dari percabangan tersier.
d. Mempercepat Pembuahan
Untuk mengantur pembungaan di luar musim sebenarnya bisa dilakukan. Caranya dengan memberikan zat pengatur tumbuh (ZPT), seperti KNO3, CEPA, dan Paklobutrazol. Sayangnya, sering kali pembungaan di luar musim ini menghasilkan buah dengan mutu rendah.
MATOA
Tips Sukses Budidaya Pohon Matoa Dalam Pot Agar Cepat Berbuah – Buah Matoa adalah buah dengan kulit berwarna merah dan daging buah berwarna putih seperti rambutan. Buah ini banyak ditemukan di Papua karena memang buah ini cocoknya hidup di iklim yang sejuk plus curah hujan tinggi. Saat ini popularitas buah matoa bisa dibilang sedang naik daun. Banyak masyarakat di luar Papua yang ingin membudidayakannya.
Tips Membudidayakan Pohon Matoa Dalam Pot Supaya Cepat Berbuah
Nah, ingin tahu bagaimana cara membudidayakan pohon matoa ini dalam pot agar cepat berbuah? Langsung saja, berikut kami bagikan beberapa tipsnya.
Memahami Karakteristik dan Syarat Tumbuh Tanaman
Sebelum anda mulai membudidayakan pohon Matoa, ketahui dulu karakteristik dan syarat tumbunya. Matoa adalah tanaman dengan pohon besar dengan batang yang memiliki diameter rata-rata 100cm. Buah matoa berwarna merah coklat agak kehitaman dengan bentuk buah putih lebih condong seperti telur puyuh atau rambutan. Kulit buah Matoa ini memiliki tekstur licin dan beraroma manis. Beberapa orang mengatakan bahwa buah Matoa mengingatkan kita akan kulit buah markisa, dengan daging buah seperti rambutan namun terasa seperti durian. Buah ini memiliki polifenol yang baik sebagai antibakteri dan pelawan kanker. Bahkan kulitnya juga memiliki kandungan flavonoid dan zat besi yang berguna bagi tubuh.
Melakukan Persemaian dalam Polybag atau Pencangkokan dengan Benar
Untuk mendapatkan bibit Matoa, anda dapat menggunakan dua cara. Yaitu persemaian dari biji atau menggunakan pencangkokan batang. Persemaian biji membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mendapatkan hasil panen dibanding dengan pencangkokan, sehingga terkadang banyak orang memilih dengan pencangkokan. Jika anda menggunakan benih, pastikan benih tersebut bersih dan tidak rusak atau bahkan terserang penyakit. Benih atau biji yang baik akan menunjang pertumbuhan tanaman yang baik juga. Letakkan biji tersebut pada polybag besar dengan penambahan tanah dan pupuk organik. Usahakan untuk menghindari pemberian pupuk berbahan kimia sintetik, atau jika memang perlu, berikan hanya pada awal tanam.
Perawatan Tanaman Matoa
Ketika benih atau biji matoa tersebut telah mencapai beberapa bulan, dimana keadaan tanaman sudah cukup kuat, pindahkan dari polybag menuju lahan. Akar matoa cukup sensitif terhadap perubahan lingkungan, sehingga jangan melakukannya dengan asal mencabut namun pastikan akarnya masih menempel pada tanah dan pindahkan perlahan. Pastikan juga lubang galian untuk tanaman telah anda buat dengan lebar kurang lebih 75cm x 75cm. Jika anda ingin menanam dalam jumlah banyak berikan jarak antar lubang tanam sebesar 6m x 6m agar ketika telah tumbuh membesar di tahun ketiga tanaman tidak saling berebut nutrisi, sinar matahari dan menjagai dari kelembaban jika letaknya terlalu berdekatan.
Pastikan saluran irigasi di lahan anda tidak tersumbat atau mengalami kerusakan yang menyebabkan timbulnya sumbatan atau genangan di lahan tersebut. Karena genangan air bisa menyebabkan timbulnya jamur dan bakteri yang dapat menurunkan kualitas buah matoa. Lakukan pemangkasan juga jika batang Matoa dirasa terlalu rimbun sehingga tidak menyebabkan kelembaban dan akan terlihat lebah renggang sehingga sinar matahari dapat mengenai seluruh bagian tanaman dengan rata. Buah Matoa akan mulai berbuah sekitar 3 tahun sehingga selama proses itu baiknya anda menggabungkan budidaya di lahan anda dengan tanaman musiman lain seperti jagung, cabai, atau berbagai tanaman lain yang memiliki nilai jual tinggi.
Nah, itulah diatas informasi yang bisa kami sampaikan mengenai cara menanam buah Matoa. Selamat mencoba.
BUAH NAGA
Cara Menanam Buah Naga Dalam Pot, Semua Pasti Bisa
Tabulampot Buah Naga – Saat ini, budidaya buah naga dalam pot menjadi hal yang cukup menarik. Pohon yang tidak terlalu tinggi dengan buah yang lebat sangat istimewa jika ditanam di pekarangan rumah yang tidak terlalu luas. Dengan menanam buah naga di dalam pot, pohon buah naga dapat dipindah-pindahkan sesuai dengan penataan pekarangan yang Anda inginkan, juga jika kelak tanaman ingin dijual, Anda dapat langsung menjualnya bersama dengan potnya tanpa perlu repot-repot lagi.
Persiapan Menanam Buah Naga dalam Pot
Sebelum menanam bibit buah naga, terlebih dahulu pilih pot yang akan Anda gunakan. Pilihlah dengan cermat sehingga nantinya tanaman buah naga tumbuh subur dan tidak perlu dipindahkan ke tempat lain. Dua hal penting yang harus Anda perhatikan adalah jenis material pembuat pot serta ukuran pot. Dari segi materialnya, pot jenis ini dapat menjadi pilihan Anda :
Pot plastik : Paling banyak di jual di toko tanaman karena harganya yang paling murah, beratnya ringan, serta tersedia dalam berbagai ukuran. Namun kelemahannya, menggunakan pot plastik terkadang kurang awet dan mudah rusak. Pot plastik rata-rata akan bertahan selama beberapa tahun saja. Jika tujuan Anda membudidayakan buah naga untuk dijual, sebaiknya gunakan saja pot plastik ini.
Pot keramik (gerabah) : Pot yang paling awet, juga biasanya dihias dengan warna indah dengan nilai estetika tinggi, tersedia dalam ukuran kecil, sedang, dan besar. Namun kelemahannya, pot keramik cukup berat dan dapat pecah dengan mudah jika terbentur. Untuk Anda yang ingin membudidayakan buah naga sebagai tanaman hias di pekarangan, ada baiknya menggunakan pot gerabah ini.
Pot besi (drum) : Pot berbentuk drum ini biasanya memiliki ukuran yang cukup besar, juga awet untuk digunakan menanam tumbuhan. Namun, pot besi sangat berat karena ukurannya yang juga besar, terkadang sulit untuk diperoleh, serta persiapannya membutuhkan tenaga ekstra.
Jenis material pot dapat Anda pilih berdasarkan tujuan pembudidayaan buah naga. Selain itu, tentunya Anda juga perlu memerhatikan ukuran pot. Buah naga termasuk tanaman yang cukup besar, sehingga jika Anda ingin menanamnya di dalam pot, Anda memerlukan pot berukuran cukup besar pula. Pilih ukuran pot yang diameternya kira-kira 40-50 cm, dengan tinggi minimal 40 cm.
Sebelum menanam buah naga dalam pot, ada baiknya untuk memberi perlakuan awal terlebih dahulu sehingga aman sebagai media tanaman tumbuh. Rendam pot plastik atau keramik dengan air bersih selama beberapa hari sebelum dipakai. Sementara untuk pot drum, rendam terlebih dahulu dengan air dan sedikit tanah selama beberapa hari, sehingga berbagai kotoran yang dapat merusak tumbuhan buah naga dapat larut dalam air.
Media Tanam Untuk Buah Naga
Setelah pot siap digunakan, langkah selanjutnya adalah membentuk media tanam yang paling pas untuk perkembangan pohon buah naga. Anda memerlukan bahan-bahan berikut sebagai media untuk menanam buah naga di dalam pot :
Batu bata / kerikil
Tanah
Pupuk kandang atau pupuk organik
Pasir
Tiang panjatan dari kayu/besi/pipa PVC diameter 8-10 cm
Segera setelah bahan-bahan tersedia, lakukan langkah-langkah berikut untuk menciptakan media yang optimal:
Cara Menanam Buah Naga Dalam Pot (Tabulampot)
1. Siapkan pot yang sudah dibersihkan. Pasang tiang panjatan di tengah pot jika ada 2 bibit yang ingin ditanam, atau sedikit ke pinggir pot jika hanya ada 1 bibit untuk ditanam. Tiang panjatan dibuat kira-kira setinggi 1,5-
2 meter, dengan bagian atas dibentuk tanda (+) yang dikelilingi dengan lingkaran. Paku bagian bawah tiang panjatan pada pot untuk lebih membuatnya kokoh.
2. Batu bata yang telah dipecah kecil-kecil atau kerikil diisikan ke dalam pot sehingga tingginya 10-15 cm. Batu dan kerikil ini berguna agar saat disiram air tidak seluruhnya terkumpul di media tanah dan membuat tumbuhan membusuk.
3. Tanah, pasir, dan pupuk kandang dicampurkan dengan perbandingan komposisi 2 :1 :1. Campuran ini diaduk hingga homogen. Sesuaikan jumlah keseluruhan campuran dengan ukuran pot yang ada. Masukkan campuran tanah ini di atas batu bata atau kerikil di dalam pot hingga kira-kira 2/3 pot terisi.
4. Pindahkan bibit buah naga. Sobek polybag dan ambil bibit sekaligus dengan tanah yang menempel padanya. Semai bibit ke dalam tanah di dekat tiang pancang. Tutup kembali dengan campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang.
5. Letakkan pot di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Selama 1-2 minggu, setelah bibit berhasil tumbuh, Anda baru dapat memindahkannya ke tempat yang terkena sinar matahari langsung.
Perawatan Agar Buah Naga cepat Berbuah
Setelah berhasil menumbuhkannya di dalam pot, Anda perlu pula melakukan perawatan tanaman dengan cara mengikat batang buah naga, menyiram, memupuk, memangkas, serta perawatan untuk membesarkan buah.
Pengikatan
Pengikatan dilakukan sehingga pohon buah naga tumbuh dengan tegak dan teratur, tidak berantakan batangnya, terpusat di dekat tiang pancang. Pengikatan dapat dilakukan dengan memakai tali atau kawat saat tumbuhan sudah setinggi kira-kira 30 cm. Pastikan ikatan tidak terlalu kencang dan malah membuat cabang patah.
Penyiraman
Lakukan dengan frekuensi dua kali sehari saat tumbuhan masih muda, dan semakin dikurangi frekuensinya seiring pertumbuhan. Saat tumbuhan sudah dewasa, satu kali seminggu pun cukup dan saat sudah berbuah dua minggu sekali juga dapat dikatakan cukup.
Pemupukan
Pemupukan dasar saat baru mulai tumbuh : 20 gram NPK dan 125 gram pupuk organik
Pemupukan lanjutan (usia 1-6 bulan) : 25 gram NPK dan 125 gram pupuk kandang
Pemupukan lanjutan (tanaman di atas 7 bulan) : 50 gr NPK, 125 gr pupuk kandang.
Masa berbunga dan berbuah : Gunakan pupuk NPK dengan perbandingan N:P:K = 13:13:21. Gunakan 75 gr NPK dan 125 gr pupuk kandang.
Agar cepat berbuah
Potong ujung batang tumbuhan buah naga setelah umurnya 3 bulan, hal ini dilakukan untuk membentuk cabang dan semakin banyak kesempatan bunga untuk tumbuh. Jaga agar maksimal hanya 2 bunga per batang yang tumbuh. Semprot hormon GA3 (giberelin) yang dapat meningkatkan produksi buah.
Pemangkasan
Ini bertujuan mengoptimalkan pertumbuhan batang dan merangsang tumbuhan berbuah. Saat dipangkas, cabang tidak terus memanjang, melainkan bertunas dan bercabang sehingga nutrisi yang biasa digunakan untuk memperpanjang batang dialihkan untuk pembuahan buah naga. Lakukan pemangkasan jika batang utama sudah mencapai 2 meter (di ujung tiang pancang). Pangkas pula cabang yang tidak produktif menghasilkan buah, juga cabang yang telah berusia lebih dari 2 tahun yang menghalangi sulur lain terkena sinar matahari.
Itulah cara menanam buah naga dalam pot yang tentunya siapapun dapat dengan mudah melakukannya bahkan dengan modal yang sangat kecil tanpa perlu halaman yang terlalu luas. Mulai dari sekarang dan petik sendiri buah naga hasil Anda bertanam di dalam pot. Semoga berhasil!
NANGKA MINI
Cara Menanam Nangka Mini dalam Pot atau Tabulampot Nangka Mini. Nangka mini merupakan varietas baru jenis nangka. Tanaman yang hanya memiliki tinggi 3—5 meter ini sepertinya cocok dijadikan tanaman buah dalam pot. Apalagi sifatnya yang cepat berbuah, membuat nangka mini kian dicari.
A. Sipat-sipat Pohon Nangka Mini
Buah nangka mini dapat dinikmati setelah 4 bulan berbunga atau 1,5 tahun sejak penanaman dilakukan. Bentuk buahnya sama saja seperti buah nangka pada umumya, hanya saja nangka mini lebih kecil. Bobot buah rata-rata hanya 5—7,5 kg, tetapi dapat mencapai 15 kg pada varietas tertentu.
B. Syarat Tumbuh Pohon Nangka Mini
1. Membutuhkan ketinggian tempat 700 m dpl dengan tanah gembur agak berpasir.
2. Curah hujan sekitar 2.500—3.000 mm per tahun.
3. Suhu udara minimum 16—21° C dan maksimum 31—31,5° C.
C. Memilih Bibit Nangka Mini
Bibit nangka mini bisa diperoleh dari hasil perbanyakan biji dan sambung susu. Namun, dilihat dari produksi buah, bibit hasil perbanyakan dengan cara sambung susu lebih cepat dibandingkan bibit dari perbanyakan biji. Sebagai perbandingan, bibit dari perbanyakan sambung susu dapat berbuah ketika berumur 2—3 tahun. Sementara itu, bibit hasil biji produksi kontinunya bisa diperoleh ketika bibit sudah berumur di atas 5 tahun.
D. Media Tanam Tabulampot Nangka Mini
Media tanam yang digunakan harus porous. Umumnya, campuran media tanam yang digunaan hobiis tabulampot untuk nangka mini adalah tanah subur, pupuk kandang, sekam mentah dengan perbandingan 1 : 2 : 1.
E. Perawatan Harian Tabulampot Nangka Mini
a. Penyiraman
Untuk bibit, penyiraman dilakukan secara teratur satu kali sehari, yakni setiap pagi hari. Namun, jika musim hujan, penyiraman cukup dilakukan empat atau tiga kali sehari.
b. Pemupukan
NPK (15-15-15) dengan dosis 25 gram per tanaman dan KNO3 sebanyak 5 gram per tanaman. Pupuk tersebut diberikan setiap sebulan sekali. Namun, setelah tanaman mulai berbuah, pupuk cukup diberikan 6 bulan sekali.
Pupuk kandang atau kompos sebanyak 5 kg, diberikan 1—2 kali setahun.
Pupuk daun berupa Gandasil D atau Bayfolan setiap dua minggu sampai tanaman berumur 17 bulan.
c. Pemangkasan
Biasanya, pada batang tanaman sering tumbuh tunas-tunas baru. Sebaiknya, tunas-tunas hanya dipilih yang sehat dan kekar, sisanya harus dibuang. Tunas yang tidak produktif jika didiamkan justru dapat mengganggu perkembangan batang pokok. Pemangkasan cabang dimaksudkan untuk mengatur pembuahan, karena bunga betina muncul pada batang utama atau cabang primer. Selain cabang, pemangkasan ranting yang lemah dan rapat sangat dianjurkan. Tujuannya agar sinar matahari tidak terhalangi, sehingga merangsang pembungaan.
F. Merangsang Pembungaan Nangka Mini
Hentikan penyiraman hingga media kering, sekitar 7 hari. Siram kembali media sembari diberikan 3 sendok makan NPK 16 : 16 : 16. Setelah itu, media dibiarkan mengering kembali. Lakukan perlakuan ini hingga 2—3 kali sampai bunga muncul.
Setelah bunga muncul, lakukan penyiraman setiap hari. Kekurangan air dapat menyebabkan bunga rontok.
Letakkan tanaman di tempat yang terkena sinar matahari langsung.
Cara lain yang bisa dilakukan adalah melukai, mengebor, atau mengikat batang. Tujuannya untuk menghambat hasil asimilasi daun agar tidak menyebar ke seluruh bagian tanaman, tetapi hanya difokuskan untuk merangsang pembungaan.
G. Penjarangan dan Pembungkusan Buah Nangka Mini
Satu dahan sebaiknya hanya ditumbuhi satu buah nangka. Dengan begitu, buah akan mekar sempurna. Selain itu, buah yang telah dipilih juga langsung dibungkus dengan kertas semen yang sudah dicelupkan ke dalam larutan insektisida atau anyaman daun kelapa. Tindakan ini dapat menghalangi serangan hama, seperti semut, tikus, dan kelelawar.
PEPAYA CALIFORNIA
Pepaya California merupakan salah satu komoditas pepaya yang banyak dicari orang, karena rasanya yang sudah terjamin enak dan berbagai kandungan nutrisinya yang menyehatkan. Daun pepaya California berjari-jari dengan kuncung di pangkalnya. Buahnya lebih kecil dan lebih lonjong dibandingkan ukuran pepaya biasa. Bobot buah matangnya kira-kira sebesar 0.6-2 kilogram.
Pohon pepaya California banyak ditemukan pada daerah dataran rendah maupun tinggi, namun paling optimal ditanam pada ketinggian 50-700 meter diatas permukaan laut. Curah hujan sekitar 1000 mm/tahun akan membuat pohon pepaya California tumbuh maksimal.
Buah Pepaya California (Foto/Merdeka)
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan mengonsumsi pepaya California antara lain dapat menyehatkan mata karena kandungan vitamin A nya, mencegah tekanan darah tinggi dengan kandungan kaliumnya, mengurangi risiko terkena penyakit jantung, antioksidan yang menangkal radikal bebas dalam tubuh, mengandung serat yang melancarkan pencernaan, dan juga menjaga kulit tetap cerah dengan berbagai kandungan vitaminnya.
Keunggulan Pepaya California
Salah satu keunggulan pohon pepaya California adalah mulai berbuah di saat belum terlalu tinggi pohonnya (hanya kira-kira 2 meter lebih sedikit), sehingga menanamnya di dalam pot dapat menjadi salah satu solusi bagi para penggemar pepaya yang ingin menanamnya di pekarangan rumah yang tidak terlalu luas.
Selain itu, buahnya sangat lebat. Jika Anda pernah melihat pohon pepaya California, buah pepaya muncul bertumpuk-tumpuk mengelilingi pohon dapat mencapai 5-8 tumpuk per pohon. Buah pepaya California memiliki daging yang berwarna jingga kemerahan ketika matang. Warna yang cerah ini membuktikan kandungan antioksidannya yang cukup tinggi.
Menanam Pepaya California dalam Pot
Sebetulnya sudah banyak sekali orang yang mencoba menanam pohon pepaya California di dalam pot, dan cukup berhasil hingga pohon berbuah. Hingga saat ini, budidaya pepaya California masih dilakukan secara generatif, artinya menggunakan biji yang didapatkan dari dalam pepaya matang yang ditanam di tanah setelah sebelumnya disemai terlebih dahulu.
Untuk media tanamnya sendiri, tanah sebaiknya dicampurkan dengan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Pupuk kandang yang berasal dari kotoran hewan sebaiknya didiamkan terlebih dahulu selama beberapa hari sehingga teksturnya agak mengeras dan tidak ‘panas’, untuk menghindari biji tidak berkecambah.
Walaupun tidak terlalu besar pohonnya, namun ada baiknya Anda menyediakan pot dengan diameter minimal 40 cm, lengkap dengan lubang di bawahnya sebagai aliran air jika pohon disiram. Adanya sistem drainase di dalam pot juga menyebabkan air tidak terperangkap di dalam pot dan akhirnya malah membuat tanaman busuk.
Pengecambahan Biji Pepaya California
Penanaman pohon pepaya California sangat mudah. Jika Anda membeli buah pepaya yang kiranya cukup manis dan segar, jangan buang bijinya dan manfaatkan untuk dikecambahkan menjadi pohon. Untuk proses pengecambahan, terdapat trik khusus dan Anda harus berhati-hati karena bijinya cukup peka terhadap temperatur dan kelembaban. Pengecambahan dapat dilakukan dengan menggunakan tissue atau kain atau kantung plastik yang ditiup.
Pengecambahan Dengan Tissue / Kain Lembab
Berikut merupakan cara mengecambahkan biji pepaya dengan menggunakan tissue atau kain lembab :
1. Sebelumnya, biji pepaya direndam dengan air hangat semalaman. Hal ini dilakukan untuk menyeleksi biji yang beratnya cukup dan berpotensi menjadi pohon yang produktif.
2. Pilih biji pepaya yang tenggelam di dalam air. Tiriskan hingga tidak terlalu banyak air yang menempel pada biji.
3. Tissue atau kain yang lembab digunakan untuk membungkus biji. Proses perkecambahan dimulai selama sekitar 7-12 hari.
4. Temperatur perkecambahan yang baik adalah sekitar 30oC, Anda dapat meletakkan tissue / kain lembab di tempat yang terkena sinar matahari secara tidak langsung.
5. Setiap harinya, usahakan selalu menjaga kelembaban kain. Semprotkan air jika dirasa tissue atau kain sudah mulai mengering.
6. Biji siap ditanam di dalam pot.
Pengecambahan Dengan Kantung Plastik
Cara lainnya untuk mengecambahkan biji pepaya adalah dengan menggunakan media kantung plastik. Berikut merupakan langkah-langkahnya.
1. Seperti pengecambahan dengan kain, biji pepaya direndam semalaman dan dipilih yang tengggelam.
2. Biji dimasukkan ke dalam kantung plastik besar, lalu kantung tersebut ditiup sehingga menggembung.
3. Ikat plastik dengan kuat sehingga udara terperangkap di dalam plastik.
4. Tunggu hingga 7-12 hari sehingga biji berkecambah dan siap dipindahkan ke dalam pot.
Perawatan Pohon Pepaya California Dalam Pot
Tentunya setelah dikecambahkan, biji yang sudah mulai mengeluarkan kecambag dapat dipindah ke media tanah dan pupuk kandang di pot. Mulanya Anda bisa saja menempatkannya di polybag atau pot kecil, namun saat daun-daun pertama sudah mulai tumbuh melebar, maka segera pindahkan ke pot besar yang berdiameter minimal 40 cm.
Banyaknya biji yang berkecambah kemudian diamati selama 1,5 bulan, apakah biji tersebut tumbuh dengan baik atau justru pertumbuhannya terhenti. Pilihlah bibit terbaik yang kemudian dipindahkan ke dalam pot. Ingatlah bahwa satu pot besar hanya dapat digunakan untuk satu pohon, sehingga pilihlah bibit yang tumbuhnya paling baik.
Terdapat pohon pepaya yang memiliki bunga jantan dan betina. Untuk menentukannya, Anda harus menunggu selama 4 bulan hingga bunga pepaya tumbuh. Jika bunga pertama tumbuh secara tunggal, artinya pohon tersebut membawa bunga betina, sebaliknya jika bunga tumbuh bergerombol, tumbuhan tersebut adalah jantan. Perlu diperhatikan bahwa pepaya jantan tidak akan menghasilkan buah.
Pohon Pepaya Dewasa Hingga Pemanenan
Selama proses pertumbuhannya, tentunya pohon pepaya membutuhkan nutrisi yang harus terus menerus disuplai. Untuk itu, perhatikan waktu pemupukan pohon, yaitu paling tidak setiap 2 minggu sekali setelah bibit dipindahkan ke dalam pot. Pupuk tambahan ini dapat berupa pupuk kandang atau pupuk kompos.
Pepaya di dalam pot kira-kira akan berbuah setelah umurnya kira-kira 9 bulan. Dengan kondisi cukup nutrisi, sinar matahari dan kelembaban yang tepat, tentunya semakin tinggi pula produktivitasnya. Usahakan untuk memetik buah pepaya saat sudah mencapai fase ‘matang pohon’, yaitu saat kulit hijaunya memiliki garis yang menguning. Pada saat inilah dinamakan pepaya tersebut ranum dan dagingnya sedang dalam kondisi optimal.
Namun jika pepaya akan diperjualbelikan atau dikirim ke tempat jauh, petiklah sebelum fase matang pohon sehingga di perjalanan tidak membusuk. Itulah cara membudidayakan pepaya California di dalam pot yang mudah lagi hemat tempat, tertarik mencobanya bukan?
BUAH PLUM
Plum atau Prem adalah nama pohon dan buah bagian dari genus Prunus, subgenus Prunus. Plum berasal dari China. Plum dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu Eropa-Asia, Jepang dan juga Damson. China adalah penghasil plum yang utama dan pertama, setelah itu disusul negara Amerika Serikat, Serbia dan juga Rumania. Penghasil plum di Amerika adalah California.
Bentuk buah plum ini bulat, dengan diameter berukuran sekitar 3 cm. Buah plum yang muda berwarna hijau, sedangkan buah plum yang tua berwarna coklat kehitaman. Hal ini ditandai dengan buahnya yang agak lunak jika dipencet. Dalam daging buah plum bertekstur lembut dan juga terdapat beberapa biji yang berbentuk bulat pipih dengan jumlah bisa mencapai 5-7 biji perbuahnya. Buah plum dataran rendah ini akan tumbuh lebih subur dan juga lebat jika ditanam di tanah. Tanaman buah plum yang ditanam di tanah kelihatan rimbun, bongsor, serta dompolan buahnya lebih banyak serta rapat seperti buah anggur.
Buah plum mengandung banyak kandungan gizi diantaranya yaitu mineral (fluor, fosfor, magnesium, zat besi, kalsium dan seng.), vitamin (A, C, B1, B2, B3, K, E dan B6), asam askorbat, asam folat, serat tinggi, rendah kalori, tidak ada lemak jenuh, kaya akan antioksidan.
Dengan kandungan tersebut, maka buah plum memiliki banyak manfaat. Adapun manfaat buah plum diantaranya yaitu mencegah radikal bebas, menghentikan luka akibat radikal bebas, membantu diet untuk menurunkan obesitas, menjaga kesehatan tulang, membantu dalam sistem pencernaan, dan lain sebagainya.
Buah plum dataran rendah cocok dibudidayakan secara komersial sebagai penambah keanekaragaman jenis buah di Indonesia. Jika ditanam dengan cara stek akar bisa digunakan untuk perbanyakan pohon plum ini walaupun menghasilkan bibit baru dengan kuantitas jumlah yang terbatas.
Cara Menanam Buah Plum Dalam Pot
Meski di Indonesia ada dataran tinggi (daerah penghasil buah plum di Indonesia seperti bandung, bogor) , tetap saja bukan iklim subtropis melainkan tropis. Sementara buah plum butuh iklim ekstrem saat akan produksi buah. Jika dilakukan budidaya buah plum di Indonesia, maka kualitas buahnya akan menurun, biasanya ukurannya lebih kecil daripada di negara asalnya serta produktivitasnya pun tak setinggi di negara asalnya.
Cara Tabulampot Buah Plum
Buah plum tidak hanya bisa ditanam di lahan yang luas, buah plum ini juga bisa tumbuh dengan baik dalam pot ataupun polybag. Lakukan penanaman dengan cara mencangkoknya. Hanya dalam kurun waktu sekitar 1-2 bulan pasca cangkok, bibit tanaman buah plum ini siap dipindahkan ke dalam pot. Cara penanaman bibit buah plum dalam pot dilakukan dengan menggunakan media tanam berupa campuran tanah dengan pupuk kotoran hewan ternak, bisa kotoran sapi atau kambing dengan perbandingan 1:1.
Lakukan perawatan berupa pemupukan dan penyiraman. Pemupukan tersebut dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang. Sedangkan penyiraman ini bisa dilakukan sehari sekali jika media tanam telah kering. Tabulampot buah plum dataran rendah ini sebaiknya diletakkan pada tempat yang terkena pantulan sinar matahari secara langsung. Dengan begitu, pertumbuhan buah plum akan lebih maksimal.
Penanaman Buah Plum Pada Lahan
Jika tanaman inangnya telah siap, bibit buah plum dapat ditanam. Jika dibudidayakan di lahan, perlu dibuatkan lubang tanam dengan kedalaman 10-15 cm dengan jarak tanam antar bibit buah plum sebaiknya sekitar 3 meter.
Masa Panen Buah Plum
Ketika diameter pohon plum mencapai 5-10 cm, plum sudah mulai berbuah. Buah plum baru benar-benar bisa dipanen ketika plum berusia sekitar 3 tahun.
Demikian artikel pembahasan tentang Cara Menanam Buah Plum Dalam Pot (Tabulampot) Di Indonesia Bagi Pemula“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya. Sampai jumpa
RAMBUTAN
Cara Menanam Rambutan dalam Pot atau Tabulampot Rambutan. Mengapa orang enggan menanam tabulampot rambutan? Jawabannya karena tanaman ini susah berbuah. Kalaupun bisa, perlakuan yang diberikan harus maksimal. Padahal, jika tahu caranya, tabulampot rambutan juga bisa berbuah lebat. Pelajari hal-hal berikut agar Anda dapat membuahkan rambutan di dalam pot.
A. Sipat-sipat Pohon Rambutan
Biasanya, rambutan berbunga pada akhir musim kemarau dan membentuk buah pada musim hujan, sekitar November sampai Februari. Bunga majemuk, tersusun dalam karangan, dengan ukuran satuan berdiameter 5 mm, bahkan lebih kecil. Buah rambutan terbungkus oleh kulit yang memiliki eksokrap atau rambut di bagian luarnya. Warna buah hijau ketika masih muda, lalu berangsur kuning hingga merah ketika matang. Daging buah yang dimakan sebenarnya adalah salut biji atau aril yang melekat kuat pada kulit terluar biji.
B. Syarat Tumbuh Pohon Rambutan
Rambutan dapat tumbuh subur di dataran rendah dengan ketinggian 30—500 m dpl. Kurang dari ketinggian tersebut, rambutan tetap dapat tumbuh, tetapi hasilnya kurang baik.
Curah hujan yang dikehendaki berkisar 1.500—2.500 mm per tahun dan merata sepanjang tahun.
Tumbuh optimal pada suhu 25—30° C saat siang hari. Pasokan sinar matahari yang kurang dapat menyebabkan penurunan hasil atau buah mekar tidak sempurna (kempes).
C. Jenis-jenis Rambutan
Ciri-ciri yang membedakan setiap jenis rambutan dilihat dari sifat buah, seperti daging buah, kandungan air, bentuk, warna kulit, dan panjang rambut. Beberapa jenis rambutan yang digemari hobiis di antaranya rambutan rapiah, aceh, lebak bulus, cimacan, binjai, sinyonya, garuda, nona, sibongkok, sibatuk ganal, dan anta lagi.
D. Bibit Rambutan untuk Tabulampot
Jika Anda termasuk awal menanam rambutan di dalam pot, cobalah rambutan varietas binjai. Alasannya, jenis ini lebih cepat berbuah dibandingkan dengan varie-tas lain. Apalagi jika bibit berasal dari perbanyakan okulasi, kemungkinan tana-man sudah bisa berbuah kurang dari setahun. Selain cepat berbuah, buah rambutan binjai juga memiliki rasa yang manis dan ngelotok.
E. Memindahkan Bibit dari Polibag ke Pot
Siapkan wadah untuk penananam bibit. Wadah yang digunakan bisa terbuat dari tanah liat atau pot plastik. Ukurannya disesuaikan dengan tinggi bibit. Untuk bibit setinggi 60—75 cm, gunakan pot berdiameter 45 cm. Jika tanaman sudah semakin besar, gunakanlah pot dari drum bekas.
Siapkan juga media tanam berupa campuran tanah gembur, pasir, dan pupuk kandang (5 : 1 : 2); pupuk kandang, pasir, dan sekam (1 : 1 : 1); tanah dan pupuk kandang (1 : 2); atau sekam dan pasir (1 : 1).
Masukkan pecahan genting atau batu bata merah ke dasar pot secara merata. Setelah itu, masukkan media tanam hingga ketinggian setengah tinggi pot.
Buka plastik yang melekat pada bibit secara hati-hati jangan sampai merusak akar, lalu masukkan tepat di tengah pot.
Timbun perakaran bibit dengan media tanam hingga ketinggian 2 cm dari bibir pot.
E. Memindahkan Bibit dari Polibag ke Pot
Siapkan wadah untuk penananam bibit. Wadah yang digunakan bisa terbuat dari tanah liat atau pot plastik. Ukurannya disesuaikan dengan tinggi bibit. Untuk bibit setinggi 60—75 cm, gunakan pot berdiameter 45 cm. Jika tanaman sudah semakin besar, gunakanlah pot dari drum bekas.
Siapkan juga media tanam berupa campuran tanah gembur, pasir, dan pupuk kandang (5 : 1 : 2); pupuk kandang, pasir, dan sekam (1 : 1 : 1); tanah dan pupuk kandang (1 : 2); atau sekam dan pasir (1 : 1).
Masukkan pecahan genting atau batu bata merah ke dasar pot secara merata. Setelah itu, masukkan media tanam hingga ketinggian setengah tinggi pot.
Buka plastik yang melekat pada bibit secara hati-hati jangan sampai merusak akar, lalu masukkan tepat di tengah pot.
Timbun perakaran bibit dengan media tanam hingga ketinggian 2 cm dari bibir pot.
Siram media dengan air, lalu letakkan tanaman di tempat yang teduh hingga beberapa hari.
F. Perawatan Harian Tabulampot Rambutan
a. Penyiraman
Jika bibit masih sangat muda, penyiraman bisa dilakukan dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Namun, jika tanaman sudah lebat, frekuensi penyiraman dilakukan cukup dua hari sekali.Siram media dengan air, lalu letakkan tanaman di 6. tempat yang teduh hingga beberapa hari.
b. PemupukanSejak umur sebulan sampai 2 tahun, tanaman bisa diberi pupuk NPK 15-15-15 dengan dosis 25 gram per tanaman diberikan 4 bulan sekali. Setelah berumur 3 tahun, dosisnya dinaikkan menjadi 100 gram per tanaman. Aplikasinya diberikan dengan cara membenamkan pupuk NPK sedalam 10 cm, lalu siram media hingga basah.
c. Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan ketika tanaman berumur kurang dari setahun, tinggi batang sekitar 75—100 cm dari permukaan media. Caranya, pilih tiga cabang primer, pangkas, dan sisakan hanya 50 cm dari pangkal cabang. Dari setiap cabang primer ini akan menghasilkan beberapa cabang sekunder, sisakan hanya 3 cabang yang paling sehat.
Selanjutnya, pangkas seluruh cabang sekunder yang ada, sisakan hanya sepanjang 50 cm. Dari setiap cabang sekunder akan menghasilkan banyak cabang tersier.
Dari cabang tersier yang tumbuh, sisakan hanya 27 cabang. Dari cabang tersier inilah akan terjadi pembungaan dan pembuahan.
d. Penggemburan Media
Tabulampot rambutan tidak menyukai media tanam yang memadat. Hal ini biasaya terjadi karena penyiraman berlebihan. Untuk mengatasinya, lakukan penggemburan menggunakan sekop kecil. Aduk perlahan, jangan sampai merusak perakaran tanaman.
Perawatan Rambutan
Lakukan pemupukan secara teratur hingga tanaman berumur 2 tahun. Pemupukan tersebut dilakukan dengan menggunakan pupuk organik dan juga pupuk NPK sebanyak 25 gram/drum. Setelah berumur 3 tahun dab seterusnya, diberikan pupuk NPK sebanyak 100 gram/drum dengan cara pemberian pupuk yaitu dengan membenamkannya sedalam 10 cm lalu siram hingga cukup basah.
Untuk membentuk kanopi tanaman agar pendek maka perlu dilakukan pemangkasan. Pemangkasan ini dilakukana saaat tanaman berumur kurang dari satu tahun.
Selain itu perawatan yang perlu dilakukan yaitu penyiraman dan juga penggemburan media tanam.
Masa Panen Buah Rambutan
Rambutan yang siap panen akan berwarna merah dan adajuga yang berwarna kuning yaitu jenis rambutan aceh kuning. Buah rambutan biasanya dipanen saat buah sudah masak di pohon karena jika di petik sebelum matang tidak akan matang setelah pemetikan.
Demikian artikel pembahasan tentang Cara Menanam Rambutan Dalam Pot (Tabulampot Rambutan) Agar Berbuah Lebat, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya. Sampa jumpa
SAWO
Cara Menanam Sawo dalam Pot atau Tabulampot Sawo. Tanaman sawo tergolong rajin berbuah. Rasa buahnya yang manis, segar, dan bergizi tinggi membuat sawo semakin dicari. Selain menikmati buahnya, sawo bisa dijadikan hiasan taman karena tajuk pohonnya memiliki estetika tinggi.
A. Sipat-sipat Tanaman Sawo
Tanaman sawo tumbuh menahun, batangnya berkayu keras, dan percabangannya rapat. Umumnya, bunga muncul dari ketiak-ketiak daun. Sementara itu, buahnya menggantung pada tangkai buah. Daging buah cukup tebal, mengandung banyak air, bergetah, dan beraroma khas. Bijinya berbentuk bulat memanjang atau bulat pipih, berwarna hitam mengilap, dan berkeping dua.
B. Syarat Tumbuh Tanaman Sawo
Pertumbuhannya optimal jika dibudidayakan di daerah yang beriklim basah sampai kering.
Curah hujan yang dikehendaki 2.000—3.000 mm per tahun.
Suhu yang dibutuhkan 22—32° C.
Daerah yang disenangi adalah dataran rendah hingga ketinggian 700 m dpl.
C. Jenis-jenis Sawo
Beberapa jenis sawo yang ada di pasaran di antaranya sawo manila kulon, manila betawi, manila malaysia, manila karat, sawo apel lilin, sawo apel kelapa, dan sawo duren.
D. Memindahkan Bibit Sawo dari Polibag ke Pot
Sediakan pot berdiameter 40 cm. Pot juga sebaiknya memiliki kaki dan berlubang di bagian dasarnya.
Masukkan pecahan genting di dasar pot. Jika ada, tambahkan juga mos dan ijuk ke dalamnya.
Masukkan campuran media tanam berupa tanah subur, pasir dan pupuk kandang (2 : 1 : 1); campuran tanah, sekam padi dan pupuk kandang (1 : 1 : 1); atau campuran tanah, serbuk gergaji dan pupuk kandang (1 : 1 : 1) hingga ketinggian setengah pot.
Keluarkan bibit dari polibag, potong juga sebagian akar, cabang, ranting, atau daun yang berlebihan. Selanjutnya, tanam dan padatkan media tanamnya.
Tambahkan lagi media tanam hingga ketinggian 2 cm di bawah bibir pot.
Siram hingga media tanam basah, lalu simpan di tempat teduh selama seminggu.
E. Perawatan Harian Tabulampot Sawo
a. Penyiraman
Ketika masih muda, tanaman sawo perlu disiram minimum dua hari sekali ketika musim kemarau. Semakin tua tanaman, penyiraman bisa dikurangi.
b. Pemupukan
Pada umur satu bulan, berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 50 gram per pot. Pupuk diberikan dengan cara dibenamkan di dalam media sekitar 10 cm setiap 3 bulan sekali.
Jika tanaman mulai berbunga, gunakan pupuk NPK 15-20-20 sebanyak 100 gram per pot. Selain itu, per tahun sebelum tanaman berbuah.
Selain urea dan NPK, berikan juga pupuk kandang sebanyak 5—10 kg per pohon setiap 6 bulan sekali.
c. Pemangkasan
Tanaman sawo juga perlu dipangkas untuk mempercepat pembuahan. Cara yang diterapkan sama halnya dengan pemangkasan pada tanaman buah lain, yakni menggunakan teknik 1-3-9. Selain pemangkasan cabang utama, cabang air, cabang yang tumbuh liar, dan cabang yang sakit juga perlu dipangkas secara rutin agar tanaman dapat tumbuh optimal.
F. Agar Tanaman Sawo Rajin Berbuah
Sekitar 3 bulan sebelum datang musim hujan, lakukan stresing air, yakni tanaman tidak disiram selama seminggu. Setelah itu, siram sedikit demi sedikit selama 3 hari, dan keringkan lagi. Lakukan teknik pengeringan berulang-ulang hingga muncul tunas-tunas baru untuk pembungaan.
Lilitkan kawat di bagian pangkal batang.
Berikan zat pengatur tumbuh, seperti Dekamon atau Atonik, dengan dosis sesuai anjuran
SRIKAYA
Cara Menanam Srikaya dalam Pot atau Tabulampot Srikaya. Jika Anda menginginkan tanaman yang berbuah sepanjang tahun, srikaya jawabannya. Buah asal Amerika Tropis ini juga memiliki banyak manfaat, terutama untuk kecantikan. Berikut ini cara dan tahapan membuat tabulampot srikaya.
A. Sipat-sipat Tanaman Srikaya
Tanaman srikaya (Annona squamosa Linn.) merupakan perdu dengan tinggi mencapai 2—7 meter. Daunnya tunggal, bertangkai pendek, dan berwarna hijau. Bunganya pun tunggal. Umumnya, bunga muncul di ketiak daun dan ujung batang. Warna bunga hijau kekuningan. Sementara itu, buahnya semu, bulat mengerucut, dan berwarna hijau. Permukaan buah benjol-benjol dengan biji berbentuk kepingan kecil berwarna hitam mengilap.
B. Syarat Tumbuh Tanaman Srikaya
Senang tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dpl.
Menyukai iklim panas, yakni tidak terlalu dingin atau banyak hujan.
Tumbuh baik di berbagai kondisi tanah dan mampu beradaptasi baik terhadap iklim lembap dan panas.
C. Tipe Srikaya Tanaman Srikaya
tabulampot srikaya
Beberapa jenis srikaya yang kini mulai dikembangkan sebagai berikut.
Srikaya lokal, yakni srikaya lumut dan srikaya gading.
Srikaya bangkok, cirinya daging lebih tebal, biji lebih sedikit, dan rasa lebih manis daripada srikaya lokal.
Srikaya Australia, contohnya srikaya hibrida varietas (seperti Pinks Mammoth dan srikaya merah).
D. Memilih Bibit Srikaya untuk Tabulampot
Bibit srikaya kini banyak dijual di penjual bibit tanaman buah dengan beragam variasi dan ukuran. Semakin besar tanaman, semakin mahal harganya. Usahakan, memilih bibit yang telah berbunga agar tanaman lebih cepat berbuah.
E. Memindahkan Bibit Srikayake Pot
Siapkan pot berdiameter 40 cm dan campuran media tanam. Umumnya, campuran media tanam yang digunakan berupa tanah, pupuk kandang, dan serbuk gergaji (2 : 1 : 1) atau campuran tanah, sekam, dan humus bambu (1 : 1 : 1).
Lapisi bagian dasar pot dengan pecahan genting, bata merah, atau ijuk, lalu masukkan media tanam hingga setengah ketinggian pot.
Buka lapisan polibag, lalu masukkan bibit ke dalam pot tepat di tengah-tengah media.
Tambahkan campuran media ke dalam pot hingga ketinggian 2 cm dari bibir pot, padatkan.
Siram media dengan air, lalu simpan bibit di tempat ternaungi selama satu minggu.
F. Perawatan Harian Tabulampot Srikaya
a. Penyiraman
Pada musim kemarau, penyiraman bisa dilakukan dua kali sehari. Sementara itu, ketika musim penghujan, penyiraman hanya dilakukan ketika media tanam terlihat mengering.
b. Pemupukan
Berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 25 gram setiap setiap 3 bulan sekali per tanaman dan pupuk kandang sebanyak 5 kg per tanaman setiap 6 bulan sekali.
Berikan pupuk hayati, boleh merek apa saja. Larutkan satu tutup botol pupuk hayati ke dalam satu ember air. Berikan setiap dua minggu sekali.
Ketika bakal bunga muncul, berikan pupuk Amazing Grow dengan dosis 30 gram (sekitar 2 sendok makan) ditambah pupuk Amazing Grow MgO sebanyak 15 gram (sekitar 1 sendok makan) yang dicampurkan ke dalam 2 liter air. Aplikasinya diberikan 2 minggu sekali.
Ketika bunga muncul, berikan pupuk NPK 15-10-32 dengan dosis 25 gram per tanaman.
Ketika buah pentil muncul, berikan Amazing Grow Blue dengan dosis 30 gram per liter air diberikan setiap 7 hari sekali.
c. Pemangkasan
Srikaya juga membutuhkan pemangkasan untuk mempercepat tumbuhnya bunga dan buah. Berikut cara penerapannya.
Pangkas batang utama tanaman. Nantinya, dari satu batang utama akan menghasilkan beberapa cabang primer. Dari cabang primer yang tumbuh, pelihara tiga cabang saja untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman.
Dari tiga cabang primer yang ada, lakukan pemangkasan hingga hanya menyisakan cabang sepanjang 50—70 cm. Dari pemangkasan cabang ini akan menghasilkan cabang sekunder.
Sama halnya seperti cabang primer, cabang sekunder yang tumbuh juga hanya dipelihara masing-masing 3 cabang saja. Berarti totalnya 9 cabang. Cabang yang dipelihara ini setelah tumbuh maksimal bisa dipangkas juga agar menghasilkan cabang tersier.
Dari cabang tersier yang ada, peliharalah sekitar 27 cabang. Dari cabang inilah nantinya bunga bakal bermunculan dan kemudian disusul dengan buah yang tumbuh menjuntai.
G. Mempercepat Pembuahan Tabulampot Srikaya
Ketika tanaman berumur 1,5 tahun, pangkas 2—3 daun di ujung cabang dan sisakan tangkainya sepanjang 2—4 mm.
Biasanya, setelah 6—10 hari akan tumbuh tunas baru dari bekas pangkasan yang disusul bakal bunga.
Petik ujung bunga ketika masih kuncup agar cepat merekah.
Ketika bakal buah muncul, lakukan seleksi buah. Caranya, buang pentil yang tidak normal, tetapi pertahankan buah yang berada di batang yang lebih besar dan berbentuk normal.
Bungkus buah sedari dini untuk mencegah serangan hama.
H. Limbah Dapur untuk Pupuk Organik
Jika ada bekas kopi, teh, atau susu, jangan dibuang. Sebab, ampas dapur tersebut bisa digunakan sebagai pupuk alami tanaman. Itulah hal yang dilakukan oleh pemulia tanaman buah di Karawang. Selain mempercepat pertumbuhan tanaman, ampas dapur ini juga berguna untuk merangsang pembungaan. Aplikasinya dilakukan dengan mencampur satu sendok ampas kopi dan teh atau beberapa milimeter sisa susu dengan satu liter air.
Selain limbah dapur, berikan juga 15 ml minyak ikan dan setengah sendok teh vitamin tumbuhan (B1) yang dicampur dengan 2 liter air. Siramkan larutan ini ke setiap tanaman. Kedua zat ini mengandung mineral dan hara mikro. Aplikasinya diberikan satu bulan sekali. Dengan cara ini, tanaman akan tumbuh lebih optimal.
STRAWBERRY
Buah strawberry (Fragaria chiloensis) memiliki habitat di pegunungan Chili, dan merupakan tanaman yang cocok untuk ditanam di daerah yang memiliki iklim subtropis. Walaupun begitu, penyebarannya yang telah mencapai Indonesia ternyata membuktikan bahwa strawberry juga cukup berhasil ditanam di daerah dataran tinggi negara tropis.
Varietas Strawberry di Indonesia
Tanaman strawberry memiliki batang yang sangat pendek, hampir menyerupai rumpun tanpa batang. Batang strawberry dan daunnya tersusun rapat. Karena tumbuh tidak tinggi, banyak orang yang membudidayakan tanaman strawberry menggunakan polybag.
Berbagai varietas strawberry juga sudah banyak sekali, seperti contohnya oso grande, camarosa, pajero, robunda, bogota, dan lain-lain. Di tiap daerah, biasanya strawberry yang ditanam berbeda-beda varietasnya.
Misalnya saja, di daerah Lembang yang terdapat perkebunan strawberry, pekebun banyak menanam strawberry varietas shantung dan nyoho, yang cocok untuk diolah menjadi berbagai makanan sepetrti selai, jeli, dan lainnya. Bergeser sedikit dari Lembang, di daerah Ciwidey atau Bandung Selatan, strawberry yang ditanam kebanyakan adalah 4 varietas dari jenis nyoho, oso grande, tristar, dan sweet charlie.
Berbeda lagi di Cianjur, para pekebun strawberry lebih suka mengembangkan strawberry varietas hokowaze yang berasal dari Jepang. Tentunya berbeda-beda varietas strawberry yang ditanam ini disesuaikan dengan kondisi lingkungan paling optimal bagi varietas tertentu, yang tentunya berbeda untuk tiap daerah,
Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Strawberry
Untuk menanam tanaman strawberry, beberapa hal berikut perlu diperhatikan.
Temperatur. Tanaman strawberry akan tumbuh optimal di daerah dataran tinggi yang sinar mataharinya tidak terlalu kuat. Temperatur optimal untuk menumbuhkan tanaman strawberry adalah sekitar 22-28o.C
Kelembapan. Dengan kelembapan sekitar 80-90%, tanaman strawberry juga akan tumbuh maksimal dan lebih cepat. Kelembapan ini juga cocok dengan kelembaban daerah dataran tinggi di Indonesia.
Ketinggian. Ditanam di negara tropis, tanaman strawberry baiknya ditanam di ketinggian 1000-1500 meter dpl untuk mendukung pertumbuhanya.
Curah hujan. Menjadi salah satu faktor yang cukup penting pula, karena strawberry membutuhkan banyak air sepanjang pertumbuhannya, namun tidak dapat tumbuh di lahan yang terlalu basah karena dapat berjamur. Strawberry akan tumbuh baik di tempat yang curah hujannya sekitar 600-700 mm per tahun.
Media Tanam Strawberry
Sebelum memulai menumbuhkan strawberry menggunakan polybag, ada baiknya untuk mengenal terlebih dahulu media tanam yang diperlukan buah strawberry untuk tumbuh. Terdapat dua macam media tanam yang dapat digunakan untuk menanam strawberry, yaitu :
Media tanam di lahan terbuka : berupa tanah dengan pemupukan
Media tanam di polybag/ greenhouse : terdiri dari rockwool dan arang sekam. Rockwool sendiri merupakan campuran antara batu gamping dan serat benang yang dibakar pada suhu tinggi. Sementara itu arang sekam berasal dari sisa pengolahan padi (sekam) yang dibakar sebagian. Umumnya, pekebun strawberry lebih suka menggunakan media arang sekam, karena membuat pertumbuhan strawberry lebih baik karena tidak mengikat hara. Selain itu dengan menggunakan arang sekam, nutrisi dapat dikontrol serta akar tanaman tidak rusak saat dipindahkan.
Cara Menanam Strawberry di Polybag
Banyak pekebun yang menanam strawberry menggunakan wadah polybag, yaitu kertas plastik hitam yang berbentuk seperti pot. Hal ini dilakukan karena cukup praktis dan tidak membutuhkan banyak tempat serta modal. Berikut cara menanam strawberry di polybag.
Pilih terlebih dahulu benih strawberry, rendam dalam air selama satu malam untuk menyeleksi benih yang siap tanam. Pilih benih yang tenggelam, karena benih tersebut mengandung nutrisi yang cukup untuk berkecambah.
Isi polybag dengan media tanam. Media tanam dapat berupa arang sekam, atau campuran antara tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.
Semaikan benih secara merata di atas media tanam, kemudian lapisi lagi sedikit dengan media tanam sehingga benih tertutup.
Tutup polybag dengan plastik hingga benih mulai berkecambah. Siram setiap hari. Bibit akan berkecambah sekitar 7-10 hari.
Setelah berkecambah, pastikan tanaman strawberry mendapatkan nutrisi yang cukup. Baiknya Anda menggunakan pupuk daun yang memiliki kadar N tinggi ketika bibit mulai berkecambah.
Pastikan selama pertumbuhannya, tidak ada hama atau serangga yang merusak tumbuhan strawberry. Jika ada daun strawbery yang terkena penyakit, sebaiknya langsung potong daun tersebut, karena berpotensi menularkan penyakitnya pada daun lainnya.
Cara Merawat Tanaman Strawberry Agar Cepat Berbuah
Kini Anda sudah mengetahui bagaimana cara menanam strawberry di polybag. Namun tentunya menanamnya saja tidak cukup, bukan? Buah yang lebat menjadi salah satu parameter keberhasilan menanam strawberry. Untuk mendapatkan buah strawberry yang tumbuh lebat, lakukan kiat-kiat merawat tumbuhan strawberry berikut.
Siram secara rutin dan teratur, jangan sampai media tanam strawberry mengering. Ingat bahwa tumbuhan ini membutuhkan banyak air namun jangan sampai membanjiri akarnya. Penyiraman juga dapat dilakukan menggunakan air cucian beras (air tajin), yang dapat menambah nutrisi yang dibutuhkan strawberry untuk berbuah.
Berikan pupuk yang tepat. Banyak petani yang menggunakan pupuk anorganik untuk merawat strawberry. Hal ini sebetulnya sah-sah saja, namun akan jauh lebih baik jika strawberry ditumbuhkan dengan menggunakan pupuk organik untuk merangsang pertumbuhan buahnya. Pupuk organik dapat berupa pupuk kandang dari kotoran ternak maupun kompos sisa tumbuhan yang sudah mati. Ampas teh yang telah diseduh juga dapat berfungsi sebagai pupuk organik yang baik untuk menumbuhkan buah strawberry.
Pendangiran. Inilah rahasia para petani strawberry agar cepat berbuah. Pendangiran adala proses menggemburkan tanah dengan hati-hati mencangkulnya. Saat menanam di polibag, Anda bisa mengganti media tanam dengan tanah dan pupuk baru sehingga tanaman lebih terpastikan nutrisinya.
Rawat media tanam. Selain tumbuhan strawberry, media tanam juga perlu diperhatikan. Pastikan tidak ada rumput liar atau tanaman parasit lainnya yang akan mencuri nutrisi dari media tanam sehingga tanaman strawberry kekurangan nutrisi untuk menghasilkan buah.
Berikan perangsang buah. Jika ingin tanaman strawberry cepat berbuah, jangan lupa pula untuk memberikan perangsang buah organik. Perangsang buah ini biasanya banyak dijual sebagai pupuk ZPT.
Pangkas sulurnya. Strawberry memang tidak tumbuh meninggi, namun akan menumbuhkan sulur yang panjang untuk perkembangbiakkannya secara vegetatif. Sulur ini dapat memakan banyak nutrisi karena akan terus memanjang hingga 30-50 cm. Oleh karena itu, jika mulai muncul sulurnya, usahakan untuk selalu memangkas sulur tersebut agar nutrisi lebih terkonsentrasi untuk pembentukan buah.
Panen Strawberry. Bisa dilakukan setelah umur tanaman sekitar 2-3 bulan. Ciri-ciri buah yang bisa dipanen adalah warnanya yang sudah didominasi merah. Saat proses berbuah, pastikan tidak ada hama seperti tikus yang mencuri strawberry di kebun Anda.
Demikianlah sekilas mengenai perawatan tanaman strawberry, serta cara menanam strawberry agar cepat berbuah. Bagaimana, sangat sederhana dan mudah dilakukan bukan? Setiap orang rasanya bisa melakukannya asalkan telaten dalam merawatnya. Selamat menumbuhkan sendiri tanaman strawberry dalam polybag Anda!
BUAH TIN
Selain cara menanam buah tin yang mudah, buah tin adalah salah satu buah yang sangat fenomenal. Bukan hanya karena khasiatnya, tapi juga karena buah tin merupakan salah satu buah yang disebut namanya didalam kitab suci Al-Qur’an. Namun walaupun seperti itu, ternyata buah tin termasuk buah yang cukup jarang ditemui di Indonesia.
Pohon buah tin atau yang dikenal dengan nama latin Ficus Carica merupakan buah asli negara Arab. Karena itulah pohon buah tin termasuk pohon yang tahan terhadap cuaca panas. Dan selain Arab, buah tin juga dapat ditemui di Negara lainnya seperti Eropa, Amerika, Australia, Afrika dan Asia.
Buah tin termasuk salah satu buah yang memiliki banyak kandungan dan kaya akan manfaat. Sebut saja seperti kandungan Coumarin yang dapat mencegah datangnya penyakit kanker Prostat. Selain itu, buah tin juga ternyata memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi sehingga dapat mencegah penyakit Osteoporosis dan menambah tingkat kepadatan tulang anda. Itulah kenapa buah tin cocok bagi anda yang memiliki alergi terhadap susu.
Selain memiliki kandungan Coumarin dan Kalsium, buah tin juga memiliki khasiat yang lain. Khasiat-khasiat itu adalah:
Buah tin biasa digunakan sebagai makanan pada saat diet karena diyakini dapat mengurangi berat badan,
Buah tin mengandung Kalium, omega 3 dan omega 6 yang dapat menjaga kadar gula darah anda dan menjaga anda dari penyakit jantung coroner,
Jika di konsumsi secara rutin, buah tin juga diyakini dapat mencegah anda dari kanker payudara,
Dapat mengurangi kolesterol dalam darah karena mengandung pektin, dan
Buah tin yang dipanggang diyakini dapat menyembuhkan penyakit kulit seperti bisul.
Di Indonesia sendiri buah tin masih tergolong buah yang cukup langka. Namun karena khasiat yang dimilikinya, buah tin termasuk buah yang banyak dicari. Sehingga jika anda berencana untuk menanamnya, buah tin termasuk tanaman yang memiliki prospek ekonomi yang cukup baik kedepannya. Dan berikut adalah cara menanam buah tin:
Cara Mendapatkan Bibit Buah Tin
Bibit buah tin bisa didapatkan dengan dua cara. Yaitu dengan stek dan dengan cangkok. Dan berikut adalah cara untuk mendapatkan bibit dari dua cara tersebut:
a. Stek
Berikut ini adalah cara menanam buah tin dengan teknik stek:
Pilihlah batang dari pohon tin yang sudah berumur. Salah satu cara anda membedakan batang yang tua dan yang masih muda adalah dari warnanya. Batang yang sudah tua berwarna cokelat atau ungu.
Selain warna, cara anda mengetahui batang yang sudah tua adalah dari ukuran batang tersebut. Biasanya ukuran batang yang sudah tua berdiameter 10-15cm.
Setelah batang sudah ditentukan, potong miring batang tersebut.
Setelah batang di potong, batang bisa langsung di pindahkan ke tempat persemaian. Biasanya, tempat persemaian adalah polybag yang diisi oleh sabut kelapa dan pasir.
Siram bibit pohon buah tin secara rutin pagi dan sore hari untuk menjaga kelembapan tanah.
Setelah 30 hari, biasanya akan mulai tumbuh batang muda serta daun-daun pada bibit stek tersebut. Jika sudah seperti itu, anda bisa memindahkannya ke tempat lain.
b. Cangkok
Berikut ini adalah cara menanam buah tin dengan cangkok
Peralatan yang diperlukan untuk tehnik ini adalah: plastik transparan, sabut kelapa, dan tali plastik.
Pada teknik cangkok ada sedikit perbedaan dalam memilih batang dari tehnik stek. Cara menanam buah tin dengan teknik okulasi, batang yang dipilih adalah batang yang masih muda yang biasanya masih berkulit hijau karena akan lebih cepat tumbuh jika dibandingkan dengan batang yang sudah tua.
Bersihkan batang yang akan di cangkok dari batang dan daun muda.
Kupas sedikit batang pada area yang akan dicangkok.
Balutkan batang yang akan di cangkok dengan sabut kelapa untuk selanjutnya di bungkus dengan plastik transparan.
Panjang batang yang dicangkok biasanya sekitar 10-15 cm.
Ikat masing-masing ujung plastik dengan tali plastik.
Berikan beberapa lubang pada plastik pembungkus agar air yang nanti disiramkan dapat keluar dan tidak menggenang didalam plastik.
Siram cangkokan pagi dan sore hari.
Setelah 40 hari, biasanya akan muncul batang-batang muda atau anakan dari lubang-lubang plastik yang menandakan cangkokan sudah siap untuk dipindahkan.
Penanaman
Pohon buah tin adalah salah satu pohon yang dapat tumbuh besar. Tercatat ada beberapa pohon yang bisa tumbuh sampai 35 meter. Namun tentu saja, untuk mendapatkan buah tin yang berkualitas, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dari area tanam. Beberapa hal tersebut adalah:
Pohon buah tin termasuk pohon yang hidup di tempat yang panas sehingga usahakan area tanam yang akan anda tanami pohon buah tin adalah area yang terkena sinar matahari secara langsung dan maksimal.
Pertumbuhan pohon buah tin akan optimal jika pohon buah tin ditanam pada akhir musim penghujan sebelum masuk musim kemarau.
Lubangi tanah pada tempat yang akan ditanami pohon buah tin seukuran polybag tempat bibit pohon buah tin di semai.
Biarkan lubang yang sudah dibuat selama tiga hari sebelum akhirnya ditanami bibit pohon buah tin,
Masukan pupuk kandang ke dasar lubang sebagai pupuk dasar,
Masukan bibit dan timbun kembali dengan tanah, Bibit pohon buah tin yang sudah bisa dipindahkan dari persemaian biasanya adalah bibit yang sudah setinggi 60cm, berdaun sempurna, dan berbatang tegak dengan diameter 1 cm.
Menanam Pohon Buah Tin Dalam Pot
Pohon buah tin tidak hanya bisa ditanam di area terbuka tapi ternyata juga bisa ditanam didalam pot. Dan berikut adalah cara menanam buah tin didalam pot:
Siapkan pot dengan ukuran diameter 50cm dan tinggi sekitar 60cm.
Usahakan pot yang akan digunakan adalah pot yang terbuat dari tanah liat karena dapat menjaga kelembapan tanah dengan lebih baik dibandingkan pot yang terbuat dari plastik.
Pot yang dipilih harus memiliki dasar yang berlubang yang berguna sebagai jalan bagi air agar tidak menggenang di dalam pot,
Masukkan pecahan genting atau batu didasar pot sebelum dimasukkan media tanam.
Media tanam yang biasa digunakan biasanya terdiri dari tanah, sekam, dan sabut kelapa dengan perbandingan 1:1:1.
Sama seperti menanam pada area terbuka, bibit yang sudah bisa dipindahkan dari media semai kedalam pot adalah bibit yang sudah setinggi 60cm, berdaun sempurna, dan berbatang tegak dengan diameter 1 cm.
Setelah media tanam terisi setengah tinggi pot, masukkan bibit pohon tepat ditengah pot sebelum ditimbun kembali oleh media tanam sampai menyentuh bibir pot.
Perawatan
Agar dapat tumbuh dan berbuah secara maksimal, maka pohon buah tin yang anda tanah harus diperlakukan sebagaimana perlakuan yang didapatnya di tempat asal mereka di negara Arab. Dan beberapa perawatan tersebut adalah:
a. Sinar Matahari
Pohon buah tin adalah pohon yang berasal dari daerah yang panas, tandus serta mendapatkan sinar matahari secara maksimal. Untuk itu, jika anda ingin mendapatkan buah tin yang berkualitas baik, pastikan pohon buah tin anda mendapatkan sinar matahari yang cukup.
b. Penyiraman
Penyiraman adalah hal penting lainnya yang harus diperhatikan jika ingin pohon buah tin anda tumbuh secara maksimal. Pasalnya, pohon buah tin termasuk pohon yang tidak perlu terlalu sering disiram. Bahkan ada saat dimana pohon buah tin ini tidak perlu disiram sama sekali. Seperti misalnya pada saat musim penghujan tiba.
Jika sudah memasuki musim kemarau, pohon buah tin hanya perlu disiram 4 hari sekali. Walaupun seperti itu, pohon buah tin yang ditanam pada musim kemarau memiliki kemungkinan panen lebih cepat jika dibandingkan dengan pohon buah tin yang ditanam pada musim penghujan.
c. Pemupukan
Pada awal penanaman, pohon buah tin hanya memerlukan pupuk dasar dan juga pupuk daun dengan dosis yang disesuaikan dengan besarnya pohon. Gunanya pupuk daun ini adalah untuk merangsang pertumbuhan dari pohon buah tin. Jika sudah memasuki usia 2 tahun atau lebih, pohon buah tin bisa diberikan pupuk kandang yang akan mempercepat pembuahan buah tin.
Penanganan penyakit dan hama
Salah satu penyakit pohon buah tin dapat dilihat dari daunnya. Pohon yang terserang penyakit biasanya berdaun menguning, kering, dan berguguran. Yang anda dapat lakukan jika pohon buah tin anda mengalami hal yang sama adalah dengan memangkas daun yang terkena penyakit. Karena jika dibiarkan, penyakit tersebut dikhawatirkan akan menyebar karena termasuk penyakit yang cepat menular hingga akhirnya seluruh daun pada pohon akan mati dan berguguran.
Selain penyakit pada daun, ada pula hama yang biasanya menyerang pada batang pohon buah tin. Hama ini biasanya dikenal dengan nama hama penggerek yang selalu membuat batang pohon tin menjadi keropos lalu mudah patah. Salah satu cara untuk dapat mengatasinya adalah dengan menyuntikan obat tanaman pada bagian batang pohon buah tin.
Panen
Sebuah pohon buah tin yang sudah dewasa, ditempat terbuka mampu tumbuh sampai setinggi 35 meter. Dan biasanya 1 pohon buah tin akan memasuki masa panen setelah memasuki usia 4-5 tahun.
Berikut ini adalah cara menanam buah tin paling efektif:
Itulah beberapa cara menanam buah tin yang bisa anda jadikan panduan dalam menanam buah tin. Semoga informasi didalam artikel ini membantu dan berguna untuk anda.
Related Posts:
tanaman di pot MENANAM TANAMAN DALAM POTALPUKAT alpukat berasal dari amerika tengah dan meksiko,Alpukat berasal dari famili Lauraceae dan genus Persea nama latin Persea americana,tinggi p… Read More